Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

Banyak orang yang memiliki mindset bahwa prospek karir lulusan pesantren itu sulit. Sehingga banyak orang tua yang akhirnya memilih sekolah negeri atau swasta agar karir anak kedepannya akan jauh lebih baik daripada karir lulusan pesantren, namun apakah benar demikian?
Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tradisional yang para siswanya tinggal bersama dan belajar dibawah bimbingan guru yang lebih dikenal dengan sebutan kyai dan mempunyai asrama untuk tempat menginap santri. Pesantren juga dibagi menjadi beberapa jenis, Menurut KEMENAG pesantren dibagi menjadi tiga tipe pesantren, yaitu Pesantren Salafiyah, Pesantren Khalafiyah (Ashriyah) dan Pesantren Kombinasi.
Pesantren Salafiyah atau Salaf merupakan sebutan bagi pondok pesantren yang mengkaji kitab-kitab kuning (kitab kuno). Pesantren salaf identik dengan pesantren tradisional (klasik). Adapun ciri dari pesantren salaf ini biasanya memiliki sistem penerimaan santri tanpa seleksi. Setiap santri yang masuk langsung diterima. Sedangkan penempatan kelas sesuai dengan kemampuan dasar ilmu agama yang dimiliki sebelumnya.
Di Indonesia sendiri pesantren salafiyah ini adalah pesantren seperti :
Biasanya pondok pesantren salaf ini berada dibawah naungan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI NU).
Pesantren Khalafiyah (Asyariyah) atau terkenal dengan pesantren modern merupakan pesantren hasil modifikasi dari pesantren salafiyah, dimana terdapat beberapa ciri khas khusus dari pesantren modern ini yaitu :

Pesantren modern Al Masoem sebagai pesantren modern terbaik di Jawa Barat
Pesantren modern di Indonesia juga sering dikenal dengan sekolah berasrama atau boarding school berbasis agama islam. Bahkan dalam beberapa kasus banyak sekali pesantren salaf yang beradaptasi menjadi pesantren modern demi mengikuti perkembangan zaman. Dan saat ini ada beberapa pondok pesantren modern yang menjadi salah satu pesantren terbaik di Indonesia seperti :
Pesantren modern secara umum rata rata merupakan sebuah sekolah formal yang memiliki sistem pembelajaran kepesantrenan didalamnya, kelebihannya jelas sangat banyak selain memberikan ilmu dunia dan akhirat pesantren ini juga memiliki prospek karir lulusan yang jauh lebih baik dari pada pesantren salafiyah.
Pesantren campuran atau kombinasi salaf modern merupakan jenis pesantren salaf yang seiring berjalannya waktu berubah menjadi pesantren modern. Ini jenis pesantren yang unik dan bersifat hybrid karena dalam beberapa kasus ada pesantren yang didirikan pertama kali dengan jenis pesantren salaf kemudian seiring berjalannya waktu berubah haluan menjadi pesantren modern dengan menambahkan sistem pendidikan formal seperti bahasa arab dan bahasa inggris disamping pendidikan kitab kuning. Tapi tidak ada pesantren modern yang mereka berubah menjadi pesantren salaf, belum pernah ada kasus seperti itu paling hanya pesantren modern yang memberikan opsi pelajaran kitab kuning seperti pesantren salaf sebagai salah satu pelajaran bawaan di pondok pesantrennya.
Adapun beberapa pesantren salaf yang berubah haluan menjadi pesantren modern diantaranya adalah :
Sekarang kita ke bahasan inti benarkah prospek karir lulusan pesantren itu sulit? Yang jadi pertanyaan bukan sulit atau tidak tapi lebih kepada jenis pesantren apa dulu yang akan kita bahas? Karena jenis pesantren di Indonesia ini dibagi menjadi tiga jenis jadi kita akan bahas semuanya secara sederhana dan semoga mudah untuk dipahami.

