4 Tipe Orang ketika Mendengarkan Seruan Rasul

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

وَلَوْ  عَلِمَ  اللّٰهُ  فِيْهِمْ  خَيْرًا  لَّاَسْمَعَهُمْ  ۗ وَلَوْ  اَسْمَعَهُمْ  لَـتَوَلَّوْا  وَّهُمْ  مُّعْرِضُوْنَ

“Dan sekiranya Allah mengetahui ada kebaikan pada mereka, tentu Dia jadikan mereka dapat mendengar. Dan jika Allah menjadikan mereka dapat mendengar, niscaya mereka berpaling, sedang mereka memalingkan diri.” (QS. Al-Anfal 8: Ayat 23)

Dalam hati mereka telah bersarang keingkaran dan kekafiran, sehingga sulit memahami seruan Rassul apalagi mengamalkannya

Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Allah memberikan pernyataan terhadap orang-orang munafik dan orang-orang musyrik bahwa andaikata mereka mempunyai kemauan untuk beriman dan harapan untuk mengikuti petunjuk yang disampaikan oleh Rasulullah, tentulah Allah menjadikan mereka dapat mendengar. Tetapi lantaran bakat mereka, untuk menerima petunjuk Allah telah dikotori dengan noda-noda kemusyrikan dan kenifakan, maka tidak ada jalan lain lagi untuk mengarahkan bakat-bakat mereka untuk menerima petunjuk.

Seumpama Allah menjadikan mereka dapat memahami seruan Rasul itu tentulah mereka enggan melaksanakan apa yang mereka dengar, apa lagi untuk mengamalkannya, karena di dalam hati mereka telah bersarang keingkaran dan kekafiran. Dari firman Allah itu dapat dipahami bahwa derajat orang yang mendengarkan seruan Rasul itu bertingkat-tingkat.

  1. Ada orang yang sengaja tidak mau mendengarkan seruan Rasul secara terang-terangan dan menyambutnya dengan permusuhan sejak semula, karena mereka merasa bahwa seruannya itu akan menghancurkan keyakinannya.
  2. Ada orang yang mendengarkan seruan Rasul, akan tetapi tidak berniat untuk memahami dan memikirkan apa yang diserukan, seperti orang-orang munafik.
  3. Ada orang yang mendengarkan seruan Rasul dengan maksud mencari kesempatan untuk membantah dan menolaknya. Hal serupa ini dilakukan oleh orang-orang musyrik dan ahli kitab yang mengingkari kebenaran ayat Al Qur’an.
  4. Ada orang yang mendengarkan dengan maksud ingin memahami dan memikirkan seruan Rasul. Tetapi adakalanya ajaran Islam itu dijadikan sebagai pengetahuan yang dipergunakan untuk tujuan-tujuan tertentu dan adakalanya ajaran Islam itu dijadikan bahan pembicaraan dan sasaran kritikan. Perbuatan ini dilakukan oleh kebanyakan orang-orang orientalis.

Semoga kita diberi kemudahan untuk mengikuti dan mentaati seruan rassul nabi Muhammad SAW;

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu keteguhan di atas agama-Mu, kelapangan dalam ketaatan kepada-Mu, dan mengikuti sunnah Nabi-Mu Muhammad ﷺ dengan segala kemudahan dan taufik. Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang mendengarkan seruan, lalu mengikuti yang terbaik darinya. Berilah kami hati yang khusyuk dan akal yang bercahaya.”