7 Faktor yang Menyebabkan Amalan Seseorang tidak Diterima Allah SWT

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

فَرِ يْقًا  هَدٰى  وَ  فَرِ يْقًا  حَقَّ  عَلَيْهِمُ  الضَّلٰلَةُ  ۗ اِنَّهُمُ  اتَّخَذُوا  الشَّيٰطِيْنَ  اَوْلِيَآءَ  مِنْ  دُوْنِ  اللّٰهِ  وَيَحْسَبُوْنَ  اَنَّهُمْ  مُّهْتَدُوْنَ

“Sebagian diberi-Nya petunjuk dan sebagian lagi sepantasnya menjadi sesat. Mereka menjadikan setan-setan sebagai pelindung selain Allah. Mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk.”(QS. Al-A’raf 7: Ayat 30)

Menjadikan setan setan sebagai pelindung selain Allah

Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Manusia terbagi atas dua golongan, yaitu golongan pertama adalah golongan yang telah diberi petunjuk oleh Allah di dunia ini untuk mengerjakan salat, menyembah-Nya dengan ikhlas dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu yang lain.

Golongan kedua, adalah golongan yang telah sesat karena mengikuti ajakan setan dan meninggalkan perintah Allah Penciptanya. Setan itulah yang dijadikan pelindungnya, bukan Allah. Anehnya mereka sudah sesat dengan menempuh jalan yang dilarang oleh Allah mengerjakan perbuatan yang tidak diridai-Nya, tetapi masih menyangka bahwa mereka memperoleh petunjuk. Orang yang demikian adalah orang yang paling merugi,

قُلْ  هَلْ  نُـنَبِّئُكُمْ  بِا لْاَ خْسَرِ يْنَ  اَعْمَا لًا

“Katakanlah (Muhammad), Apakah perlu Kami beri tahukan kepadamu tentang orang yang paling rugi perbuatannya?” (QS. Al-Kahf 18: Ayat 103)

اَ  لَّذِيْنَ  ضَلَّ  سَعْيُهُمْ  فِى  الْحَيٰوةِ  الدُّنْيَا  وَهُمْ  يَحْسَبُوْنَ  اَنَّهُمْ  يُحْسِنُوْنَ  صُنْعًا

“(Yaitu) orang yang sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia, sedangkan mereka mengira telah berbuat sebaik-baiknya.” (QS. Al-Kahf 18: Ayat 104)

Peringatan keras dari Allah SWT, merasa telah berbuat sebaik baiknya, padahal perbuatannya sia sia dan paling merugi…
Faktor faktor penyebab amalan tidak diterima Allah SWT;

(T) ; Faktor apa saja yang menyebabkan amalan seseorang atau ibadah seseorang tidak diterima Allah SWT ?

(A1) ;Beberapa faktor yang dapat menyebabkan amalan seseorang atau ibadahnya tidak diterima oleh Allah SWT antara lain:

  1. Niat yang tidak ikhlas: Jika seseorang melakukan amal ibadah hanya untuk pamer atau mencari pujian dari manusia, tanpa ikhlas karena Allah, maka amalannya tidak akan diterima.
  2. Melanggar syariat Allah: Jika seseorang melanggar aturan atau perintah Allah dalam melakukan ibadah, seperti tidak menjaga shalat dengan benar atau melakukan perbuatan yang dilarang dalam Islam, maka amalannya tidak akan diterima.
  3. Tidak mengikuti tata cara yang benar: Dalam menjalankan ibadah, penting untuk mengikuti tata cara yang benar sesuai dengan ajaran Islam. Jika seseorang melakukan ibadah dengan cara yang salah atau tidak sesuai dengan tuntunan agama, maka amalannya tidak akan diterima.
  4. Tidak bersyukur: Jika seseorang tidak bersyukur atas nikmat dan karunia yang diberikan Allah, maka ibadahnya tidak akan diterima. Bersyukur merupakan bagian penting dari ibadah yang harus dilakukan dengan tulus dan ikhlas.
  5. Tidak memperbaiki hubungan dengan sesama: Jika seseorang memiliki konflik atau tidak baik hubungannya dengan sesama manusia, ibadahnya tidak akan diterima oleh Allah. Islam mengajarkan pentingnya berbuat baik dan memperbaiki hubungan dengan sesama sebagai bagian dari ibadah.
  6. Kurangnya ketekunan dan konsistensi: Ibadah yang dilakukan secara sporadis atau tanpa ketekunan dan konsistensi mungkin tidak akan diterima oleh Allah. Penting untuk menjaga kualitas dan konsistensi dalam beribadah.
  7. Tidak memperbaiki diri: Jika seseorang tidak berusaha untuk memperbaiki diri dan terus-menerus melakukan dosa tanpa penyesalan dan upaya perbaikan, ibadahnya tidak akan diterima oleh Allah.

Penting untuk diingat bahwa Allah Maha Pengampun dan Maha Penerima Taubat. Jika seseorang melakukan kesalahan dan bertobat dengan sungguh-sungguh, Allah selalu terbuka untuk menerima taubatnya.

Semoga Allah azza wa jalla memberikan kita taufik untuk senantiasa ikhlas dalam beramal dan menjauhkan kita dari dari perkara-perkara yang dapat menghapus pahala amal. Aamiin.