LGBT dalam kacamata islam

Maraknya Remaja LGBT, Salah Siapa?

LGBT merupakan singkatan dari lesbian, gay, biseksual, dan transgender. Lesbian sendiri merupakan perasaan suka antara sesama perempuan. Sedangkan Gay kebalikannya merupakan perasaan suka antara sesama laki laki. Biseksual merupakan penyakit atau kelainan menyukai perempuan dan laki laki (bisex memiliki arti seperti banci bukan laki laki bukan juga perempuan bisex lebih identik pada laki laki yang menyukai perempuan namun juga mereka menyukai sesama jenis dan begitu juga sebaliknya) dan transgender seperti yang kita ketahui merupakan orang yang memiliki identitas gender atau ekspresi gender yang berbeda dengan seksnya yang ditunjuk saat lahir. Misalkan laki laki yang kemayu, perempuan yang layaknya laki laki namun juga beberapa diantaranya sudah melaksanakan operasi kelamin sehingga mereka “berbentuk” seperti gender yang mereka inginkan. 

LGBT merupakan salah satu penyakit masyarakat yang sudah ada sejak zaman nabi Luth A.S, namun seiring berjalannya waktu pada era modern ini kembali mencuat karena mereka berpayung pada Hak Asasi Manusia. Seperti dikutip dari kemendigbud.go.id dalam sistem hukum di Indonesia, sebagaimana terdapat dalam UUD 1945 dinyatakan“hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak untuk kemerdekaan pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi di depan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam situasi apapun”, hal ini sesuai dengan ketentuan dalam DUHAM Pasal 2, 7 dan 22. (Rustam, 2016)

Negara mempunyai kewajiban melindungi rakyat warga negara Indonesia apapun jenisnya, suku, agama, ras, etnik, atau kaum minoritas dan kelompok rentan (maksudnya rentan dari kekerasan). Negara mempunyai kewajiban untuk memenuhi kebutuhan hak asasi semua warga negara Indonesia tanpa membedakan suku, agama,termasuk kaum minoritas dan kelompok rentan termasuk LGBT. (Rustam,2016)

Adapun perlindungan, yang harus dijamin dan diberikan dalam konteks LGBT ini dari perspektif HAM adalah perlindungan hak asasi mereka dalam bentuk jaminan kesehatan untuk bisa sembuh dari penyakitnya, sebagaimana termaktub dalam Pasal 25 DUHAM.

Dengan demikian dapat ditarik dipahami bahwa, sudah menjadi keniscayaan bagi kelompok LGBT untuk mendapatkan hak-hak asasi mereka berupa jaminan perawatan atau pengobatan terhadap penyakit LGBT tersebut. Bukan HAM dalam pengakuan atau melegalkan terhadap orientasi seksual mereka yang menyimpang.

Sedangkan dalam hukum agama islam LGBT merupakan tindakan yang memang sangat tercela, seperti dalam QS. Asy-Syu’ara’ Ayat 166 Allah SWT berfirman : 

 

وَتَذَرُوْنَ مَا خَلَقَ لَكُمْ رَبُّكُمْ مِّنْ اَزْوَاجِكُمْۗ بَلْ اَنْتُمْ قَوْمٌ عٰدُوْنَ

yang artinya : Dan kamu tinggalkan (perempuan) yang diciptakan Tuhan untuk menjadi istri-istri kamu? Kamu (memang) orang-orang yang melampaui batas.”

 

Dalam Qs Al-A’raf ayat 80 Allah SWT berfirman : 

 

وَلُوْطًا اِذْ قَالَ لِقَوْمِهٖٓ اَتَأْتُوْنَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ اَحَدٍ مِّنَ الْعٰلَمِيْنَ ٨٠

yang artinya : (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) ketika dia berkata kepada kaumnya, “Apakah kamu mengerjakan perbuatan keji yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun sebelum kamu di dunia ini?

Qs. Al-A’raf ayat 81

 

اِنَّكُمْ لَتَأْتُوْنَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِّنْ دُوْنِ النِّسَاۤءِۗ بَلْ اَنْتُمْ قَوْمٌ مُّسْرِفُوْنَ ٨١

Artinya : “Sesungguhnya kamu benar-benar mendatangi laki-laki untuk melampiaskan syahwat, bukan kepada perempuan, bahkan kamu adalah kaum yang melampaui batas.”

LGBT di mata islam merupakan sebuah hal yang sangat tidak dianjurkan bahkan merupakan tindakan yang sangat menjijikan. Bahkan beberapa kaum pendahulu saja diberikan azab yang pedih namun kenapa zaman sekarang LGBT malah menjadi sebuah hal yang seakan menjadi hal yang biasa saja? Apakah karena kurangnya iman dari masyarakat atau memang karena ada beberapa faktor lainnya yang menyebabkan LGBT menjadi sebuah hal yang dianggap biasa? Dalam piala dunia tahun ini beberapa negara menyatakan dukungan LGBT dengan memprotes berbagai macam hal sehingga menjadi sebuah trending yang akhirnya grup grup atau negara negara pendukung LGBT itu harus kandas bahkan tidak masuk Semi final sama sekali. Ditambah beberapa artikel sedang ramai LGBT di garut yang menyatakan bahwa sebanyak 3000 orang di Kabupaten Garut adalah LGBT. Memang ini merupakan berita yang ramai di media social kita namun jika itu hal yang benar apakah kita harus diam saja? 

