Images (40)

Perbedaan Pesantren Modern vs Pesantren Salaf: Mengapa Al Ma’soem Menyediakan Ekstrakurikuler Musik Gitar dan Biola Islami?

Perkembangan dunia pendidikan Islam membuat masyarakat memiliki semakin banyak pilihan pesantren. Jika dahulu masyarakat lebih sering membedakan pesantren berdasarkan tradisional dan modern, saat ini pilihan pendidikan menjadi lebih beragam.

Ada pesantren yang fokus pada kajian kitab dan pendidikan keagamaan. Ada pesantren modern yang menggabungkan pendidikan agama dengan kurikulum sekolah formal. Ada pula boarding school yang memadukan pendidikan formal, agama, bahasa, olahraga, seni, dan pengembangan bakat.

Perbedaan tersebut sering menimbulkan pertanyaan: apa sebenarnya perbedaan pesantren modern dan pesantren salaf?

Pertanyaan tersebut menjadi semakin menarik ketika sebuah lembaga pendidikan menyediakan kegiatan seni seperti gitar dan biola.

Al Ma’soem dikenal sebagai lembaga pendidikan yang mengembangkan berbagai kegiatan pengembangan diri. Seni musik dapat menjadi salah satu ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas, kepercayaan diri, dan kemampuan bekerja sama.

Mengenal Pesantren Salaf

Pesantren salaf atau salafiyah umumnya memiliki tradisi pembelajaran Islam yang kuat dengan penekanan pada kajian keagamaan dan kitab-kitab klasik.

Metode pendidikan dapat mencakup pengajian, sorogan, bandongan, hafalan, dan bentuk pembelajaran lain yang berkembang dalam tradisi pesantren.

Fokus dan karakter setiap pesantren salaf tentu tidak sama.

Ada yang sangat kuat pada bidang fikih.

Ada yang menitikberatkan pada ilmu alat.

Ada yang memiliki program tahfidz.

Karena itu, tidak tepat jika seluruh pesantren salaf dianggap memiliki sistem yang persis sama.

Apa Itu Pesantren Modern?

Pesantren modern umumnya berusaha menggabungkan pendidikan keagamaan dengan pendidikan umum dan keterampilan yang relevan dengan kehidupan masa kini.

Santri dapat belajar agama sekaligus mengikuti pembelajaran akademik.

Selain itu, kegiatan bahasa, olahraga, seni, teknologi, dan organisasi dapat menjadi bagian dari kehidupan pendidikan.

Tujuannya adalah mempersiapkan santri menghadapi lingkungan yang lebih luas.

Al Ma’soem dan Konsep Pendidikan Terpadu

Al Ma’soem mengembangkan lingkungan pendidikan yang menggabungkan sekolah dan boarding school.

Santri dapat mengikuti pendidikan formal sekaligus memperoleh pembinaan keagamaan di lingkungan pesantren.

Model seperti ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk memperoleh pendidikan dengan cakupan yang lebih luas.

Mengapa Musik Bisa Menjadi Ekstrakurikuler?

Seni musik dapat menjadi sarana pendidikan.

Melalui musik, siswa belajar ritme, koordinasi, konsentrasi, kreativitas, dan kerja sama.

Dalam kelompok musik, setiap anggota harus memperhatikan anggota lain.

Jika satu orang bermain terlalu cepat, keseluruhan permainan dapat terganggu.

Situasi tersebut mengajarkan pentingnya mendengarkan dan menyesuaikan diri.

Gitar dan Biola sebagai Media Kreativitas

Gitar dan biola memiliki karakter yang berbeda.

Gitar dapat digunakan untuk memainkan melodi, harmoni, maupun iringan.

Biola memiliki karakter suara yang berbeda dan membutuhkan teknik khusus dalam menghasilkan nada.

Belajar kedua alat musik tersebut membutuhkan latihan.

Siswa belajar bahwa keterampilan tidak muncul secara instan.

Musik dan Pendidikan Karakter

Kegiatan seni dapat membantu pembentukan karakter.

Siswa harus berlatih secara konsisten.

Ia harus menerima koreksi.

Ia juga perlu tampil di depan orang lain.

Semua pengalaman tersebut dapat membangun rasa percaya diri.

Jika siswa melakukan kesalahan saat tampil, ia belajar untuk tidak mudah menyerah.

Apakah Musik Harus Selalu Dikaitkan dengan Hiburan?

Tidak.

Musik dapat menjadi media pendidikan dan kreativitas.

Dalam konteks pendidikan Islam, penggunaan musik perlu ditempatkan sesuai kebijakan dan nilai yang diterapkan oleh lembaga.

