Program Hafalan Tahfidz Al Masoem

Metode Murajaah Untuk Tahsin dan Tahfiz, Apa Keunggulannya

Dalam mengimplementasikan metode murajaah untuk tahsin dan tahfiz diperlukan beberapa cara yang disesuaikan dengan kemampuan santri. Misalnya seperti setoran atau one day one ayat, kemudian menghafal sendiri, menghafal dengan bantuan perekam suara, dan masih banyak lagi.

Perihal menghafal al-qur’an, tentunya hal tersebut dapat menjadi sebuah nilai lebih tersendiri baik di alam dunia maupun di alam akhirat kelak. Di era saat ini banyak kita jumpai pondok pesantren yang menawarkan berbagai keunggulannya masing-masing, namun untuk menghafal al-qur’an hanya orang-orang tertentu saja yang mau dan sanggup melakukannya.

Murajaah, Tahsin, dan Tahfiz

Bagi Anda yang belum tahu, secara umum murajaah merupakan sebuah sebuah kegiatan untuk menghafal ayat-ayat al-qur’an, dengan tujuan untuk menjadi seorang yang lancar dalam tahsin maupun tahfiz. Sedangkan tahsin berasal dari kata hassana, tahsinan yang artinya memperbagus.

Atau dapat dikatakan bahwa tahsin berarti memperbaiki atau memperindah pembacaan ayat-ayat suci al-quran agar sesuai dengan makhroj dan tajwidnya. Sedangkan tahfiz adalah menghafalkan ayat-ayat al-qur’an sedikit demi sedikit dan berulang-ulang.

Secara umum teknisnya sama seperti membaca namun perbedaannya terletak pada penekanan bacaan yang ingin dihafal. Dalam tahsin dan tahfiz, metode murajaah dapat dikatakan efektif untuk diterapkan supaya bacaan al-qur’an menjadi lebih baik dari yang sebelumnya.

Pentingnya Menggunakan Metode Murajaah

Secara istilah, murajaah merupakan tindakan mengulang atau mengingat kembali mengenai hafalannya. Murajaah dapat disebut juga sebagai metode pengulangan secara berkala. Dalam pengulangan berkala ini, hal yang perlu dilakukan ialah mencatat dan membacanya ulang.

Pada dasarnya, sifat lupa merupakan manusiawi dan akan selalu melekat pada diri manusia. Dengan begitu maka supaya hafalan ayat-ayat suci al-qur’an yang telah disimpan dengan susah payah tidak cepat sirna, maka mengulang hafalan secara berkala adalah solusi yang terbaik.

Macam-Macam Metode Mengulang Hafalan

Ada beberapa metode untuk mengulang hafalan, di antaranya adalah;

1. Mengulang dalam hati

Metode ini adalah salah satu kebiasaan yang dilakukan oleh para ulama pada masa lampau untuk menguatkan hafalannya. Cara tersebut dilakukan dengan membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an di dalam hati dan tanpa mengucapkannya lewat mulut. Dengan metode ini juga, seorang huffazh akan turut terbantu mengingat hafalan-hafalan yang telah disimpan sebelumnya.

2. Mengulang dengan mengucapkan

Metode ini terbilang cukup membantu seorang huffazh dalam memperkuat hafalannya. Dengan menerapkan metode ini, maka mulut dan pendengaran akan terlatih dalam mendengarkan dan melafalkan bacaan sendiri. Dengan demikian mereka akan lebih semangat serta terus berusaha untuk melakukan koreksi ketika terjadi salah dalam pengucapan.

Jadi, tujuan dari strategi mengulang dengan mengucapkan secara keras yaitu supaya  apabila orang lain mendengar hafalannya terdapat yang salah baik dari segi makhraj maupun tawidnya, maka mereka dapat mengoreksinya.

Selain macam metode di atas, terdapat beberapa macam metode murajaah yang lain. Seperti menurut Abdul Aziz Abdur Rouf, jika dilihat dari strateginya, metode muroja’ah memiliki dua macam, di antaranya yaitu :

1. Muroja’ah dengan melihat mushaf (bin nazhar)

Dengan metode murajaah ini maka Anda tidak memerlukan konsentrasi yang dapat menguras kinerja otak. Oleh karena itu, Anda harus siap membaca sebanyak banyaknya. Keuntungan dalam muroja’ah ini dapat memungkinkan otak untuk merekam letak-letak setiap ayat yang telah dibaca.

Ayat ini berada di sebelah kanan halaman, dan ayat itu berada di sebelah kiri halaman, dengan begitu akan memudahkan Anda dalam mengingat. Selain itu, cara tersebut juga bermanfaat untuk membentuk keluwesan lidah dalam pelafalan, sehingga dapat terbentuk kemampuan spontanitas pengucapan.

2. Melihat mushaf (bil ghaib)

Metode murajaah yang kedua ini berbeda dnegan yang sebelumnya karena cukup menguras kerja otak, dan dapat menyebabkan cepat merasakan lelah. Oleh karena itu, wajar jika hanya dapat dilakukan sepekan sekali atau tiap hari dalam jumlah yang relatif sedikit.

Keuntungan dalam muraja’ah bil ghaib bagi calon hafiz/hafizah adalah untuk dapat melatih kebiasaan pandangan. apabila terus menerus melihat atau melirik, maka tidak ada gunanya susah payah dalam menghafal Al-Qur’an.

Cara Menjaga Hafalan Agar Tidak Mudah Hilang

Ada beberapa  cara yang bisa Anda lakukan supaya hafalan bisa tetap terjaga dengan baik, yakni;.

1. Niat yang ikhlas

Dalam memelihara hafalan, Anda juga perlu untuk memilki niat yang tulus dan ikhla.  karena niat merupakan inti dari ibadah, termasuk dalam menghafal AlQur’an. Jika hati diniatkan dengan tujuan untuk menghafal AlQur’an hanyalah untuk mendapatkan keberkahan, serta mendekatkan diri kepada Allah maka kita akan mendapatkan keberkahan di dunia dan akhirat.

2. Harus Pandai memanajemen waktu

Jangan pernah menyiayiakan waktu untuk hal yang tidak bermanfaat, karena langkah baiknya Anda mempergunakan waktu sebaik mungkin untuk memperkuat hafalan. Dengan begitu kita dapat berikhtiar lebih maksimal untuk menjaga hafalan.

3. Mendengarkan bacaan orang lain

Untuk membuat metode murajaah membuahkan hasil yang sempurna, Anda juga perlu mencoba mendengarkan bacaan orang lain. Dalam cara tersebut, Anda bisa melakukan dengan teman untuk saling memperdengarkan bacaan hafalannya masing-masing.

Dengan banyak mendengar bacaan dari orang lain, secara tidak langsung, Anda juga akan merasa ikut mengulang hafalan. Dan dengan demikian, Anda dan teman dapat saling mengoreksi kesalahan-kesalahan antar hafalan masing-masing.

4. Menjauh Dari Kemaksiatan

Maksiat merupakan salah satu jurus yang dapat merontokkan hafalan Anda. karena segala perbuatan yang tergolong dalam maksiat dapat menutup hati dan jiwa dengan dosa yang dapat mempersulit ilmu dan sinar cahaya al-qur’an untuk masuk.

Itulah penjelasan mengenai metode murajaah, keunggulan, pentingnya, hingga macam-macam jenisnya. Selamat mencoba!