Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

Perkembangan dunia membuat siswa perlu memiliki wawasan yang lebih luas. Berbagai persoalan seperti lingkungan, pendidikan, teknologi, kesehatan masyarakat, perdamaian, dan hubungan antarnegara dapat saling berkaitan. Karena itu, siswa SMP perlu mendapatkan kesempatan untuk mengenal isu global dengan cara yang sesuai usia.
Model United Nations atau MUN merupakan salah satu bentuk kegiatan simulasi yang dapat memperkenalkan siswa pada dunia diplomasi, diskusi, riset, dan komunikasi. Melalui kegiatan seperti ini, siswa SMP Internasional Al Masoem dapat memperoleh pengalaman belajar yang berbeda dari pembelajaran akademik biasa.
MUN merupakan simulasi konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa. Peserta berperan sebagai delegasi yang mewakili suatu negara dan membahas isu tertentu.
Dalam simulasi tersebut, siswa belajar memahami suatu persoalan dari sudut pandang yang berbeda. Mereka tidak hanya menyampaikan pendapat pribadi, tetapi perlu mempelajari posisi negara yang mereka wakili.
Konsep tersebut menarik karena melatih siswa membedakan antara pendapat pribadi dan argumen yang dibangun berdasarkan informasi.
Sebelum mengikuti simulasi, siswa perlu mempelajari topik yang akan dibahas. Proses riset menjadi bagian penting dalam kegiatan MUN.
Siswa dapat mencari informasi mengenai latar belakang suatu persoalan, pihak-pihak yang berkaitan, serta berbagai pendekatan yang dapat digunakan untuk menyelesaikannya.
Kegiatan tersebut melatih kemampuan mencari, membaca, dan menyaring informasi. Siswa juga dapat belajar bahwa tidak semua informasi di internet memiliki kualitas yang sama.
MUN juga berkaitan erat dengan kemampuan berbicara di depan orang lain. Siswa perlu menyampaikan gagasan dengan jelas dan terstruktur.
Bagi siswa yang awalnya merasa gugup ketika berbicara di depan kelompok, kegiatan ini dapat menjadi ruang latihan. Mereka dapat belajar menyusun pembukaan, menyampaikan argumen, serta merespons pembicaraan peserta lain.
Kemampuan tersebut tidak hanya berguna untuk MUN. Public speaking dapat membantu siswa ketika melakukan presentasi di kelas atau mengikuti berbagai kegiatan organisasi.
Salah satu karakteristik MUN adalah adanya proses negosiasi. Peserta dapat memiliki pandangan berbeda mengenai suatu isu, tetapi tetap perlu mencari titik temu.
Bagi siswa, pengalaman ini dapat mengajarkan bahwa perbedaan pendapat tidak selalu harus berakhir dengan konflik. Komunikasi yang baik dapat digunakan untuk mencari solusi yang dapat diterima bersama.
Inilah salah satu aspek penting dari pendidikan karakter melalui MUN.
Dalam konteks sekolah internasional, MUN juga dapat menjadi ruang penggunaan bahasa Inggris secara aktif. Siswa dapat berlatih vocabulary yang berkaitan dengan isu global, menyampaikan pendapat, serta memahami berbagai istilah diplomasi.
Penggunaan bahasa dalam situasi nyata membuat siswa memiliki pengalaman berbeda dibandingkan sekadar mengerjakan latihan grammar.
Mereka belajar bahwa bahasa adalah alat untuk menyampaikan gagasan dan membangun komunikasi.
MUN membutuhkan siswa untuk melihat sebuah masalah dari beberapa sisi. Mereka dapat belajar bertanya: Apa penyebab masalahnya? Siapa yang terdampak? Apa solusi yang memungkinkan? Apa konsekuensi dari solusi tersebut?
Pertanyaan semacam itu membantu mengembangkan kemampuan berpikir kritis.
Siswa juga belajar bahwa sebuah persoalan global biasanya tidak memiliki jawaban sederhana. Ada banyak kepentingan, kondisi, dan pertimbangan yang perlu dipahami.
Meskipun simulasi dilakukan melalui peran delegasi, proses persiapan juga dapat melibatkan kerja kelompok. Siswa dapat berdiskusi, membagi tugas riset, dan mempersiapkan strategi komunikasi.
Kerja sama mengajarkan siswa untuk menghargai kontribusi setiap anggota. Tidak semua orang harus menjadi pembicara utama. Ada yang kuat dalam riset, menulis, analisis, maupun komunikasi.
Semua kemampuan tersebut dapat saling melengkapi.
MUN dapat memperkenalkan siswa pada keberagaman perspektif. Ketika memerankan negara tertentu, siswa perlu memahami latar belakang dan kepentingan yang berbeda.
Pengalaman tersebut dapat membantu membangun sikap terbuka. Siswa belajar bahwa cara melihat sebuah masalah dapat dipengaruhi oleh kondisi sosial, ekonomi, budaya, dan sejarah.
Pemahaman semacam ini relevan dengan lingkungan pendidikan internasional.
Pengalaman mengikuti kegiatan seperti MUN dapat menjadi bagian dari pengembangan portofolio nonakademik siswa. Lebih penting lagi, keterampilan yang diperoleh dapat digunakan dalam pendidikan lanjutan.
Kemampuan riset, public speaking, bahasa Inggris, negosiasi, berpikir kritis, dan kerja sama merupakan keterampilan yang relevan di berbagai bidang.
Tidak semua siswa yang mengikuti MUN harus melanjutkan ke bidang hubungan internasional. Keterampilan tersebut dapat berguna dalam banyak jalur pendidikan dan profesi.
Ekskul Model United Nations di SMP Internasional Al Masoem dapat menjadi ruang belajar yang memperkenalkan siswa pada isu dunia melalui simulasi, riset, diskusi, dan komunikasi. Siswa tidak hanya mengenal persoalan global, tetapi juga belajar bagaimana menyusun argumen dan memahami perspektif berbeda.
Melalui MUN, siswa dapat mengembangkan public speaking, kemampuan bahasa Inggris, berpikir kritis, kerja sama, serta keterampilan negosiasi. Semua pengalaman tersebut dapat memperkaya proses pendidikan di luar ruang kelas.
Bagi siswa yang memiliki rasa ingin tahu terhadap dunia dan senang berdiskusi, kegiatan MUN dapat menjadi pengalaman yang menarik untuk mengembangkan wawasan sekaligus kemampuan komunikasi.