Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

Oleh : Hermawan Abriono, S.Sn
Pendidikan merupakan upaya sadar dan terencana serta terarah untuk mewujudkan suatu proses belajar yang optimal serta membentuk peserta didik agar memiliki karakter yang baik, cerdas secara kognitif; afektif; maupun psikomotorik, serta cerdas spiritual emosional sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai. Seni merupakan pengekspresian cita rasa, ide, jiwa, emosi dan perasaan yang dilepaskan melalui kreativitas manusia menjadi satu karya yang dapat dikatakan unik, indah dan simbolis. Seni juga dikatakan sebagai suatu wujud usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan aktualisasi diri. Menurut Maslow kebutuhan aktualisasi diri adalah kebutuhan yang tertinggi. Seni terbagi menjadi berbagai cabang, salah satunya adalah seni rupa. Seni rupa merupakan cabang seni yang membentuk karya seni dan bisa ditangkap oleh mata serta dirasakan dengan rabaan. Kesan yang diberikan oleh seni rupa merupakan hasil olahan dari konsep garis, bidang, bentuk, volume, warna, tekstur, dan pencahayaan dengan acuan estetika. Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar nilai keindahan pada karya seni rupa mengandalkan pada kekuatan visual sebagai stimulus pengalaman estetika yang baru.
Pendidikan seni rupa perlu diajarkan dalam pendidikan formal karena berfungsi untuk mengenalkan dan mempelajari budaya bangsa kita di masa lalu disamping sebagai sarana menumbuhkan dan mengembangkan individu peserta didik dalam rangka mempersiapkan hari depannya. Melihat hal ini sudah jelas bahwasannya pendidikan seni rupa dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan karakter pada peserta didik. Dengan mempelajari budaya bangsa di masa lalu, peserta didik akan dapat menemukan beragam nilai-nilai luhur yang patut untuk ditanamkan dalam dirinya dan bersedia untuk melestarikan dan mengembangkan budaya bangsa yang ada. Melalui pendidikan seni rupa pula peserta didik dituntut untuk berkreativitas, dalam proses kreativitas ini peserta didik akan mendapatkan bermacam-macam karakter yang akan menjadi kepribadiannya. Karakter yang dimaksud seperti jujur, sabar, bekerja keras, tanggung jawab, disiplin, mandiri. Dalam proses berkreasi peserta didik akan merasakan bagaimana caranya sabar dalam menciptakan sesuatu, bertanggung jawab dengan apa yang diperbuatnya, jujur dalam proses berkreasi (tidak mengakui hasil karya orang lain sebagai hasil karyanya), disiplin dalam mengerjakan sesuatu agar bisa tepat waktu, mandiri dalam proses berkreasi. Semua ini merupakan karakter yang diperlukan dalam membangaun bangsa. Dan melalui pendidikan seni rupa berbagai karakter yang berasal dari nilai luhur bangsa dapat ditumbuhkan dan dikembangkan.
Adapun fungsi seni rupa antara lain :
Seni rupa berperan sebagai media pendidikan. Salah satu peran itu yakni seni rupa sebagai media berpikir kreatif. Creativity is the ability to set aside established conventions and procedures yang berarti bahwa orang yang kreatif itu biasanya sering menemukan hal baru, yang terpikirkan oleh orang lain dapat memecahkan masalah dengan kemungkinan sebagai cara (divergen) tidak hanya satu cara. Ciri-ciri orang yang berpikir kreatif antara lain: peka terhadap lingkungan, tanggap terhadap rangsangan sensoris, teliti dalam mengamati sesuatu, sadar dan penuh rasa ingin tahu, bersikap tegas pada yang disukai maupun tidak, berpikir terbuka dan peka pada sesuatu yang menarik, senantiasa ingin mencoba sesuatu yang baru dan mengutamakan keaslian, bersikap bebas dalam mengamati, menganalisis/berpikir dan bertindak, memiliki kemampuan dan kemauan merespon yang tinggi, hasil karyanya bersifat unik (hasil tersebut sangat dipengaruhi hal-hal yang internal dan eksternal).
Dalam hubungannya dengan pembentukan karakter maka seni rupa dapat menumbuhkan karakter berpikir kreatif pada peserta didik dengan ciri-ciri orang yang berpikir kreatif seperti yang telah disebutkan. Pendidikan kesenian, ternyata dapat berinteraksi dengan kecepatan seseorang menyerap pelajaran lain. Hubungannya dengan otak, seni rupa dapat merangsang kerja otak sehingga peserta didik dapat lebih rileks dalam belajar dan nantinya berdampak pada kecerdasan peserta didik. Peserta didik yang cerdas secara visual cenderung memiliki kecerdasan di bidang lain. Howard Gardner membagi kecerdasan menjadi 8 jenis yaitu: word smart, picture smart, logic smart, nature smart, people smart, self smart, dan body smart. Delapan jenis kecerdasan ini lebih dikenal dengan sebutan kecerdasan majemuk atau multiple intelligences. Para pakar lalu menambahkan satu kecerdasan lagi yaitu kecerdasan spiritual. Dengan pendidikan seni rupa peserta didik berkemungkinan besar dapat memiliki kecerdasan majemuk ini.
Melihat bahwasannya pendidikan seni rupa dapat dijadikan sebagai alat atau sarana yang efektif dan strategis untuk menumbuhkan karakter pada peserta didik maka sebagai orang yang berhubungan langsung sehari-hari dengan peserta didik, guru harus mampu mengajarkan pendidikan seni rupa secara maksimal dan baik. Pendidikan seni rupa harus diajarkan secara utuh dengan memberikan pengalaman rupa kepada peserta didik. Pembelajaran yang dilakukan secara utuh akan menumbuhkan karakter pada peserta didik.