Ada beberapa faktor penyebab seseorang menjadi LGBT seperti dikutip dari sehatq.com ada beberapa faktor penyebab seseorang menjadi LGBT diantaranya adalah faktor Genetik dan Biologis. Dimana faktor genetik ini setelah seorang psikoanalisis lulusan National Psychological Association for Psychoanalysis, Amerika Serikat,  Allan Schwartz, LCSW, Ph.D, menuliskan bahwa faktor genetik diyakini ahli sebagai salah satu penyebab LGBT. Kromosom X yang diturunkan dari ibu ke anak, membawa keragaman gen yang membuat seseorang menjadi gay. Kajian-kajian terkait faktor genetik tersebut, sebagai penyebab orientasi seksual seseorang dalam LGBT, dibuktikan oleh 50-60 % responden yang berpartisipasi.

Sedangkan faktor biologis menurut para ahli adalah saat sang ibu melahirkan anak laki-laki yang lebih tua, fenomena biologis terjadi pada dinding rahimnya. Kondisi ini, memicu perubahan pada janin anak laki-laki yang lebih muda, dan memunculkan risiko orientasi homoseksual. Para ilmuwan berspekulasi, fenomena biologis tersebut melibatkan adanya perubahan hormon. Hal ini mempengaruhi otak sang anak yang menjadi gay, walaupun mekanisme spesifiknya masih belum diketahui.

Apakah LGBT itu adalah pilihan? 

Jika kita menarik ke hal yang jauh lebih dalam lagi LGBT bisa jadi merupakan sebuah pilihan hidup. Tidak seperti kita dilahirkan itu merupakan takdir yang tidak bisa kita pilih tapi menjadi Normal dan LGBT merupakan pilihan hidup. Memang ada beberapa orang yang berspekulasi bahwa LGBT itu bisa menular terutama bagi orang orang yang pernah menjadi korban (maaf) sod*mi yang akhirnya mereka membalaskan dendam mereka kepada orang lain. Tapi apakah itu benar adanya?
Sebenarnya tidak ada atau mungkin belum ada studi dan penelitian lebih lanjut dari hal itu namun jika itu memang benar adanya maka memang benar bahwa LGBT merupakan pilihan, mereka yang pernah menjadi korban pelecehan bisa saja menjadikan pelecehan itu sebagai alasan untuk mereka menjadi seorang Gay, Lesbi atau bahkan menjadikan itu alasan untuk mereka membalas dendam kepada orang lain. Tetapi mereka yang berpikiran normal bisa menjadikan pelecehan sebagai pelajaran bagi mereka untuk mampu menutup aurat dan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Meskipun terkadang takdir itu menyakitkan namun dengan berusaha menutupi diri dan menyayangi diri sendiri Allah SWT juga tidak akan membiarkan kamu untuk menjadi korban dari takdir itu sendiri.

Jadi LGBT itu salah siapa? 

Bukan lembaga pendidikan, bukan orang tua dan bukan juga lingkungan meskipun lingkungan juga menjadi faktor utama penyebaran LGBT tapi yang harus disalahkan adalah mereka penganut LGBT yang menganggap bahwa LGBT merupakan hal yang normal. LGBT merupakan salah satu penyakit yang diharamkan agama terutama agama islam dan kristen. Ada juga alasan kenapa LGBT ini dilarang karena salah satunya adalah LGBT merupakan gerbang utama terjadinya penyakit HIV dan AIDS. Karena bagaimanapun HIV dan AIDS tidak hanya didapatkan dari mereka yang sering melakukan SEX bebas akan tetapi juga mereka yang melakukan tindakan LGBT.  

LGBT juga merupakan salah satu gerbang dibukanya Azab Allah SWT, dalam islam banyak sekali Ayat Ayat Al Quran yang membahas tentang azab yang menimpa kaum sesama jenis. Selain itu juga dalam sejarah panjang umat manusia, LGBT menjadi alasan kenapa suatu kaum dimusnahkan hanya dalam satu malam saja. Sebagai contoh yang paling viral adalah hilangnya kota Sodom dan Kota Pompeii yang terkenal dengan kaumnya yang memang memiliki kebiasaan yang sangat menjijikan, menjadikan sex sebagai hal yang lumrah dan menyukai sesama jenis sebagai bagian dari kota tersebut. Ada juga dusun legetang sebuah dusun yang ada di Jawa Tengah tepatnya di Banjarnegara yang hilang hanya dalam semalam karena desanya sangat terang terangan melakukan kemaksiatan. Lantas apa yang ada di pikiran anak remaja saat ini tentang LGBT? Ingat LGBT itu adalah hal yang menjijikan, bukan fashion dan bukan hal yang harus di banggakan. Tapi hal yang menyimpang yang harus dimusnahkan.

Tips terhindar LGBT di masa remaja

Masa remaja terutama tingkat SMP dan SMA merupakan masa yang vital dan masa yang rentan terkena serangan LGBT. Entah dari Fashion, Manga, Anime, Film dan lain sebagainya maka dari itu perlu bagi anak remaja untuk membatasi diri dari aktivitas LGBT seperti film dan lain sebagainya salah satunya adalah dengan memperdalam ilmu agama. Karena ilmu agama merupakan hal yang dapat memperkuat iman, dengan iman yang kuat berbagai macam hal yang akan menjadi biang kerok terjadinya LGBT bisa dihindari. Memang sekarang ini LGBT ada di berbagai macam hal dari film, manga dan anime terutama. Maka dari itu orang tua juga harus lebih bijaksana dalam memonitoring anak anaknya dengan tontonannya. Lebih baik lagi jika orang tua mampu menjadi orang tua yang bijaksana dalam memberikan pendidikan yang baik seperti menyekolahkan putra putrinya ke pesantren ataupun sekolah berasrama seperti boarding school.