Karena itu, istilah “musik Islami” sebaiknya dipahami dalam konteks kegiatan dan lingkungan pendidikan yang digunakan.

Orang tua dapat menanyakan secara langsung jenis musik, materi, instrumen, dan bentuk kegiatan yang diberikan.

Pesantren Modern Tidak Berarti Mengurangi Pendidikan Agama

Ini merupakan salah satu kesalahpahaman yang perlu diluruskan.

Modernisasi pesantren tidak otomatis berarti mengurangi pendidikan agama.

Sebuah pesantren dapat tetap memiliki pembinaan agama yang kuat sambil memberikan pendidikan akademik dan keterampilan.

Yang berubah adalah cakupan program pendidikan.

Keseimbangan Menjadi Kunci

Santri perlu memiliki keseimbangan.

Waktu belajar agama tidak boleh hilang karena kegiatan seni.

Sebaliknya, kegiatan seni juga tidak harus dianggap bertentangan dengan pengembangan pendidikan apabila sesuai dengan kebijakan lembaga.

Jadwal yang teratur dapat membantu santri mengikuti berbagai kegiatan.

Manfaat Bermain Alat Musik

Belajar alat musik dapat melatih koordinasi antara pikiran dan gerakan.

Siswa harus membaca notasi atau pola permainan, mengingat teknik, menggerakkan tangan, dan mendengarkan hasilnya.

Proses tersebut membutuhkan konsentrasi.

Musik dan Kepercayaan Diri

Anak yang awalnya malu tampil dapat memperoleh pengalaman positif melalui kegiatan musik.

Ketika ia berhasil memainkan lagu di depan teman, rasa percaya dirinya dapat tumbuh.

Jika kegiatan dilakukan secara berkelompok, ia juga belajar berkomunikasi.

Perbandingan Secara Objektif

Memilih pesantren modern atau salaf seharusnya tidak dilakukan berdasarkan label semata.

Orang tua perlu melihat:

  • visi pendidikan;
  • program agama;
  • kurikulum;
  • metode pembelajaran;
  • fasilitas;
  • kehidupan asrama;
  • kegiatan ekstrakurikuler;
  • sistem disiplin;
  • program tahfidz;
  • kualitas pembina;
  • kebutuhan anak.

Setiap pesantren memiliki karakter berbeda.

Anak dan Minat Seni

Tidak semua anak memiliki minat yang sama.

Ada anak yang senang olahraga.

Ada yang menyukai teknologi.

Ada yang tertarik pada seni.

Ada pula yang sangat menyukai kegiatan keagamaan.

Lingkungan pendidikan yang menyediakan banyak pilihan dapat membantu anak menemukan bidang yang sesuai.

Musik sebagai Kegiatan Sosial

Kegiatan musik kelompok dapat memperkuat interaksi sosial.

Siswa belajar mendengarkan teman.

Mereka belajar menunggu giliran.

Mereka juga belajar menyesuaikan volume dan tempo.

Hal-hal sederhana tersebut sebenarnya merupakan latihan kehidupan sosial.

Pentingnya Pembinaan

Ekstrakurikuler yang baik membutuhkan pembina atau pelatih.

Siswa perlu mendapatkan arahan teknik dan etika.

Kegiatan juga harus sesuai dengan aturan lembaga.

Dengan demikian, seni dapat menjadi bagian dari pendidikan yang terarah.

Kesimpulan

Perbedaan antara pesantren modern dan pesantren salaf tidak seharusnya dilihat sebagai persaingan antara sistem yang baik dan buruk. Keduanya memiliki karakter, tradisi, dan fokus yang dapat berbeda.

Pesantren salaf umumnya kuat pada tradisi keilmuan Islam dan kajian kitab, sedangkan pesantren modern cenderung menggabungkan pendidikan agama dengan pendidikan umum dan berbagai keterampilan.

Al Ma’soem menawarkan model pendidikan yang menggabungkan sekolah formal, pesantren, boarding, dan pengembangan diri.

Kegiatan seni seperti gitar dan biola dapat menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas, konsentrasi, kepercayaan diri, dan kemampuan bekerja sama.

Yang paling penting adalah bagaimana kegiatan tersebut ditempatkan dalam kerangka pendidikan yang sesuai dengan nilai dan kebijakan lembaga.

Orang tua sebaiknya tidak hanya bertanya apakah pesantren menyediakan musik atau olahraga. Pertanyaan yang lebih penting adalah bagaimana kegiatan tersebut dikelola, apa tujuannya, siapa pembinanya, dan bagaimana keseimbangannya dengan pendidikan agama serta akademik.

Dengan cara tersebut, pilihan pesantren dapat dilakukan secara lebih objektif dan sesuai kebutuhan anak.