Prospek karir lulusan pesantren itu sulit bagi mereka yang belajar menjadi seorang ilmuwan atau dokter atau berbagai macam karir lainnya yang bersifat universal tapi perlu digaris bawahi itu hanya berlaku di pesantren salaf. Adapun faktor penyebab prospek karir lulusan pesantren salaf lebih “terhambat” dibandingkan dengan pesantren modern diantaranya karena :
Kuota SNMPTN pesantren salaf, sekolah formal bahkan pesantren modern (seperti yang kita bahas sebelumnya pesantren modern menggunakan kurikulum diknas/kemenag bahkan beberapa kasus seperti Al Ma’soem kami menggunakan kurikulum diknas dan Al Masoem serta kurikulum KEMENAG dan Al Masoem untuk pesantren) memiliki kuota yang sama yaitu 40% per angkatan untuk akreditasi “A”. Akreditasi “B” adalah 25% dan “C” adalah 5% Terbaik dari sekolahnya. Namun yang jadi momok bagi anak pesantren salaf yang memang fokus kepada hafalan Quran dan kitab kuning. Namun semua juga tergantung dari siswanya itu sendiri mampu atau tidak untuk menjadi siswa terbaik di sekolahnya, tapi perlu diingat dan digaris bawahi juga, di pesantren salaf fokus utama siswa atau santri belajar adalah ilmu akhirat tapi hanya 30% saja ilmu dunianya. Maka dari itu seperti yang kamu bilang di awal karir di pesantren salaf lebih terlambat dibandingkan dengan pesantren modern apalagi sekolah formal biasa. Tapi ini berbeda jika anda memang ingin menjadi seorang guru agama dan ingin menjadi seorang ustadz maka pesantren salaf merupakan pilihan terbaik untuk anda. Intinya plus minus semua tergantung kebutuhan anda sebagai seorang yang akan mengejar karir anda kedepannya nanti.

Ini hal yang disenangi orang tua namun menjadi momok bagi santri itu sendiri adalah banyaknya larangan yang bersifat “positif” juga bagi santrinya yaitu adalah larangan penggunaan smartphone selama di pesantren. Seperti yang kita ketahui juga smartphone itu bersifat fleksibel dia bisa menjadi hal yang bagus jika digunakan dengan bijak tapi dia akan menjadi bumerang jika digunakan untuk yang tidak bermanfaat. Uniknya pada anak usia remaja smartphone ini malah menjadi sumber masalah utama atas karir mereka di masa depan. Betul beberapa santri mengungkapkan bahwa penggunaan smartphone di sekolah adalah pembatasan perkembangan diri untuk menjadi seorang ilmuwan dan engineer di pesantren tapi nyatanya tidak demikian.

Nyatanya tidak demikian, santri banyak yang menyalahgunakan smartphone untuk membuka situs porno, walaupun banyak situs yang sudah diblokir pemerintah tapi dengan VPN semua bisa dibuka dengan mudah. Dibandingkan dengan manfaat lebih banyak mudharatnya. Di pesantren salaf smartphone memang sangat dibatasi bahkan tidak boleh maka dari itu jika karir anda adalah ingin menjadi seorang ilmuwan dan engineer lebih baik anda tidak ke pesantren tapi lebih baik anda ambil sekolah formal biasa saja tapi jika anda ingin menjadi seorang ilmuwan dan engineer yang tidak lupa akan ibadah dan tidak pernah lupa dengan Allah SWT anda wajib masuk pesantren modern. Di pesantren modern smartphone memang tidak diperbolehkan tapi berbeda dengan pesantren salaf, pesantren modern masih menyediakan komputer sebagai bahan perkembangan teknologi siswa dan juga smartphone bisa “dilegalkan” jika memenuhi beberapa syarat seperti :
Jadi di pesantren salaf tidak diperbolehkan berbeda dengan pesantren modern yang masih memperbolehkan santri membawa smartphone jika itu untuk keperluan yang penting seperti keperluan saat ekstrakurikuler.

Jadi bagaimana Prospek Karir Lulusan Pesantren apakah baik atau buruk? Ternyata tidak buruk jika anda paham kebutuhan anda kemana dan akan menjadi apa. intinya jika anda ingin menjadi seorang ustadz, pesantren salaf menjadi pilihan utama yang bisa anda ambil sedangkan jika anda ingin lulus PTN dengan baik dan bisa mengembangkan soft skill anda tapi tidak melupakan ilmu agama maka pesantren modern menjadi pilihan utama bagi anda. Intinya Prospek Karir Lulusan Pesantren itu baik tergantung dari kebutuhan masing masing.