Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

Tuntutan orang tua kadang bukan menjadi solusi baik putra putrinya tapi malah menjadi beban yang seakan menjadi tanggungan anak anaknya. Seperti menurut anak untuk mendapatkan ranking 1 dikelas, menuntut anak untuk giat belajar, menuntut anak untuk menjadi pribadi yang orang tua inginkan tanpa mereka ingat bahwa anak adalah titipan Allah swt yang mereka memiliki jalan hidupnya masing masing dan orang tua adalah jembatan untuk mengantarkan anak menuju kesuksesan mereka sendiri.
Memang adakalanya anak salah dan tersesat, saat itu baru peran orang tua untuk meluruskan lagi sesuatu yang bengkok. Bukan memindahkan jalur anak minat dan bakat anak agar sesuai dengan orang tuanya inginkan, jika orang tua nya seorang pengacara bukan berarti anaknya harus menjadi pengacara juga kan? Jika orang tua seorang polisi dan TNI bukan berarti anak memiliki peminatan dan bakat yang sama? Meskipun buah jatuh tidak jauh dari pohonnya bukan berarti karir yang dimiliki anak akan sama. Terkadang ada beberapa anak yang berbeda karena mereka memiliki pemikiran yang berbeda, karena itulah memang sifat asli seorang manusia.
Pola pikir orang tua yang kadang tidak mengikuti zaman membuat kekangan kepada anak sehingga anak melepaskan minat dan bakatnya. Salah satu kesalahan orang tua juga adalah menganggap nilai adalah segalanya. Padahal nilai hanya sebuah angka dan patokan bahwa seseorang sudah paham atau belum mengenai materi yang dibahas di sekolah.
Perlu digaris bawahi bukan berarti saya sebagai penulis menganggap nilai tidak ada artinya, di negara yang selalu menganggap ranking adalah segalanya saya akan dianggap salah. Yang ingin saya sampaikan adalah, setiap anak memiliki minat dan bakatnya masing masing.
Anak yang tidak paham matematika bukan berarti anak bodoh, anak yang kurang paham akan fisika bukan berarti anak yang bodoh. Anak yang tidak pandai dalam bahasa inggris bukan berarti anak yang tidak mampu. Semua anak memiliki passionnya masing masing. Kesalahan pola pikir orang orang negara kita adalah menganggap seseorang yang tidak paham suatu pelajaran adalah orang yang bodoh. Padahal tidak demikian.
Anak yang paham semua mata pelajaran adalah mereka yang jenius. Jika memang orang pintar adalah orang yang paham semua mata pelajaran kenapa guru hanya mengajarkan satu bidang pelajaran saja?
Sebagai orang tua, saya pribadi memang tidak menuntut anak saya untuk menjadi apa yang saya inginkan, tapi saya memfasilitasi apapun yang anak saya minati. Karena saya percaya dengan pola seperti itu anak bisa berkembang menjadi dirinya sendiri. Menjadi orang tua bijaksana merupakan tuntutan hidup agar anak bisa menjadi anak yang bisa mengembangkan minat dan bakatnya tanpa kekangan.
Sebagai orang tua yang bijaksana juga sudah seharusnya anda untuk memberikan pendidikan terbaik untuk putra putri anda, jika anda memiliki pola pikir seperti saya, saya merekomendasikan anda untuk mendaftarkan putra putri anda ke Al Masoem. Karena hanya Al Ma’soem Boarding School terbaik di Jawa Barat yang bisa mengembangkan minat dan bakat siswa siswi nya sesuai dengan passion mereka. Pendidikan karakter menjadi nilai jual utama Al Masoem agar bisa menciptakan lulusan yang berakhlakul karimah, tidak lupa juga Al Masoem merupakan sekolah yang menggunakan sistem ramah anak atau sekolah ramah anak. Sehingga di sekolah kami siswa tidak akan diberikan hukuman fisik tapi diberikan sistem poin pelanggaran yang dapat terpotong jika siswa tersebut melanggar.
Sistem pendidikan ramah anak yang membuat anak betah bersekolah dan berasrama di boarding school Al Masoem menjadi jaminan kami sebagai pihak sekolah yang mengedepankan prinsip bahwa boarding school seperti berada di rumah. Dengan Puluhan fasilitas yang bisa dimanfaatkan siswa dan santri Al Masoem. Lembaga ini tidak hanya mendidik siswa sesuai dengan passion minat dan bakat mereka tapi juga mengembagnkannya menjadi prestasi yang dapat membanggakan orang tua.