Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

Sekolah dasar identik dengan ruang kelas. Anak datang, mengikuti pelajaran, mengerjakan tugas, lalu pulang. Namun, apakah pengalaman pendidikan anak seharusnya hanya berpusat pada kegiatan di dalam kelas?
Pertanyaan tersebut semakin relevan ketika sekolah menawarkan banyak pilihan aktivitas seperti robotik, Sains Club, basket, panahan, dan berbagai ekstrakurikuler lainnya.
Bagi anak, belajar tidak selalu berarti duduk dan mendengarkan guru. Mereka juga belajar ketika mencoba sesuatu, membuat kesalahan, bekerja sama, bergerak, mengamati, dan menemukan jawaban sendiri.
SD Al Ma’soem memiliki lingkungan pembelajaran yang tidak hanya berisi kegiatan akademik di kelas. Siswa dapat mengikuti berbagai ekstrakurikuler, termasuk robotik, Sains Club, basket, panahan, futsal, taekwondo, catur, hockey, bola voli, English Club, Math Club, paduan suara, dan Tahfidz.
Lalu, mana yang lebih menarik bagi anak: belajar di kelas atau mengembangkan minat?
Jawabannya: keduanya memiliki fungsi yang berbeda dan justru dapat saling melengkapi.
Pembelajaran di kelas merupakan bagian penting dari pendidikan dasar.
Anak membutuhkan fondasi dalam membaca, menulis, berhitung, sains, bahasa, dan berbagai pengetahuan dasar.
Di kelas, guru dapat memberikan struktur pembelajaran yang sistematis.
Anak juga belajar mengikuti instruksi, menyelesaikan tugas, bertanya, dan berdiskusi.
Karena itu, kegiatan ekstrakurikuler tidak dapat menggantikan pembelajaran utama.
Namun, pembelajaran di kelas juga tidak harus menjadi satu-satunya pengalaman pendidikan.
Robotik memiliki daya tarik karena anak dapat belajar melalui proses membuat dan mencoba.
Ada perbedaan antara mengetahui bagaimana sesuatu bekerja dan mencoba membuat sesuatu bekerja.
Dalam robotik, anak dapat berhadapan dengan masalah.
Jika hasilnya tidak sesuai harapan, mereka perlu mencari penyebabnya.
Proses tersebut dapat mengembangkan rasa ingin tahu dan kemampuan memecahkan masalah.
Anak-anak pada dasarnya memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.
Mengapa sesuatu terjadi?
Bagaimana sesuatu bekerja?
Apa yang akan terjadi jika kondisi berubah?
Sains Club dapat menjadi ruang untuk mengembangkan pertanyaan tersebut.
Anak dapat melihat bahwa sains tidak hanya berupa definisi yang harus dihafalkan.
Sains juga berkaitan dengan pengamatan dan proses mencari tahu.
Basket memberikan pengalaman yang sangat berbeda.
Anak belajar melalui aktivitas fisik.
Mereka bergerak, mengontrol bola, mengikuti aturan, dan bekerja sama.
Permainan olahraga juga mengajarkan keputusan.
Anak harus memilih kapan bergerak, kapan memberikan bola, dan bagaimana bekerja dengan tim.
Ini merupakan pembelajaran yang tidak selalu dapat diperoleh melalui buku.
Panahan menawarkan pengalaman lain.
Anak perlu berkonsentrasi pada target dan berusaha mengontrol gerakan.
Aktivitas seperti ini dapat menjadi alternatif bagi anak yang tidak terlalu menyukai olahraga beregu.
Dengan demikian, kegiatan ekstrakurikuler juga dapat membantu sekolah memberikan pengalaman yang sesuai dengan karakter siswa yang beragam.
Kadang-kadang aktivitas ekstrakurikuler dianggap hanya sebagai hiburan.
Padahal, banyak keterampilan penting dapat berkembang dari kegiatan tersebut.
Robotik mengembangkan problem solving.
Sains mengembangkan rasa ingin tahu.
Basket mengembangkan kerja sama.
Panahan mengembangkan konsentrasi.
Catur mengembangkan strategi.
Taekwondo mengembangkan konsistensi latihan.
Artinya, kegiatan di luar kelas tetap dapat memiliki nilai pendidikan yang kuat.
Pada usia SD, pengalaman langsung dapat membuat pembelajaran lebih mudah dipahami.
Jika belajar tentang konsep tertentu hanya melalui teks, anak mungkin cepat lupa.
Ketika konsep tersebut dihubungkan dengan aktivitas nyata, pengalaman menjadi lebih konkret.
Misalnya, konsep kerja sama dapat dipahami melalui permainan basket.
Konsep strategi dapat dirasakan ketika bermain catur.
Konsep pemecahan masalah dapat dialami melalui robotik.
Dengan demikian, aktivitas ekstrakurikuler dapat menjadi pelengkap pembelajaran akademik.
Orang tua tidak perlu memaksa anak memilih kegiatan yang dianggap paling bergengsi.
Perhatikan minat.
Jika anak senang teknologi, robotik bisa dicoba.
Jika ia suka sains, Sains Club dapat menjadi pilihan.
Jika ia aktif, basket atau olahraga lainnya mungkin lebih cocok.
Jika ia menikmati aktivitas yang membutuhkan konsentrasi, panahan atau catur dapat dipertimbangkan.
Yang penting adalah anak merasa memiliki kesempatan untuk mencoba.
Teman anak mungkin sangat berprestasi dalam basket.
Bukan berarti anak sendiri harus menyukai basket.
Anak mungkin lebih menikmati robotik.
Itu bukan masalah.
Sebaliknya, jika anak sangat menyukai olahraga, orang tua juga tidak perlu memaksanya terus mengikuti kegiatan akademik tambahan.
Potensi anak berkembang ketika mereka mendapatkan ruang yang sesuai.
Sekolah dasar adalah masa untuk mengenal banyak hal.
Anak belum harus menentukan karier.
Mereka belum harus memilih satu bidang untuk selamanya.
Mereka perlu mencoba.
Lingkungan sekolah yang menyediakan beragam aktivitas dapat membantu proses tersebut.
SD Al Ma’soem memiliki berbagai pilihan kegiatan sehingga siswa dapat mengenal bidang akademik, teknologi, olahraga, bahasa, seni, dan keagamaan.
Mana yang lebih menarik bagi anak SD, belajar di kelas atau mengembangkan minat melalui robotik, sains, basket, dan panahan?
Pertanyaan tersebut sebenarnya tidak perlu dijawab dengan memilih salah satu.
Belajar di kelas memberikan fondasi. Ekstrakurikuler memberikan ruang eksplorasi.
Keduanya dapat berjalan bersama.
Anak membutuhkan matematika dan sains untuk membangun pengetahuan dasar. Mereka juga membutuhkan pengalaman robotik untuk menerapkan problem solving.
Mereka membutuhkan pembelajaran bahasa, tetapi juga membutuhkan olahraga untuk bergerak.
Mereka membutuhkan teori, tetapi juga membutuhkan pengalaman.
Karena itu, ketika memilih sekolah dasar, orang tua sebaiknya mencari lingkungan yang mampu memberikan keduanya.
Sekolah bukan hanya tempat anak memperoleh nilai.
Sekolah adalah tempat anak mencoba, bertanya, bergerak, berkarya, bekerja sama, dan perlahan menemukan apa yang membuat mereka tertarik untuk terus belajar.