6 Ciri Orang yang Menikmati Ibadah kepada Allah SWT

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

اِذْ  يَقُوْلُ  الْمُنٰفِقُوْنَ  وَا لَّذِيْنَ  فِيْ  قُلُوْبِهِمْ  مَّرَضٌ  غَرَّ  هٰۤؤُلَآ ءِ  دِيْنُهُمْ  ۗ وَمَنْ  يَّتَوَكَّلْ  عَلَى  اللّٰهِ  فَاِ نَّ  اللّٰهَ  عَزِ يْزٌ  حَكِيْمٌ

“(Ingatlah), ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya berkata, Mereka itu (orang mukmin) ditipu agamanya. (Allah berfirman), Barang siapa bertawakal kepada Allah, ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana.” (QS. Al-Anfal 8: Ayat 49)

Musryik dan munafik mengatakan mukmin tertipu oleh Islam

Dalam tafsir ringkas Kementrian Agama RI menjelaskan bahwasanya kaum munafik senantiasa menghina kaum mukmin yang tetap berangkat perang meski jumlah lawan jauh lebih banyak. Ingatlah, ketika orang-orang munafik di Madinah dan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya, yakni orang-orang Islam yang belum mantap keimanannya sehingga tidak ikut hijrah ke Madinah, berkata, ketika menyaksikan jumlah pasukan mukmin sangat sedikit dibanding jumlah pasukan kaum musyrik, “Mereka itu, orang-orang mukmin, ditipu oleh agamanya dengan tetap berperang. Mereka mengira hanya dengan bekal iman dan takwa akan memperoleh kemenangan.” Katakanlah, wahai Rasul, “Barang siapa bertawakal kepada Allah dengan disertai usaha yang sungguh-sungguh, maka ketahuilah bahwa Allah akan membela bahkan memberinya kemenangan, sebab Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.

Orang Musryk dan munafik melihat mukmin yang taat, berkomentar mereka tertipu oleh agamanya. Padahal orang mukmin yang taat sangat menikmati dengan ketaatannya.

Orang mukmin yang taat sangat menikmati ketaatannya karena mereka merasakan kehadiran Allah dalam setiap ibadah dan perbuatan baik yang mereka lakukan. Ada beberapa alasan mengapa mukmin menikmati dengan ketaatannya;

  1. Kedekatan dengan Allah. Ketaatan dan ibadah mempererat hubungan mereka dengan Allah. Perasaan kedekatan ini memberi ketenangan dan kebahagiaan yang mendalam, karena mereka menyadari bahwa Allah selalu memerhatikan dan membimbing mereka.
  2. Ketenangan Hati (Sakinah). Dalam Al-Qur’an (QS. Ar-Ra’d: 28), Allah menyebutkan bahwa hati akan tenang dengan mengingat-Nya. Orang mukmin yang taat merasakan sakinah (ketenangan jiwa) dalam ibadah dan amal sholeh, yang membuat mereka merasakan kedamaian yang tidak dapat ditemukan dalam hal-hal duniawi.
  3. Harapan Pahala dan Ridha Allah. Mereka yakin bahwa setiap amal ibadah yang dilakukan dengan ikhlas akan mendapat balasan dari Allah, baik di dunia maupun di akhirat. Keyakinan ini memberi kebahagiaan dan motivasi untuk terus taat, karena mereka berharap pada rahmat dan ridha-Nya.
  4. Perasaan Bersyukur. Orang mukmin yang taat selalu merasa bersyukur karena diberi kesempatan untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah. Rasa syukur ini menciptakan kebahagiaan yang mendalam, karena mereka merasa dipilih untuk menjadi hamba yang bisa berbuat kebaikan.
  5. Hikmah dan Pemahaman. Ketaatan yang konsisten membuat mereka semakin memahami hikmah di balik perintah Allah dan larangan-Nya. Pemahaman ini membuat mereka sadar bahwa segala perintah-Nya adalah untuk kebaikan diri mereka sendiri, sehingga semakin menikmati setiap ibadah dan ketaatan.
  6. Menghindari Keburukan. Dengan taat kepada Allah, mereka terhindar dari hal-hal yang dapat merusak jiwa, seperti perbuatan dosa, maksiat, dan keburukan lainnya. Perasaan bersih dari dosa juga menambah kenikmatan dalam ketaatan.

Semua ini menjadikan ketaatan sebagai sesuatu yang mereka nikmati, bukan sekadar kewajiban, tapi sesuatu kebutuhan apalagi merasa seperti tertipu oleh agamanya tetapi sebagai sumber ketenangan, kebahagiaan, dan kedekatan dengan Allah.

“Ya Allah, kami memohon kepada-Mu ketaatan kepada-Mu dan ketaatan kepada Rasul-Mu, serta kebaikan dalam mengikuti perintah-Mu, dan keridhaan atas segala yang telah Engkau tetapkan bagi kami. Ya Allah, teguhkanlah kami di atas agama-Mu, ilhamkanlah kepada kami ketepatan dalam perkataan dan perbuatan, dan bimbinglah kami untuk taat kepada-Mu dalam segala keadaan. Jadikanlah kami termasuk orang-orang yang bertakwa dan senantiasa mengingat-Mu. Dengan rahmat-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pengasih dari segala yang mengasihi.”