5 Konsep Islam sebagai “Rahmatan Lil Aalamiin”

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

وَنَا دٰۤى  اَصْحٰبُ  النَّا رِ  اَصْحٰبَ  الْجَـنَّةِ  اَنْ  اَفِيْضُوْا  عَلَيْنَا  مِنَ  الْمَآءِ  اَوْ  مِمَّا  رَزَقَكُمُ  اللّٰهُ  ۗ قَا لُـوْۤا  اِنَّ  اللّٰهَ  حَرَّمَهُمَا  عَلَى  الْـكٰفِرِ يْنَ

“Para penghuni neraka menyeru para penghuni surga, Tuangkanlah (sedikit) air kepada kami atau rezeki apa saja yang telah dikaruniakan Allah kepadamu. Mereka menjawab, Sungguh, Allah telah mengharamkan keduanya bagi orang-orang kafir,”(QS. Al-A’raf 7: Ayat 50)

Di syurga dan neraka sudah tidak ada mamfaatnya berbagi kepada orang lain, berbagi itu di dunia

Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Ayat ini menerangkan, bahwa penghuni neraka meminta tolong kepada penghuni surga agar diberikan sedikit air atau makanan kepada mereka sebagai rezeki dan pemberian Allah kepada penghuni surga. Penghuni neraka sudah sangat haus dan lapar, karena panasnya api neraka. Maka dengan tidak malu-malu mereka minta tolong kepada penghuni surga agar diberi air dan makanan, sebenarnya mereka sudah tahu, bahwa permintaan mereka tidak akan berhasil, bahkan hanya untuk menambah siksaan saja kepada mereka.

Maka permintaan mereka mendapat jawaban yang cukup menyedihkan perasaan mereka, menambah haus dan lapar mereka. Penghuni surga menjawab, “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan air dan makanan bagi orang-orang kafir, sebagaimana Allah mengharamkan mereka masuk surga dan menambah pedih siksaan neraka bagi mereka. Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas:
“Bahwa seorang penghuni neraka memanggil kawannya,”Wahai saudaraku, tolonglah aku, sesungguhnya aku telah terbakar, maka berikanlah sedikit air kepadaku. Maka dikatakanlah kepada saudaranya (yang diminta pertolongan) itu. Jawablah permintaan itu. Maka saudaranya membacakan ayat ini, “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya bagi orang-orang kafir.” (Riwayat Ibnu Jarir dari Ibnu ‘Abbas)

Mengharamkan pemberian kepada orang kafir itu di akhirat, di dunia Islam adalah rahmatan lil alamin, berbagi dan memberi tidak memandang apakah muslim atau bukan muslim.
(T): Apakah bisa memberi contoh kongkrit bahwa islam sebagai rahmatan lil alamin ?
(AI): Tentu, berikut adalah beberapa contoh konkret yang menunjukkan prinsip Islam sebagai rahmatan lil alamin, yang berarti rahmat bagi seluruh alam:

  1. Konsep Keadilan Sosial: Islam mendorong umatnya untuk menegakkan keadilan sosial dan membantu mereka yang membutuhkan, baik Muslim maupun non-Muslim. Prinsip zakat, yang merupakan kewajiban memberikan sebagian dari kekayaan kepada mereka yang kurang beruntung, adalah salah satu contoh implementasi prinsip ini.
  2. Perlindungan Lingkungan: Islam mengajarkan umatnya untuk menjaga dan melindungi lingkungan alam. Ini tercermin dalam ajaran-ajaran Islam tentang kebersihan, pelestarian sumber daya alam, dan tanggung jawab terhadap makhluk hidup lainnya.
  3. Kerukunan Antarumat Beragama: Islam mendorong perdamaian dan toleransi antarumat beragama. Sejarah Islam penuh dengan contoh di mana umat Muslim memberikan perlindungan kepada minoritas agama dan hidup berdampingan secara damai dengan mereka.
  4. Kemanusiaan dalam Konflik: Dalam situasi konflik atau bencana, ajaran Islam mendorong umatnya untuk memberikan bantuan kepada mereka yang terkena dampak, tanpa memandang agama, etnis, atau kepercayaan mereka.
  5. Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan: Islam menekankan pentingnya pendidikan dan pengetahuan sebagai sarana untuk membangun masyarakat yang beradab dan berdaya. Inisiatif untuk menyebarkan ilmu pengetahuan dan memajukan pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat adalah wujud dari prinsip rahmatan lil alamin.

Contoh-contoh ini menunjukkan bagaimana prinsip Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam tidak hanya berlaku dalam konteks spiritual, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari dan interaksi sosial umat manusia.

Doa yang sering didawamkan selama bulan ramadhan ;

“Allahumma inna nas aluka ridhooka wal jannata, wa na’uudzubika min sakhothika wannaar. Allahumma innaka ‘afuwwun kariim, yuhibbul ‘afwa fa’fu’annaa wa waalidayna wa ‘anjamii’il muslimiina wal muslimaati birohmatika yaa arhamarroohimiin.”

“Ya Allah, kami memohon ke hadirat-Mu untuk mendapatkan keridhaan-Mu dan surga-Mu. Dan kami berlindung dari kemurkaan-Mu dan dari siksa api neraka. Ya Allah, Engkau Maha Pengampun lagi Mahamulia. Engkau suka mengampuni, karena itu ampunilah kami dan ampunilah ibu bapak kami serta seluruh kaum muslimin dan muslimat dengan kasih sayang-Mu, wahai Tuhan yang Maha Penyayang.”