Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

Setiap generasi pasti punya pandangan tersendiri khususnya mengenai Pendidikan formal atau sekolah, tapi ada beberapa pandangan yang biasanya menjadi momok menakutkan bagi para peserta didik dalam mengenyam Pendidikan secara formal
Akhir-akhir ini kalian pasti sering mendengar istilah seperti istilah generasi X, millennials, generasi Z atau sebagainya. Pasti kalian bertanya apa sih arti dari semua istilah-istilah tersebut? Itu semua adalah julukan untuk mengelompokan penduduk dunia sesuai tahun kelahiran mereka. Pengelompokan berdasarkan tahun kelahiran ini dimulai pada tahun 1960-an. Terdapat lima generasi yang masih eksis sampai hari ini. yaitu tradisionalist, baby boomer, X, millennials dan Z. mereka sering menjadi topik perbincangan hangat pasalnya mereka selalu membandingkan keunggulan serta keunikan satu sama lain. Padahal, setiap generasi pasti memiliki pandangan dan karakteristik tertentu jadi tidak perlu ada yang diperdebatkan.
Setiap generasi pasti punya pandangan tersendiri khususnya mengenai Pendidikan formal atau sekolah, tapi ada beberapa pandangan yang biasanya menjadi momok menakutkan bagi para peserta didik dalam mengenyam Pendidikan secara formal. Kita semua pasti sepakat sebagian pelajar dari generasi tradisionalist sampai generasi Z memiliki pola pikir unik yang hampir serupa terhadap Pendidikan formal atau sekolah. Yaitu, betapa membosankanya sekolah, setiap hari harus mandi pagi, tugas menumpuk sampai kesalnya kalau sudah dimarahi guru. Hal itu terjadi karena banyaknya paham atau pandangan keliru tentang Pendidikan formal atau sekolah yang sebaiknya kalian abaikan. Salah satunya adalah tentang banyaknya orang yang sukses tanpa mengenyam Pendidikan formal. lalu, berarti kalian harus mengikuti jalan mereka agar dapat meraih kesuksesan. kalau kalian setuju dengan pernyataan diatas berarti kalian salah kaprah. maka dari itu kalian harus selalu membekali dan men upgrade diri dengan pengetahuan supaya kalian tidak salah jalan dan terjebak oleh paham dan pandangan yang keliru tentang Pendidikan formal. Nah kali ini saya akan membagikan beberapa paham atau pandangan yang keliru tentang Pendidikan formal atau sekolah, disimak ya supaya kalian tidak salah kaprah lagi.
Rangking Tinggi Menjadi Tolak Ukur Kecerdasan Seseorang
Cerdas itu spektrumya luas, bukan hanya tentang mendapat nilai sekolah, rapor, nem, atau IPK yang tinggi di semua pelajaran atau menjadi juara kelas. Masih banyak juga orang yang berfikir bahwa prestasi belajar atau nilai yang baik pasti akan memberikan kesuksesan dimasa depan. Padahal kita semua sudah banyak disuguhkan banyak penelitian dan contoh disekitar kita, banyak orang sukses di bidangnya bukan berdasarkan nilai di sekolah. Untuk itu, kecerdasan memang tidak bisa diukur hanya dengan mendapatkan rangkin tinggi di kelas. So, tetap semangat ya!
Tak Perlu Sekolah Untuk Meraih Kesuksesan
Banyak orang yang sukses tanpa mengenyam Pendidikan formal atau sekolah, lantas kalian hanya ikut-ikutan mengkonsumsi paham atau pandangan tersebut dengan mentah-mentah dan menganggap Pendidikan formal atau sekolah merupakan kegiatan yang membuang-buang waktu saja. Padahal ada banyak sekali faktor pendukung yang dapat mempengaruhi kesuksesan seseorang. Pada kenyataannya sekolah juga banyak mengambil peran dalam membangun karakter atau pribadi untuk bisa sukses di masa depan. Contohnya seperti peran guru dalam pembelajaran di sekolah yang dapat membimbing kalian untuk menjadi siswa berprestasi guna meraih kesuksesan. So, Pendidikan Formal atau sekolah itu masih penting ya teman-teman.