IMG 20230620 103924 Large

Mengapa Kemampuan Berkomunikasi Penting bagi Siswa SMP dan SMA Al Ma’soem?

Sekolah menjadi tempat bagi siswa untuk bertemu dengan banyak orang dengan karakter, kebiasaan, dan cara berpikir yang berbeda sehingga kemampuan berkomunikasi menjadi salah satu keterampilan yang terus digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi siswa SMP dan SMA Al Ma’soem, komunikasi tidak hanya dibutuhkan ketika melakukan presentasi di depan kelas karena hampir setiap kegiatan sekolah melibatkan proses menyampaikan dan menerima informasi.

Ketika bertanya kepada guru, berdiskusi dengan teman, mengerjakan tugas kelompok, mengikuti kegiatan siswa, menyampaikan pendapat, atau meminta bantuan ketika mengalami kesulitan, siswa sebenarnya sedang menggunakan kemampuan komunikasi.

Kemampuan tersebut dapat dilatih secara bertahap karena siswa tidak harus langsung menjadi pembicara yang sangat percaya diri untuk dapat berkomunikasi dengan baik.

Apa yang Dimaksud dengan Komunikasi yang Baik?

Komunikasi yang baik bukan sekadar berbicara dengan suara keras atau memiliki banyak hal untuk disampaikan.

Siswa perlu memperhatikan apakah pesan yang disampaikan dapat dipahami oleh orang lain.

Cara berbicara, pilihan kata, waktu menyampaikan sesuatu, serta kemampuan mendengarkan juga menjadi bagian dari komunikasi.

Seseorang yang banyak berbicara belum tentu selalu menyampaikan informasi dengan jelas.

Sebaliknya, siswa yang lebih pendiam tetap dapat menjadi komunikator yang baik apabila mampu menyampaikan pesan secara tepat.

Berbicara dengan Guru

Interaksi dengan guru merupakan bagian penting dari kehidupan siswa.

Ketika tidak memahami materi, siswa dapat menyampaikan pertanyaan daripada hanya menyimpan kebingungan.

Pertanyaan yang jelas dapat membantu guru mengetahui bagian mana yang belum dipahami.

Misalnya, daripada hanya mengatakan “Saya tidak mengerti”, siswa dapat menjelaskan bagian tertentu yang membuatnya bingung.

Cara tersebut membuat proses komunikasi menjadi lebih spesifik dan membantu pembelajaran berlangsung lebih terarah.

Bagaimana Cara Bertanya di Kelas?

Siswa dapat menyiapkan pertanyaan ketika menemukan bagian materi yang belum dipahami.

Pertanyaan dapat ditulis terlebih dahulu agar tidak lupa.

Beberapa hal yang dapat diperhatikan antara lain:

  • Sebutkan materi atau bagian yang belum dipahami.

  • Jelaskan apa yang sudah diketahui.

  • Tanyakan bagian yang masih membingungkan.

  • Dengarkan jawaban sampai selesai.

  • Catat penjelasan penting jika diperlukan.

Kebiasaan tersebut dapat membantu siswa berlatih menyampaikan pertanyaan dengan lebih terstruktur.

Komunikasi dengan Teman

Teman menjadi orang yang sering berinteraksi dengan siswa selama berada di sekolah.

Komunikasi dapat terjadi ketika berbicara sebelum pelajaran, berdiskusi mengenai tugas, bekerja dalam kelompok, atau sekadar berbagi cerita.

Dalam pertemanan, siswa dapat belajar memahami bahwa setiap orang memiliki cara berkomunikasi yang berbeda.

Ada teman yang senang berbicara panjang, sementara ada yang lebih nyaman mendengarkan.

Perbedaan tersebut dapat menjadi kesempatan untuk belajar menyesuaikan cara berkomunikasi.

Mendengarkan Juga Termasuk Komunikasi

Komunikasi sering dianggap hanya berkaitan dengan kemampuan berbicara.

Padahal, mendengarkan merupakan bagian yang tidak kalah penting.

Ketika teman sedang menyampaikan pendapat, siswa dapat memberikan perhatian dan tidak langsung memotong pembicaraan.

Jika tidak setuju, siswa dapat menunggu sampai teman selesai berbicara sebelum menyampaikan tanggapan.

Kebiasaan mendengarkan dapat membuat diskusi menjadi lebih tertib.

Berbeda Pendapat dengan Teman

Perbedaan pendapat merupakan hal yang dapat terjadi dalam tugas kelompok maupun diskusi kelas.

Siswa mungkin memiliki gagasan yang berbeda dengan teman.

Perbedaan tersebut tidak harus menjadi masalah selama dibicarakan dengan cara yang baik.

Siswa dapat menjelaskan alasan di balik pendapatnya dan mendengarkan alasan dari anggota lain.

Jika kelompok belum menemukan kesepakatan, keputusan dapat mengikuti mekanisme yang telah disepakati atau arahan guru.

