Hal Hal Yang Menghambat Perkembangan Anak Muda

Hal-Hal Yang Menghambat Perkembangan Anak Muda

Masa muda adalah masa yang paling tepat untuk menentukan arah kehidupan menuju kesuksesan. Masa muda menjadi masa keemasan untuk menentukan masa depan yang lebih baik, dimana pada titik ini berbagai pilihan hidup akan berdampak secara tidak langsung maupun langsung ketika sudah dewasa nanti. Contoh dari hal ini adalah bagaimana momen sumpah pemuda menjadi tonggak sejarah Indonesia yang berhasil dicetuskan oleh anak muda.

Dengan semangat persatuan, kumpulan anak muda ini bersama-sama merumuskan cita-cita yang satu, yaitu “Tanah air Indonesia”, “bangsa Indonesia” dan “bahasa Indonesia”. Keputusan ini diharapkan bisa menjadi asa bagi setiap perkumpulan kebangsaan yang akan hadir selanjutnya.

Mungkin kalian telah mendengar banyak bagaimana sebuah kongres pemuda ini berjalan hingga disebut sebagai hari sumpah pemuda, namun di artikel ini tidak akan membahas itu. Ada perspektif lain yang mungkin bisa diambil pelajaran didalamnya, yaitu hal-hal yang mampu menghambat perkembangan anak muda di zaman sekarang.

Mengapa hal ini perlu dibicarakan? Faktanya, globalisasi membuat segala hal yang berbau non-Indonesia semakin banyak hadir di tengah kehidupan kita. Ada yang bilang westernisasi, atau budaya ketimuran, dan lain sebagainya. Semua memiliki andil yang sama, yaitu memberikan stigma yang negatif bila tidak dikontrol dengan baik.

Tidak ada yang salah mengenai menyukai budaya luar, hanya saja jangan seperti kacang yang lupa dengan kulitnya. Terlebih sebagai umat muslim, ada aturan Islam yang harus tetap dijaga. Lalu kira-kira apa saja hambatan yang biasa ditemukan bagi anak muda di zaman sekarang?

Sifat Malas

Anak muda di zaman sekarang lebih sering dimanjakan dengan beragam fasilitas teknologi yang serba instan. Sehingga ini membuat mereka menjadi lebih suka bermalas-malasan. Sifat malas ini bukan sekedar tidak melakukan kegiatan lain yang lebih bermanfaat, tetapi juga menunda tugas yang lebih penting.

Mereka akan lebih sering mengenggam smartphone mereka dan sibuk sendiri, bermain games atau mendengarkan musik. Ini bila dibiarkan terlalu lama maka yang ada hanya rasa penyesalan di kemudian hari. Cita-cita anak muda tidak bisa bergerak sendiri, tetapi perlu diusahakan. Langkah paling tepat adalah dipersiapkan secara dini, dan masa muda adalah waktu yang tepat untuk mengeksplorasi hal tersebut.

Pergaulan Bebas

Berkebalikan dengan sebelumnya, ketika anak muda terlalu terlena dengan dunia luar atau segala tahap bersosialisasi yang mengkhawatirkan maka mereka bisa terjerumus dengan pergaulan bebas. Pergaulan bebas merupakan istilah perilaku menyimpang yang tak sesuai dengan norma dan ajaran agama. Misalnya penggunaan narkoba, minum-minuman keras (memabukan) hingga seks bebas.

Pergaulan jenis ini bisa mempengaruhi kepribaadian seseorang yang mengarah pada hal negatif, ini bisa diamati dari perilaku, mode dan tren yang diikuti oleh mereka. Hal ini bila tidak dijauhi, dikhawatirkan mampu membahayakan kesehatan, keselamatan maupun masa depan anak muda tersebut. Ini bisa menjadi tugas yang berat bagi orang tua sendiri maupun guru yang mendidik di sekolah, namun paling tidak ini adalah upaya untuk menyelematkan anak muda tersebut dari masa depan yang buruk.

Suka Mengeluh

Apabila sifat malas membuat anak muda menjadi tidak produktif, maka mengeluh mampu memecah fokus ketika bertindak dan berusaha dalam sesuatu. Ketika mereka sudah terbiasa dengan fasilitas hidup yang lebih mudah, ternyata ini bisa menimbulkan perasaan hidup yang terlampau nyaman. Sehingga ketika mereka dihadapkan dengan kondisi yang menuntut lebih, mereka akan enggan untuk bergerak.

Satu hal yang perlu diperhatikan, bahwa segala hal di dunia ini dibangun dari rasa perjuangan dan kegagalan. Kedua hal ini tidak bisa dipisahkan dari kehidupan, dan ini yang terkadang berusaha dihindari oleh para orang tua kepada anaknya, karena mereka tahu pahitnya hal tersebut. Namun sebaiknya ini tidak dilakukan berlebihan, karena prose pembentukan mental tetap perlu dilakukan.

Dampak lainnya dari memiliki mental yang suka mengeluh bagi anak muda adalah suka mengejek orang lain, karena merasa diri mereka lebih baik nasibnya dibanding orang lain. Bagi anak muda yang mendapat ejekan, inilah salah satu latihan mental yang perlu dibiasakan. Ada kalanya suara orang lain tidak perlu didengar, cukup fokus pada apa yang bisa dilakukan. Cukup tunjukkan hasilnya kepada mereka yang sempat mengejek.

Itulah beberapa hal yang mampu menghambat perkembangan anak muda di zaman sekarang. Tentunya beberapa sifat di atas tidak ingin dialami oleh setiap anak dari orang tua. Di Yayasan Al Ma’soem pun begitu, dengan penerapan tata tertib yang jelas dan juga tegas akan mendidik para siswa menjadi anak yang tidak hanya cerdas tetapi juga beradab.

 

Penulis: Gumilar Ganda