Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

Dalam kehidupan sekolah, siswa tidak selalu hanya memiliki satu tugas pada satu waktu. Pada hari tertentu, mereka mungkin harus menyelesaikan pekerjaan rumah, mempersiapkan presentasi, belajar untuk ujian, mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, atau menyelesaikan tugas kelompok. Jika semua pekerjaan dianggap memiliki tingkat kepentingan yang sama, siswa dapat merasa bingung menentukan apa yang harus dikerjakan terlebih dahulu.
Kemampuan menentukan prioritas membantu siswa melihat berbagai tanggung jawab secara lebih teratur. Prioritas bukan berarti mengabaikan tugas tertentu, melainkan menentukan urutan pengerjaan berdasarkan waktu, tingkat kepentingan, dan usaha yang dibutuhkan. Keterampilan ini dapat dilatih secara bertahap melalui rutinitas belajar sehari-hari dan berbagai kegiatan di sekolah.
Ketika melihat beberapa tugas sekaligus, reaksi pertama siswa mungkin adalah mencoba mengerjakan semuanya secara bersamaan. Padahal, berpindah-pindah pekerjaan terlalu sering dapat membuat perhatian terbagi. Siswa mungkin membuka buku untuk satu mata pelajaran, kemudian berpindah ke tugas lain sebelum pekerjaan pertama selesai.
Menentukan prioritas membuat siswa memiliki urutan yang lebih jelas. Tugas yang memiliki batas waktu paling dekat dapat diperhatikan lebih dahulu, sementara pekerjaan yang masih memiliki waktu cukup dapat dijadwalkan setelahnya. Dengan begitu, siswa tidak harus terus-menerus memikirkan semua tugas pada saat yang sama.
Cara ini juga dapat membuat pekerjaan terasa lebih terukur. Daripada melihat lima tugas sebagai satu beban besar, siswa dapat memecahnya menjadi beberapa pekerjaan yang dikerjakan secara bertahap.
Prioritas tidak selalu ditentukan hanya berdasarkan tugas yang paling cepat selesai. Ada tugas sederhana yang memiliki tenggat waktu dekat, tetapi ada pula tugas yang membutuhkan waktu lebih panjang sehingga perlu mulai dikerjakan lebih awal.
Contohnya, mengerjakan latihan soal mungkin dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Sementara itu, membuat presentasi kelompok membutuhkan pencarian informasi, penyusunan materi, pembagian tugas, dan latihan. Meskipun tenggat keduanya sama-sama beberapa hari lagi, tugas presentasi mungkin membutuhkan persiapan lebih awal.
Siswa dapat belajar membedakan dua hal tersebut dengan membuat beberapa pertanyaan sederhana: kapan tugas harus selesai, berapa lama pengerjaannya, dan apa saja tahap yang harus dilakukan? Jawaban dari pertanyaan tersebut dapat membantu menentukan urutan pekerjaan.
Salah satu cara sederhana untuk menentukan prioritas adalah menuliskan semua pekerjaan yang harus dilakukan. Daftar tersebut dapat dibuat di buku catatan, kalender, atau media perencanaan yang biasa digunakan siswa.
Setelah semua tugas ditulis, siswa dapat menambahkan informasi seperti:
Informasi tersebut membantu siswa melihat kondisi secara lebih jelas. Tugas yang sebelumnya terasa bercampur di dalam pikiran dapat berubah menjadi daftar pekerjaan yang lebih mudah diatur.
Tugas yang besar sering kali terasa berat karena siswa membayangkan seluruh proses sekaligus. Misalnya, membuat makalah bukan hanya kegiatan menulis. Ada proses menentukan topik, mencari informasi, membuat kerangka, menulis isi, memeriksa kembali, dan menyelesaikan format tugas.
Jika seluruh pekerjaan tersebut dianggap sebagai satu tugas besar, siswa mungkin cenderung menundanya. Sebaliknya, jika pekerjaan dibagi menjadi beberapa bagian, siswa dapat mengerjakannya sedikit demi sedikit.
Pembagian seperti ini juga membuat perkembangan pekerjaan lebih mudah dilihat. Setelah satu tahap selesai, siswa dapat melanjutkan ke tahap berikutnya. Kebiasaan tersebut dapat membantu siswa memahami bahwa pekerjaan besar tidak selalu harus diselesaikan dalam satu waktu.
Penentuan prioritas juga perlu mempertimbangkan jadwal harian siswa. Siswa yang mengikuti kegiatan sekolah sampai sore mungkin memiliki waktu belajar di rumah yang berbeda dengan siswa yang langsung pulang setelah pelajaran selesai.
Karena itu, jadwal tidak harus dibuat terlalu padat. Siswa perlu memperkirakan waktu yang benar-benar tersedia dan menempatkan tugas sesuai dengan kondisi tersebut. Tugas yang membutuhkan konsentrasi tinggi dapat ditempatkan pada waktu ketika siswa masih memiliki energi yang cukup.