Cara Menyampaikan Kritik

Memberikan masukan kepada teman membutuhkan perhatian terhadap cara penyampaiannya.

Kritik terhadap pekerjaan sebaiknya fokus pada bagian yang dapat diperbaiki.

Misalnya, siswa dapat menjelaskan bagian presentasi yang kurang jelas dan memberikan saran mengenai cara membuatnya lebih mudah dipahami.

Komentar yang menyerang pribadi justru dapat membuat komunikasi menjadi tidak nyaman.

Cara Menerima Kritik

Siswa juga dapat menerima masukan dari guru atau teman.

Tidak semua kritik berarti seseorang tidak mampu.

Masukan dapat menunjukkan bagian yang masih perlu diperbaiki.

Siswa dapat mendengarkan terlebih dahulu, kemudian mempertimbangkan apakah saran tersebut dapat diterapkan.

Jika tidak memahami maksud kritik, siswa dapat meminta penjelasan.

Komunikasi dalam Tugas Kelompok

Tugas kelompok membutuhkan komunikasi yang lebih teratur karena beberapa siswa harus menyelesaikan pekerjaan bersama.

Sebelum mulai bekerja, kelompok dapat menentukan pembagian tugas.

Setiap anggota perlu mengetahui bagian yang harus dikerjakan dan kapan pekerjaan tersebut perlu diselesaikan.

Jika terdapat perubahan, anggota dapat saling memberi informasi.

Komunikasi yang jelas dapat mengurangi kemungkinan pekerjaan yang sama dilakukan oleh beberapa orang sementara bagian lain belum dikerjakan.

Jangan Menghilang Saat Mengerjakan Tugas

Dalam tugas kelompok, salah satu masalah yang dapat terjadi adalah anggota sulit dihubungi.

Jika siswa mengalami kendala dalam mengerjakan bagiannya, lebih baik menyampaikan kondisi tersebut kepada kelompok.

Teman dapat membantu mencari solusi atau mengatur ulang pembagian pekerjaan jika memang diperlukan.

Tidak memberikan kabar justru dapat membuat anggota lain kesulitan memperkirakan perkembangan tugas.

Berkomunikasi Melalui Pesan Digital

Siswa saat ini juga sering menggunakan aplikasi pesan untuk berkomunikasi mengenai kegiatan sekolah.

Pesan tertulis dapat menimbulkan salah paham karena penerima tidak dapat melihat ekspresi atau intonasi pengirim.

Karena itu, siswa dapat menulis pesan dengan informasi yang cukup jelas.

Jika berkaitan dengan tugas, tuliskan hal yang ingin dibahas, bagian yang ditanyakan, serta waktu yang diperlukan jika membutuhkan respons.

Etika Mengirim Pesan kepada Guru

Ketika berkomunikasi dengan guru melalui media digital, siswa perlu memperhatikan waktu dan cara penyampaian.

Gunakan salam yang sesuai dan sampaikan tujuan secara jelas.

Hindari mengirim pesan yang hanya berisi satu kata tanpa konteks.

Jika ingin menanyakan tugas, siswa dapat menyebutkan mata pelajaran dan bagian tugas yang dimaksud.

Cara sederhana tersebut membuat komunikasi lebih mudah dipahami.

Public Speaking untuk Siswa

Kemampuan berbicara di depan orang lain dapat digunakan dalam berbagai kegiatan sekolah.

Presentasi merupakan salah satu contohnya.

Siswa dapat mulai berlatih dengan memahami materi terlebih dahulu.

Tidak perlu menghafalkan seluruh kalimat.

Pahami poin utama sehingga ketika lupa satu kalimat, siswa tetap dapat melanjutkan penjelasan menggunakan kata-kata sendiri.

Bagaimana Agar Presentasi Tidak Hanya Membaca Slide?

Slide presentasi sebaiknya digunakan sebagai alat bantu, bukan naskah lengkap.

Siswa dapat menuliskan kata kunci atau poin utama.

Ketika presentasi, jelaskan poin tersebut menggunakan pemahaman sendiri.

Cara ini juga membuat siswa lebih mudah menyesuaikan penjelasan ketika ada pertanyaan dari teman atau guru.

Berbicara di Depan Kelas bagi Siswa yang Pemalu

Tidak semua siswa merasa nyaman menjadi pusat perhatian.

Siswa yang cenderung pemalu dapat berlatih secara bertahap.

Mulailah dengan berbicara dalam kelompok kecil.

Kemudian mencoba menyampaikan satu pendapat dalam diskusi kelas.

Setelah terbiasa, siswa dapat mengambil kesempatan untuk melakukan presentasi atau menjadi pembicara dalam kegiatan tertentu.

Bahasa Tubuh Saat Berbicara

Komunikasi tidak hanya menggunakan kata-kata.

Posisi tubuh, ekspresi wajah, dan arah pandangan juga dapat memengaruhi cara pesan diterima.

