Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

Sekolah Islam Al Masoem, sebuah sekolah swasta yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat, menerapkan konsep zero waste dalam pengelolaan sampahnya. Konsep ini bertujuan untuk mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan, baik dari kegiatan belajar mengajar maupun dari kegiatan sehari-hari di sekolah.
Konsep Zero waste sudah dilaksanakan sejak 2016 silam, tahun itu ketika direktur pendidikan Al Masoem adalah almarhum Bapak Asep Sujana beliau menciptakan konsep zero waste di Al Masoem demi mengurangi penggunaan sampah plastik di Al Masoem dan konsep yang beliau digunakan adalah dengan mengurangi pembelian minuman dan makanan yang menciptakan sampah dan memberikan air galon isi ulang yang bisa dimanfaatkan setiap siswa untuk bisa mengisi tempat minum yang mereka bawa, dengan konsep ini Al Masoem berhasil mengurangi sampah plastik hingga 60%.
Tahun ajaran 2022-2023 Al Ma’soem kembali menggebrak dunia pendidikan dengan kembali memaksimalkan konsep zero waste kali ini tidak lain lain semua siswa dianjurkan bahkan diwajibkan membawa alat makan sendiri dan peralatan minum sendiri. Konsep ini berlaku untuk semua siswa dan santri Al Masoem dimana mereka tidak akan dilayani jika tidak membawa alat makan sendiri kecuali jika memang mereka akan makan dan minum di tempat yang sudah disediakan seperti di DPR (Dibawah Pohon Rindang) dan spot spot makan tertentu dengan syarat wajib disimpan ditempat yang sudah disediakan dan tidak ditinggal begitu saja di area DPR.
Ada beberapa hal yang dilakukan oleh Sekolah Islam Al Masoem untuk mewujudkan konsep zero waste, antara lain:
Sampah yang dihasilkan di Sekolah Islam Al Masoem dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu sampah organik, sampah anorganik, dan sampah B3 (bahan berbahaya dan beracun). Sampah organik berupa sisa makanan, daun-daun kering, dan kertas bekas. Sampah anorganik berupa plastik, kaca, dan logam. Sedangkan sampah B3 berupa baterai, cat, dan obat-obatan.
Pembagian sampah berdasarkan jenisnya ini memudahkan proses pengolahan sampah. Sampah organik bisa diolah menjadi kompos, sampah anorganik bisa didaur ulang, dan sampah B3 bisa dibuang ke tempat pembuangan khusus.
Di Sekolah Islam Al Masoem, siswa-siswi diwajibkan membawa alat makan dan minum sendiri dari rumah. Hal ini bertujuan untuk mengurangi penggunaan alat makan dan minum sekali pakai yang terbuat dari plastik. Khusus untuk minuman dalam kemasan seperti air mineral Al Masoem wajib di simpan di tempat yang sudah disediakan.
Sekolah Islam Al Masoem juga memberikan pembelajaran tentang pengelolaan sampah kepada siswa-siswinya. Pembelajaran ini dilakukan melalui mata pelajaran, kegiatan ekstrakurikuler, dan kampanye-kampanye lingkungan.
Dengan menerapkan konsep zero waste, Sekolah Islam Al Masoem berhasil mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan. Pada tahun 2023, Sekolah Islam Al Masoem berhasil mengurangi jumlah sampah sebesar 90%.
Konsep zero waste yang diterapkan oleh Sekolah Islam Al Masoem bisa menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain di Indonesia. Dengan menerapkan konsep ini, kita bisa mengurangi dampak negatif sampah terhadap lingkungan.
Dalam ajaran Islam, kebersihan merupakan salah satu hal yang sangat ditekankan. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya kebersihan itu sebagian dari iman.” (HR. Muslim). Al Masoem sangat memegang teguh konsep ini karena kebersihan adalah sebagian dari motto Al Ma’soem yaitu membentuk generasi cageur bageur pinter. Cageur memiliki makna sehat, kesehatan dapat didapatkan dari lingkungan yang bersih, maka dari ttu Al Ma’soem selalu menggunakan konsep ini untuk menciptakan lingkungan yang bersih untuk menciptakan kesehatan di lingkungan sekolah dan pesantren.
Bebas dari sampah plastik merupakan salah satu bentuk kebersihan yang kami pegang teguh sejak lama, karena mau bagaimanapun meskipun sampah plastik dapat didaur ulang dan dapat dijadikan bahan bahan lain tapi sampah ini memang masih sangat sukar untuk dihilangkan. Maka dari itu selain konsep kebersihan yang layak pengurangan sampah plastik juga menjadi program utama Al Masoem dalam mendapatkan lingkungan pendidikan yang sehat.
Meskipun ada petugas kebersihan akan tetapi tetap saja kami menganjurkan siswa dan santri untuk belajar memegang teguh konsep kebersihan sebagian dari iman. Maka dari itu Al Masoem menyediakan beberapa spot untuk mencuci piring dan gelas yang sudah di pakai di area kantin dan DPR dimana siswa yang membawa tumbler dan alat makan sendiri untuk bisa belajar membersihkannya sendiri untuk dipakai di esok hari. Inilah yang membuat siswa dan santri Al Masoem meskipun mereka diberikan fasilitas yang cukup bahkan lebih dari cukup tapi mereka juga dituntut untuk belajar mandiri terutama pada barang bawaan dan barang yang mesti dibersihkan setiap mereka sudah pakai.