Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

Setiap orang tua yang melihat program pondok pesantren putri yang relevan dengan visi misi pengasuhan, tentu akan sepakat untuk menyekolahkan buah hatinya di asrama. Pesantren adalah sebuah lembaga yang akan memberikan edukasi baik terkait dengan kemandirian dan karakter anak untuk kehidupan sehari-hari.
Ada beberapa program pondok pesantren yang akan mendukung tujuan dalam melatih kemandirian santri di dalamnya. Di antaranya adalah sebagai berikut.
Sekolah SMP dan SMA di dalam pondok pesantren di Indonesia memiliki organisasi sekolah yang akan memberikan kesempatan kepada santri untuk melakukan kreativitas. Di dalam organisasi, siswa diperkenankan untuk menyalurkan semua pemikiran untuk dikembangkan dan direalisasikan bersama-sama.
Organisasi sekolah dan asrama umumnya akan berkaitan dengan program pendidikan yang dijalankan di sekolah. Hal ini akan membuat para santri tersebut bisa memaksimalkan potensi terbaiknya. Organisasi di sekolah biasanya berkaitan dengan leadership, sehingga hal ini akan memancing kerja sama oleh semua pihak yang terkait di dalamnya.
Salah satu program pondok pesantren putri yang cukup memberikan pengaruh pada kemandirian santri adalah adanya kegiatan ekstrakurikuler sesuai dengan minat. Pasalnya, ketika seseorang menjalankan sesuatu sesuai dengan kegemaran dan passion-nya, maka hasil yang akan didapatkan juga akan lebih maksimal.
Pondok Pesantren Al Masoem melihat potensi tersebut pasti ada dalam setiap diri para santri. Tak mengherankan bila pondok pesantren ini memberikan berbagai fasilitas yang menunjang untuk semua kegiatan santri selama di sekolah dan di asrama.
Berbagai kegiatan yang ada di pesantren, biasanya dirancang sesuai dengan patokan waktu yang telah menjadi aturan. Maka, langkah ini adalah sebuah upaya dari sekolah dan pesantren agar para santri lebih taat dan bisa melakukan manajemen waktu dengan baik.
Kemampuan untuk mengatur waktu memang harus jadi sebuah kebiasaan. Ketika kebiasaan menjadi sebuah rutinitas, maka keberhasilan program pondok pesantren putri untuk bekal kemandiriannya dapat dikatakan berhasil.
Salah satu program yang dimunculkan dalam pondok pesantren Al Masoem adalah pendidikan karakter. Basic life skills dan pengetahuan tentang adab serta attitude adalah salah satu ciri khas yang terus dikembangkan dan ditanamkan untuk para santri.
Pendidikan karakter ini tak hanya disampaikan melalui para ustadz dan guru, melainkan juga diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Tak heran, banyak siswa atau santri yang merasa betah di asrama karena adanya kebersamaan, kekeluargaan, dan penerimaan yang besar karena hal ini adalah salah satu penerapan program pondok pesantren putri yang paling real bisa dirasakan.
Di sekolah, beragam perangkat canggih teknologi dan komputer disediakan untuk para siswa. Keterampilan berpikir mandiri sudah mulai diterapkan untuk memancing para siswa agar dapat mengembangkan dirinya pada bidang keilmuan yang ditekuni masing-masing.
Di Al Masoem, terdapat beberapa keilmuan seperti bahasa, kesenian, olahraga, dan lainnya. Semua siswa diberikan kesempatan untuk memilih dan fokus pada beberapa fasilitas di dalamnya. Bahkan ada lokasi berkuda dan memanah yang cukup membuat para santri bersemangat mengikuti olahraga sunnah Nabi tersebut.
Di sisi lain terdapat pula beberapa olimpiade yang akan membuat santri semakin bersemangat menuntut ilmu. Mulai dari olimpiade olahraga, olimpiade sains dan matematika, bahkan juga olimpiade debat berbagai bahasa. Dengan fokus yang baik untuk mengikuti setiap kompetisi, diharapkan bisa membuat para santri semakin termotivasi untuk mempersembahkan hal terbaik untuk sekolah dan pesantren.
Tak hanya fasilitas penunjang saja, program pondok pesantren putri yang bisa menunjang kemandirian mereka juga didukung dengan keberadaan para guru. Dedikasi dan pengorbanan para guru demo para santri yang cerdas, bermanfaat, dan bisa membagi ilmu dan pengalaman selama di pesantren dengan orang lain dan masyarakat yang lebih luas.
Sebagaimana asrama pada umumnya, beberapa program dalam pondok pesantren putri tentu dicanangkan untuk kebaikan para santri. Dengan adanya aturan, maka santri akan belajar untuk bisa menghargai tempat belajarnya, sekaligus memahami bahwa segala hal yang ada di sana memang bertujuan demi kebaikan semua pihak di dalamnya.
Aturan tentang larangan berpacaran tentu beralasan. Selain karena dilarang agama, umumnya pacaran tidak akan memberikan manfaat yang baik untuk para santri. Pacaran hanya akan membuat fokus santri berkurang, serta sederet kemaksiatan yang terjadi di dalamnya.
Aturan tentang menghargai orang lain menjadi sebuah patokan tata krama yang harus terus disambung kepada siapa saja. Menghargai orang lain adalah wujud dari upaya menghargai diri sendiri pula. Menghargai orang lain adalah apresiasi dan bentuk perilaku baik yang akan membuat santri bisa berbaur dengan masyarakat yang lebih luas.
Aturan larangan membawa beberapa peralatan elektronik dan benda-benda tajam tentu memiliki alasan. Selain itu, segala hal yang berkaitan dengan kesenian sudah disediakan lengkap sebagai bentuk support sekolah kepada para santri. Program pondok pesantren putri ini tentu bertujuan untuk kemaslahatan bersama.
Aturan berpakaian juga cukup ketat di dalam Al Masoem. Bagi para santri putri, sebaiknya mengenakan pakaian yang longgar, menggunakan kaos kaki, menutup jilbab hingga dada, serta memperhatikan tutur kata. Perempuan yang baik harus bisa mengerti hak dan kewajibannya sebagai individu dan makhluk sosial.
Pendidikan di asrama yang memiliki aturan berbeda pasti akan memberikan pengaruh. Dengan berbagai program pondok pesantren putri yang banyak mengedepankan proses pembelajaran dan kemandirian, siswa akan lebih siap untuk bersosialisasi. Hal inilah yang diusung oleh Pesantren Al Masoem dalam mengembangkan semua kemampuan santrinya agar lebih baik dan maksimal.