Siswa tidak perlu membuat gerakan yang berlebihan.

Cukup berdiri atau duduk dengan nyaman, melihat lawan bicara ketika berbicara, dan menggunakan ekspresi yang sesuai dengan situasi.

Komunikasi dengan Siswa dari Kelas Berbeda

Kegiatan sekolah dapat mempertemukan siswa dari kelas atau tingkat yang berbeda.

Situasi tersebut dapat menjadi kesempatan untuk berlatih berkomunikasi dengan orang yang belum terlalu dikenal.

Siswa dapat memulai percakapan dengan memperkenalkan diri dan membicarakan kegiatan yang sedang dilakukan.

Tidak perlu memaksakan percakapan jika orang lain sedang tidak ingin berbicara.

Ketika Terjadi Salah Paham

Kesalahpahaman dapat terjadi meskipun komunikasi sudah dilakukan.

Jika siswa merasa ada informasi yang tidak sesuai, sebaiknya tanyakan kembali sebelum membuat kesimpulan.

Misalnya, jika seorang teman dianggap tidak mengerjakan tugas, siswa dapat memastikan terlebih dahulu apakah bagian tersebut memang menjadi tanggung jawabnya.

Memeriksa informasi secara langsung dapat mencegah masalah berkembang karena asumsi.

Menghindari Penyebaran Informasi yang Belum Jelas

Kemampuan berkomunikasi juga berkaitan dengan tanggung jawab terhadap informasi.

Jika menerima kabar mengenai jadwal, tugas, atau kegiatan sekolah dari teman, siswa dapat memeriksa kebenarannya sebelum menyebarkannya kepada orang lain.

Informasi yang belum jelas dapat menimbulkan kebingungan jika diteruskan.

Untuk informasi resmi, siswa dapat mengutamakan pengumuman dari pihak sekolah atau guru.

Berkomunikasi di Media Sosial

Cara berkomunikasi di internet juga perlu diperhatikan.

Komentar atau pesan yang dianggap bercanda oleh pengirim dapat dipahami berbeda oleh orang lain.

Siswa dapat mempertimbangkan kata-kata sebelum mengirim sesuatu.

Jika sebuah pesan berpotensi mempermalukan atau merugikan orang lain, sebaiknya dipikirkan kembali sebelum dipublikasikan.

Menghargai Perbedaan Cara Bicara

Setiap siswa memiliki latar belakang dan kebiasaan komunikasi yang berbeda.

Ada yang berbicara cepat, ada yang lebih lambat.

Ada yang mudah menyampaikan pendapat, sementara yang lain membutuhkan waktu untuk menyusun pikiran.

Perbedaan tersebut dapat dihargai selama komunikasi tetap berlangsung dengan sopan dan saling menghormati.

Komunikasi dan Kepemimpinan

Siswa yang terlibat dalam organisasi atau kepanitiaan membutuhkan kemampuan komunikasi untuk menyampaikan informasi kepada anggota lain.

Ketika menjadi penanggung jawab suatu pekerjaan, siswa perlu memastikan anggota memahami tugas masing-masing.

Sebaliknya, anggota juga perlu menyampaikan perkembangan pekerjaannya.

Komunikasi dua arah dapat membantu kegiatan berjalan lebih teratur.

Melatih Komunikasi dari Kegiatan Sehari-hari

Kemampuan komunikasi tidak hanya dilatih ketika ada presentasi.

Siswa dapat melatihnya ketika menyapa guru, berdiskusi dengan teman, bertanya mengenai tugas, meminta izin, menyampaikan pendapat, atau menyelesaikan perbedaan.

Kebiasaan kecil tersebut dapat dilakukan setiap hari.

Dengan semakin sering berkomunikasi, siswa dapat menemukan cara yang lebih sesuai untuk menyampaikan pikiran dalam berbagai situasi.

Komunikasi untuk Kehidupan Sekolah

Siswa SMP dan SMA Al Ma’soem dapat mengembangkan kemampuan komunikasi melalui berbagai aktivitas yang sudah menjadi bagian dari kehidupan sekolah.

Siswa SMP dapat mulai berlatih menyampaikan pertanyaan, mendengarkan teman, dan berbicara dalam kelompok kecil, sementara siswa SMA dapat mengembangkan kemampuan tersebut melalui presentasi, diskusi, tugas kelompok, kepanitiaan, dan kegiatan lain yang membutuhkan komunikasi lebih terstruktur.

Kemampuan berbicara, mendengarkan, menyampaikan pendapat, menerima masukan, serta memastikan informasi tidak disalahpahami dapat membantu siswa menjalani berbagai situasi di sekolah dengan lebih terarah.

Komunikasi juga menjadi keterampilan yang terus digunakan di luar lingkungan sekolah, sehingga kebiasaan yang dilatih sejak menjadi siswa dapat menjadi bagian dari pengalaman yang dibawa ketika menghadapi lingkungan pendidikan dan kegiatan yang lebih beragam.