Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

Filsafat pendidikan Islam menerapkan “pemikiran dan tindakan yang benar” untuk membuat individu sadar tentang tujuan penciptaan dan untuk mengidentifikasi dirinya serta agar memiliki kesadaran akan Allah. Konsep filsafat Islam mengajarkan bahwa tujuan hidup adalah “pencapaian keridhaan Allah”. Kenikmatan ini tidak membatasi aktivitas manusia hanya untuk menyembah Allah tetapi mendidik masyarakat untuk menyadari sistem hak semua makhluk hidup dan juga makhluk tak hidup yang merupakan syarat untuk membentuk masyarakat hidup yang tauladan.
Sekolah dengan dasar agama Islam dewasa ini memiliki magnet tersendiri bagi para orang tua/wali calon murid untuk menyekolahkan anaknya dengan harapan mendapatkan kualitas belajar yang lebih baik dari sekolah konvensional. Perlu dicermati mengenai sekolah ini dari segi jenjang, standar, konsep dan manajemen dalam pelaksanaan proses pembelajaran untuk mencapai kualitas yang diharapkan.
Dalam penerapannya, sekolah berbasis Islam ini dapat diartikan sebagai sekolah yang menerapkan pendekatan penyelenggaraan pendidikan dengan memadukan pendidikan umum dan pendidikan agama dalam satu kurikulum. Dengan adanya pendekatan seperti ini, semua mata pelajaran dan semua kegiatan sekolah tidak lepas dari bingkai ajaran dan pesan nilai Islami. Tidak ada dikotomi atau keterpisahan, serta tidak ada “sekularisasi” dimana pelajaran dan pembahasan lepas dari nilai dan ajaran Islam, ataupun “sakralisasi” dimana Islam diajarkan terlepas dari konteks kemaslahatan kehidupan masa kini dan masa depan.
Untuk mencapainya, perlu diperhatikan standar sarana dan prasarana sekolah itu sendiri. Dengan sarana yang memadai seperti adanya tempat ibadah, mushola atau masjid, para siswa belajar dan menghafal selain kelas belajar, adanya perpustakaan untuk meningkatkan literasi siswa, adanya laboratorium untuk meningkatkan kemampuan siswa, serta adanya taman yang representatif untuk membuat mereka betah di sekolah.
Sistem sekolahnya adalah sekolah penuh (fullday school), dengan adanya media teknologi belajar yang membantu kegiatan belajar siswa secara cepat dan cermat, kecukupan guru dan rasio murid di kelas sangat menentukan ciri khas sekolah berbasis Syariah ini. Idealnya, di sekolah ini setiap guru mengasuh maksimal 15 orang siswa, dan kelas memiliki ukuran yang sesuai dalam memberikan kenyamanan belajar bagi murid.
Dapat disimpulkan bahwa, sekolah berbasis Syariah merupakan sekolah Islam yang diselenggarakan dengan memadukan secara Integratif nilai dan ajaran Islam dalam bangunan kurikulum dengan pendekatan pembelajaran yang efektif dan pelibatan yang optimal dan kooperatif antara guru dan orangtua, serta masyarakat untuk membina karakter dan kompetensi peserta didik.