Fasilitas dan kegiatan siswa pesantren (125)

Madrasah dan Pesantren, Mana Pilihan Anda?

Banyak dari kita yang masih bingung antara mengambil sekolah madrasah dengan pesantren. Dari segi biaya mungkin madrasah memang jauh lebih murah dibandingkan dengan pesantren, namun jika melihat ke sudut pandang lainnya mana yang lebih baik?

Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tradisional yang para siswanya tinggal bersama dan belajar di bawah bimbingan guru yang lebih dikenal dengan sebutan kyai dan mempunyai asrama untuk tempat menginap santri. Sedangkan madrasah merupakan sekolah yang dikhususkan sebagai tempat belajar yang kurikulumnya terdapat pelajaran-pelajaran tentang keislaman. Di Indonesia sendiri jenis madrasah dibagi menjadi beberapa jenis, seperti :

  • Raudhatul Athfal atau RA merupakan salah satu bentuk pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal. Biasanya RA ini menyelenggarakan program pendidikan bagi anak usia 4 – 6 tahun.
  • Madrasah Ibtidaiyah atau MI merupakan satuan pendidikan formal setingkat SD dengan ciri khas yaitu mempelajari agama islam selama 6 tahun.
  • Madrasah Tsanawiyah atau MTS merupakan satuan pendidikan setingkat SMP dengan pelajaran agama selama 3 tahun saja.
  • Madrasah Aliyah atau MA adalah satuan pendidikan setingkat SMA, sama seperti MTS dalam tingkat ini siswa mempelajari agama selama 3 tahun saja.
  • Madrasah Aliyah Kejuruan atau MAK adalah satuan pendidikan formal yang Setara SMK menyelenggarakan pendidikan kejuruan dengan kekhasan agama Islam pada jenjang pendidikan menengah sebagai lanjutan dari Sekolah Menengah Pertama, MTs sederajat, dan MAK ini setara SMK/SMA.
  • Madrasah Diniyah atau MD merupakan bentuk pendidikan formal yang dimana memiliki fungsi utama untuk memenuhi hasrat orang tua agar putra putrinya dapat pendidikan agama islam yang layak. Madrasah Diniyah ini berbeda dengan madrasah madrasah lainnya, karena memang dalam madrasah ini yang dipelajari merupakan ilmu agama saja. Waktu pelajaran dari MD juga berbeda biasanya dilaksanakan pada petang ada beberapa juga yang dilaksanakan ba’da magrib. Madrasah Diniyah juga ditujukan bagi siswa yang belajar di sekolah umum namun ingin mendapatkan ilmu pelajaran agama islam.

Madrasah Diniyah sendiri dibagi menjadi beberapa jenjang pendidikan seperti :

  • Madrasah Diniyah Awaliyah untuk sekolah dasar, ditempuh selama 4 tahun.
  • Madrasah Diniyah Wustho untuk siswa-siswa sekolah lanjutan pertama, ditempuh selama 3 tahun.
  • Madrasah Diniyah Ulya untuk siswa-siswi Sekolah Lanjutan Atas, ditempuh selama 3 tahun.

Ijazah yang diberikan madrasah ini tidak memiliki civi effect, karena orang tua murid maupun muridnya sendiri tidak terlalu mementingkannya. Adapun jam belajarnya, dilaksanakan di sore hari, bagi sekolah umum yang belajarnya pagi hari.

Adapun ciri ciri dari sebuah madrasah seperti sebagai berikut :

  • Mata pelajaran yang dimuat dalam kurikulumnya adalah tentang pendidikan agama islam

Mata pelajaran yang dimuat dalam madrasah adalah ilmu tentang agama islam seperti : Al Qur’an, Aqidah akhlak, Fiqih, Sejarah Kebudayaan Islam, Bahasa Arab, dan lain sebagainya. Dalam Madrasah bukan berarti tidak ada mata pelajaran umum, tentu saja ada hanya perbedaannya dalam madrasah lebih banyak lagi mata pelajaran keagamaan islamnya.

  • Seragam yang dipakai wajib khas muslim yang serba tertutup

Ciri khas lainnya dari madrasah adalah pakaian seragam yang dipakai yaitu wajib busana muslim baik bagi laki laki dan perempuan. Seperti siswinya mengenakan hijab, menggunakan rok atau celana panjang dan khusus untuk siswi wajib menggunakan kaus kaki. Sedangkan untuk laki laki menggunakan baju koko dan berpeci saja sudah cukup.