Di sekolah seperti Al Ma’soem Bandung yang memiliki kegiatan akademik dan nonakademik, kemampuan mengatur urutan aktivitas dapat menjadi bagian dari kebiasaan siswa. Jadwal belajar, kegiatan ekstrakurikuler, tugas kelompok, dan aktivitas lainnya dapat berjalan berdampingan jika siswa memahami kapan setiap tanggung jawab perlu dikerjakan.
Menentukan prioritas juga berkaitan dengan kemampuan menjaga perhatian. Ketika siswa sedang mengerjakan tugas yang harus segera selesai, berbagai gangguan dapat membuat pekerjaan menjadi lebih lama. Notifikasi gawai, percakapan, video, atau aktivitas lain dapat membuat fokus berpindah.
Siswa tidak harus menghindari semua aktivitas lain sepanjang hari. Yang penting adalah mengetahui kapan waktunya belajar dan kapan waktunya beristirahat atau melakukan kegiatan lain. Pembagian waktu yang jelas dapat membantu siswa menggunakan waktu belajar secara lebih efektif.
Misalnya, siswa dapat menetapkan satu periode untuk menyelesaikan tugas tertentu tanpa membuka aplikasi yang tidak berkaitan. Setelah target selesai, mereka dapat mengambil waktu istirahat sebelum melanjutkan pekerjaan berikutnya.
Menentukan prioritas tidak hanya berguna untuk tugas individu. Dalam tugas kelompok, siswa juga perlu mengetahui pekerjaan mana yang harus diselesaikan terlebih dahulu agar anggota lain dapat melanjutkan bagian mereka.
Misalnya, sebuah kelompok harus membuat presentasi. Siswa yang bertugas mencari data perlu menyelesaikan bagian tersebut sebelum anggota lain dapat menyusun slide. Jika pekerjaan awal terlambat, pekerjaan berikutnya juga dapat ikut tertunda.
Situasi tersebut mengajarkan bahwa prioritas dalam kelompok berkaitan dengan hubungan antartugas. Siswa perlu berkomunikasi mengenai bagian mana yang sedang dikerjakan dan kapan hasilnya dapat diberikan kepada anggota lain.
Rencana belajar tidak selalu berjalan sesuai perkiraan. Terkadang tugas membutuhkan waktu lebih lama, jadwal sekolah berubah, atau muncul pekerjaan baru yang harus diselesaikan. Karena itu, menentukan prioritas juga membutuhkan kemampuan menyesuaikan rencana.
Jika sebuah tugas ternyata lebih sulit dari perkiraan, siswa dapat mengubah urutan pekerjaan. Mereka tidak perlu menganggap perubahan tersebut sebagai kegagalan membuat jadwal. Justru, kemampuan memperbaiki rencana merupakan bagian dari keterampilan mengelola waktu.
Siswa dapat memeriksa kembali daftar tugas setiap hari atau beberapa kali dalam seminggu. Tugas yang sudah selesai dapat diberi tanda, sedangkan tugas baru dapat ditambahkan. Dengan cara ini, daftar tugas tetap sesuai dengan kondisi terbaru.
Siswa membutuhkan kesempatan untuk berlatih menentukan prioritas sendiri, tetapi guru dan orang tua tetap dapat memberikan arahan. Guru dapat membantu siswa memahami tenggat waktu dan tahapan sebuah tugas, sedangkan orang tua dapat membantu menciptakan suasana rumah yang mendukung kebiasaan belajar.
Pendampingan sebaiknya tidak selalu berupa pemberian jadwal yang sangat rinci. Siswa juga perlu diberi kesempatan menentukan urutannya sendiri dan melihat apakah cara tersebut berhasil. Jika masih mengalami kesulitan, mereka dapat berdiskusi mengenai bagian mana yang perlu diperbaiki.
Proses seperti ini membantu siswa membangun kebiasaan mengambil keputusan secara bertahap. Mereka belajar mempertimbangkan waktu, tanggung jawab, dan kondisi diri sebelum menentukan pekerjaan yang perlu didahulukan.
Kemampuan menentukan prioritas dapat digunakan dalam banyak situasi, bukan hanya ketika tugas sekolah menumpuk. Siswa dapat menggunakannya ketika mempersiapkan ujian, mengatur kegiatan ekstrakurikuler, menyelesaikan proyek kelompok, maupun menyiapkan perlengkapan untuk kegiatan tertentu.
Semakin sering dilatih, siswa dapat semakin terbiasa melihat pekerjaan berdasarkan urutan kebutuhan, bukan hanya berdasarkan apa yang paling menarik untuk dikerjakan. Mereka juga dapat belajar bahwa menyelesaikan tugas lebih awal memberikan ruang untuk memeriksa kembali hasil pekerjaan jika masih terdapat kesalahan.
Dalam kehidupan sekolah, keterampilan menentukan prioritas menjadi salah satu kemampuan praktis yang membantu siswa menghadapi berbagai tanggung jawab secara lebih teratur. Dengan mengenali tenggat waktu, membagi pekerjaan menjadi beberapa tahap, menjaga fokus, serta bersedia menyesuaikan rencana, siswa dapat menjalankan kegiatan akademik dan nonakademik dengan pengelolaan waktu yang lebih terarah.