Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

Jatinangor — Sebanyak 52 peserta mengikuti program Karantina Tahfidz Angkatan XI tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Pesantren Siswa Al Ma’soem, Jatinangor. Kegiatan ini menjadi ajang intensif bagi para santri untuk fokus menghafal Al-Qur’an dalam waktu yang ditentukan. Dari seluruh peserta, tiga santri berhasil meraih predikat terbaik dengan capaian hafalan yang melebihi target.
Santri atas nama Reynaldy Alfarisi keluar sebagai juara pertama setelah berhasil menyelesaikan hafalan lebih dari 4 juz. Ia menghafal juz 28, 27, 1, 2, 3, dan sebagian surat Al-Baqarah hingga ayat 269. Konsistensi dan semangatnya selama masa karantina mengantarkannya menjadi santri terbaik dalam kegiatan tersebut.
Posisi kedua diraih oleh Safira Khoirunnisa yang berhasil menghafal 2 juz lebih, mencakup juz 2, 3, dan sebagian juz 4 hingga surat Ali Imran ayat 102. Sementara itu, Saskia Hilmi Syabibah menempati posisi ketiga dengan hafalan 2 juz, yakni juz 18 dan 19 hingga surat An-Naml ayat 59.
Pimpinan Pesantren Siswa Al Ma’soem, Ustadz Asep Abdul Halim, secara langsung menyerahkan penghargaan kepada para santri terbaik dalam acara penutupan yang berlangsung khidmat. Ia menyampaikan apresiasi atas usaha dan komitmen para peserta selama mengikuti karantina tahfidz.
“Target kami dalam karantina ini adalah dua juz. Alhamdulillah, delapan orang peserta berhasil melampaui target tersebut. Ini menjadi bukti bahwa dengan pembinaan intensif dan lingkungan yang kondusif, anak-anak mampu menghafal Al-Qur’an lebih banyak dari yang dibayangkan,” ungkapnya.
Program Karantina Tahfidz ini merupakan agenda rutin tahunan di Pesantren Al Ma’soem yang bertujuan membentuk karakter Qur’ani melalui pembinaan hafalan secara fokus dan disiplin. Selain target hafalan, para peserta juga dibekali dengan pemahaman makna ayat dan adab dalam menjaga hafalan.
Dengan berakhirnya Karantina Tahfidz Angkatan XI, pihak pesantren berharap kegiatan serupa di tahun-tahun mendatang dapat terus menghasilkan para hafidz dan hafidzah yang tidak hanya kuat hafalannya, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai akhlak dan kedisiplinan.