  • Kurikulum yang dimuat adalah kurikulum Menteri Agama

Ciri khas yang paling mencolok dari madrasah ini adalah kurikulum yang dimuat dalam madrasah adalah kurikulum menteri agama atau MA. Tidak seperti sekolah formal yang menggunakan kurikulum dari KEMENDIKBUD atau pondok pesantren yang terkadang memiliki kurikulum sendiri atau boarding school yang menggabungkan kurikulum KEMENDIKBUD dengan MA. 

Ciri khas dari madrasah menggunakan satu kurikulum yaitu kurikulum dari Menteri Agama. Maka dari itu rapor dari siswa lulusan MA akan berbeda dengan siswa lulusan Boarding school, pesantren ataupun sekolah formal. Efeknya jika siswa tidak betah di Madrasah atau orang tua pindah domisili kerja, untuk melakukan mutasi keluar sekolah harus memilih sekolah madrasah lagi. Karena tidak semua sekolah formal atau sekolah umum bisa menerima karena perbedaan nilai rapor antara Madrasah dengan sekolah biasa.

Di Indonesia pesantren dibagi menjadi beberapa jenis, diantaranya adalah :

  • Pesantren salaf atau salafi

Pesantren salafi adalah pesantren yang menyelenggarakan pendidikan berdasarkan kitab kitab klasik atau kitab kuning yang disusun oleh para ulama ulama salaf dan kyai sebagai figur sentral dalam pesantren tersebut. Jenis pesantren tidak menyelenggarakan pendidikan formal seperti SD, SMP, SMA.

  • Pesantren khalaf atau modern

Pesantren jenis ini menyelenggarakan pendidikan dengan manajemen modern. Pusat pendidikan tidak berpusat pada seorang kyai akan tetapi lebih pada sistem pendidikan berbentuk kurikulum dan administrasi pendidikan formal.

  • Pesantren salaf dan khalaf

Pesantren salaf dan khalaf merupakan pesantren yang menyelenggarakan pengajaran kitab kitab klasik dengan kyai sebagai figur sentral, tapi juga menyelenggarakan pendidikan formal SD, SMP SMA atau bentuk pendidikan formal lainnya.

  • Pesantren takhassus

Pesantren takhassus merupakan jenis pesantren yang dimana memiliki pembelajaran materi khusus. Misalkan pesantren takhassus tahfidz maka pesantren ini lebih condong ke tahfidz Qur’an. Ada juga pesantren takhassus lainnya seperti kitab kuning, hadist ilmu fiqih dan lain sebagainya. Kelebihan dari pesantren ini adalah, lulusannya berkualitas karena lebih difokuskan pada satu bidang saja.

  • Islamic Boarding School

Lembaga pendidikan islam modern ini mulai banyak didirikan di seluruh Indonesia. Dalam Sekolah berasrama berbasis agama islam ini biasanya dibangun dari modal seorang pengusaha, yang dimana berada dibawah lembaga yayasan. Ciri-ciri pesantren jenis ini adalah fasilitasnya yang lengkap. Misalnya, masjid yang bagus dan luas, kamar santri yang disertai fasilitas yang memadai, makanan catering dan laundry, fasilitas pendidikan yang komplit dan lain sebagainya.

Perbedaan antara Pesantren dan Madrasah

Adapun beberapa perbedaan dari pesantren dan madrasah seperti :

  1. Di pesantren menyediakan tempat tinggal untuk santri, sedangkan di madrasah tidak tersedia asrama untuk siswa.
  2. Di pesantren mempelajari ilmu agama secara mendalam, sedangkan di madrasah hanya mempelajari ilmu agama secara mendasar.
  3. Di pesantren biaya lebih mahal tapi lebih lulusan lebih menjanjikan sedangkan madrasah lebih murah namun lulusannya tetap menjanjikan tapi tingkatannya berbeda dengan tingkatan pondok pesantren.
  4. Sama sama memiliki sertifikat ketika lulus, hanya yang berbeda dari rapornya untuk pesantren pasti ada rapor dan ijazah sedangkan madrasah tergantung jenis madrasahnya. Jika MA, MTS dan MI ada tapi madrasah Diniyah rata rata tidak ada.