Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

Banyak orang tua mengeluhkan hal yang sama setiap malam: pulang kerja badan sudah capek, tapi masih harus menemani anak mengerjakan pekerjaan rumah (PR) dari sekolah. Tidak jarang situasi ini memicu konflik kecil di rumah, anak rewel, orang tua lelah, akhirnya suasana malam jadi tegang.
Pertanyaannya, apakah PR memang satu-satunya cara anak belajar lebih banyak? Faktanya, banyak riset pendidikan menunjukkan bahwa terlalu banyak PR justru bisa membuat anak stres, kehilangan waktu bermain, dan kurang waktu bersama keluarga.
Nah, disinilah konsep full day school dengan Kurikulum Cambridge hadir sebagai solusi. Beberapa sekolah modern, seperti Al Masoem Bandung, sudah menerapkan sistem ini: anak belajar seharian di sekolah, tetapi gak ada PR yang dibawa pulang. Bagaimana bisa? Mari kita bahas.
Mengapa PR Sering Jadi Masalah?
Secara tradisional, PR dianggap cara terbaik agar anak mengulang pelajaran di rumah. Tapi, realitanya berbeda:
Dengan kata lain, pekerjaan rumah sering lebih banyak menambah beban ketimbang manfaat, apalagi di era saat anak juga perlu waktu untuk aktivitas non-akademik, seperti olahraga, seni, atau sekadar quality time bersama keluarga.
Konsep Full Day School dengan Kurikulum Cambridge
Di sekolah berbasis Kurikulum Cambridge, pendekatan belajar berbeda dengan sekolah konvensional. Sistem yang diterapkan lebih menekankan pada project-based learning (belajar berbasis proyek), diskusi, praktik, dan kolaborasi.
Kalau di sekolah biasa banyak aktivitas akademik ditumpuk lalu sisanya dilempar ke PR, di fullday school Cambridge semua kegiatan dirancang tuntas di sekolah. Jadi, anak-anak tidak perlu lagi membawa beban pekerjaan rumah.
Contoh penerapannya di Al Masoem Bandung:
Dengan cara ini, anak tetap produktif selama seharian di sekolah, tapi begitu pulang, mereka bisa benar-benar beristirahat dan bersosialisasi dengan keluarga tanpa terbebani PR.
Keuntungan Anak Belajar Tanpa PR
Menghapus PR bukan berarti anak tidak belajar. Justru sebaliknya, hasil belajar lebih terasa karena dikelola dengan efektif di sekolah.
Beberapa manfaat yang bisa dirasakan anak:
Dampak Positif untuk Orang Tua
Bukan hanya anak yang merasakan manfaat, orang tua pun ikut tenang. Bayangkan, pulang kerja sudah lelah, tapi tidak perlu lagi menghadapi drama PR yang sering bikin pusing.
Di Al Masoem Bandung, konsep ini sudah lama diterapkan, sehingga banyak orang tua merasa lebih lega: anak tetap pintar, terarah, dan produktif, tanpa harus stres di rumah.
Biaya dan Fasilitas yang Sebanding
Sebagian orang tua khawatir, “Kalau gak ada PR, berarti biaya sekolah lebih mahal dong?” Faktanya, tidak selalu begitu.
Full Day school dengan Kurikulum Cambridge memang menawarkan fasilitas internasional, tapi banyak sekolah, termasuk Al Masoem Bandung, memberikan biaya yang kompetitif dengan value yang jelas:
Waktu Anak Jadi Lebih Bermakna
Jadi, apakah full day school dengan Kurikulum Cambridge itu membuat anak lebih capek? Ternyata tidak. Justru dengan sistem tanpa PR, anak bisa menyelesaikan semua belajarnya di sekolah, lalu pulang dengan hati ringan.
Al Masoem Bandung membuktikan bahwa fullday school bukan sekadar menambah jam belajar, tetapi mengubah kualitas belajar. Anak tetap produktif, kreatif, dan percaya diri, sementara orang tua lebih tenang karena tidak lagi direpotkan dengan pekerjaan rumah yang menumpuk.
Sekarang, pilihan ada di tangan orang tua: mau anak pulang sekolah dengan lelah plus PR menumpuk, atau pulang dengan senyum dan cerita baru setiap hari?