Images 2026 09 25T172317.119

Program Company Visit ke Perusahaan Start-Up dan BUMN Terkemuka

Pembelajaran di tingkat SMA tidak harus selalu berlangsung di dalam kelas. Siswa juga membutuhkan pengalaman untuk melihat bagaimana pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari digunakan dalam lingkungan profesional. Salah satu kegiatan yang dapat memberikan pengalaman tersebut adalah program company visit ke perusahaan start-up dan BUMN.

Kegiatan kunjungan perusahaan dapat menjadi sarana bagi siswa SMA Internasional Al Masoem untuk mengenal dunia kerja secara lebih dekat. Siswa dapat memperoleh gambaran mengenai berbagai bidang pekerjaan, budaya organisasi, teknologi, komunikasi profesional, serta keterampilan yang dibutuhkan setelah menyelesaikan pendidikan.

Mengenal Dunia Profesional Sejak SMA

Siswa SMA berada pada tahap ketika mereka mulai mempertimbangkan pilihan pendidikan lanjutan dan karier. Namun, gambaran mengenai dunia kerja terkadang masih bersifat teoritis.

Company visit dapat memberikan pengalaman langsung mengenai bagaimana sebuah organisasi menjalankan aktivitasnya. Siswa dapat melihat bahwa sebuah perusahaan membutuhkan banyak bidang, mulai dari teknologi, keuangan, pemasaran, sumber daya manusia, operasional, hingga komunikasi.

Pengalaman ini dapat memperluas wawasan mengenai pilihan karier.

Belajar dari Lingkungan Start-Up

Start-up sering dikenal dengan karakter lingkungan kerja yang dinamis dan pemanfaatan teknologi. Melalui kunjungan yang dirancang dengan baik, siswa dapat mempelajari bagaimana sebuah ide dikembangkan menjadi produk atau layanan.

Siswa dapat dikenalkan dengan proses seperti identifikasi masalah, pengembangan produk, pemasaran digital, hingga evaluasi pengguna.

Yang penting, siswa memahami bahwa membangun perusahaan tidak hanya membutuhkan ide. Diperlukan perencanaan, kerja tim, pengelolaan sumber daya, dan kemampuan beradaptasi.

Mengenal BUMN dan Skala Organisasi Besar

Kunjungan ke lingkungan BUMN dapat memberikan perspektif berbeda mengenai organisasi dengan skala operasional yang luas. Siswa dapat memahami bahwa perusahaan besar memiliki berbagai divisi dan sistem kerja yang saling terhubung.

Dari pengalaman tersebut, siswa dapat melihat pentingnya prosedur, profesionalisme, komunikasi, dan tanggung jawab dalam organisasi.

Pembelajaran akan lebih bermakna apabila siswa diberi kesempatan bertanya kepada profesional mengenai pengalaman pendidikan dan pekerjaan mereka.

Menghubungkan Pelajaran dengan Pekerjaan

Company visit dapat menghubungkan mata pelajaran dengan penerapannya di dunia profesional. Pengetahuan matematika, misalnya, dapat digunakan dalam analisis data dan keuangan. Kemampuan bahasa dapat digunakan dalam komunikasi. Teknologi dapat diterapkan dalam pengembangan sistem.

Siswa dapat melihat bahwa berbagai mata pelajaran tidak berdiri sendiri.

Pemahaman ini dapat membantu siswa mempertimbangkan bidang studi yang ingin mereka pelajari setelah lulus.

Membangun Kemampuan Bertanya

Sebelum kunjungan, siswa dapat diminta menyiapkan pertanyaan. Pertanyaan tersebut dapat berkaitan dengan proses kerja, keterampilan yang dibutuhkan, pendidikan yang relevan, atau tantangan dalam bidang tertentu.

Kebiasaan menyiapkan pertanyaan membantu siswa menjadi peserta yang aktif. Mereka tidak hanya datang untuk melihat lingkungan perusahaan, tetapi juga memanfaatkan kesempatan untuk memperoleh informasi.

Etika Profesional

Kunjungan perusahaan juga dapat menjadi kesempatan untuk belajar mengenai etika profesional. Siswa perlu memahami cara berpakaian yang sesuai, menjaga sopan santun, mengikuti aturan perusahaan, dan menghormati waktu narasumber.

Hal sederhana seperti datang tepat waktu dan memperhatikan penjelasan merupakan bagian dari pembelajaran.

Kebiasaan tersebut dapat menjadi bekal ketika siswa mengikuti kegiatan magang, organisasi, maupun pendidikan tinggi.

Dokumentasi dan Refleksi

Setelah kunjungan, siswa dapat membuat laporan atau refleksi. Mereka dapat menuliskan hal yang dipelajari, bidang pekerjaan yang menarik perhatian, serta keterampilan yang ingin dikembangkan.

Refleksi membantu siswa mengubah pengalaman menjadi pembelajaran yang lebih terstruktur.

Jika kegiatan dilakukan secara berkelompok, siswa juga dapat membuat presentasi mengenai hasil observasi.

Mengembangkan Career Awareness

Salah satu tujuan penting company visit adalah meningkatkan career awareness. Siswa dapat mengenal berbagai profesi yang sebelumnya mungkin belum mereka ketahui.

Seorang siswa yang awalnya hanya mengenal profesi dokter, guru, atau insinyur dapat mengetahui adanya pekerjaan seperti product manager, data analyst, UX designer, digital marketer, cybersecurity specialist, atau sustainability officer.

Pengetahuan tersebut dapat memperluas pilihan ketika siswa mulai merencanakan pendidikan tinggi.

Tetap Memperhatikan Relevansi

Company visit akan lebih bermanfaat jika perusahaan yang dikunjungi memiliki hubungan dengan tujuan pembelajaran. Kegiatan dapat dirancang berdasarkan tema tertentu sehingga siswa memiliki fokus pengamatan.

Kunjungan bukan sekadar aktivitas keluar sekolah, tetapi bagian dari pembelajaran yang memiliki tujuan dan evaluasi.

Kesimpulan

Program company visit ke perusahaan start-up dan BUMN dapat memberikan pengalaman pembelajaran kontekstual bagi siswa SMA Internasional Al Masoem. Melalui kegiatan tersebut, siswa dapat mengenal dunia profesional, memahami penerapan ilmu, mengembangkan kemampuan bertanya, dan memperoleh gambaran mengenai berbagai pilihan karier.

Dengan persiapan sebelum kunjungan dan refleksi setelah kegiatan, pengalaman tersebut dapat menjadi bagian dari proses penelusuran minat dan perencanaan pendidikan tinggi. Siswa pun dapat memahami bahwa persiapan karier tidak harus menunggu setelah lulus sekolah, tetapi dapat dimulai melalui pengalaman belajar yang relevan sejak SMA.