Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

beasiswa tahfidz Quran juga adalah bentuk penghargaan bagi mereka yang mencintai Al Quran
Siapa yang tidak bangga ketika mengetahui banyak sekali kaula muda atau anak anak masa remaja yang masih mencintai Al Quran, kami sangat yakin bukan hanya orang tua yang akan bangga tapi juga kami sebagai lembaga pendidikan dan masyarakat muslim di seluruh dunia akan sangat bangga dengan anak anak usia remaja yang sudah menjadi hafidz Quran. Kebanggaan ini karena beberapa alasan, di tengah era globalisasi dan isu gelapnya ekonomi dunia pada tahun 2023 mendatang yang mungkin mengancam negara negara maju dan berkembang, anak anak remaja yang akan menjadi tiang utama dan pondasi dalam sebuah negara justru sedang sibuk memupuk dirinya dengan ilmu ilmu yang bermanfaat dari ilmu pendidikan umum hingga agama islam.
Pondasi seperti ini yang akan memajukan bangsa dan tanah air kita, karena tanpa adanya pendidikan yang layak dan tanpa adanya ilmu agama yang menyelimuti pendidikan kita itu akan kurang, tidak sempurna. Ibaratkannya jika ilmu pendidikan secara umum adalah body dan cat sebuah mobil maka pendidikan agama adalah mesinnya. Body mobil tidak akan berguna tanpa adanya mesin yang tangguh begitu juga pendidikan umum akan percuma tanpa diikuti pendidikan agama yang baik. Pendidikan agama ini yang mengajarkan siswa dan santri sebuah sekolah atau pondok pesantren tentang adab, kitab dan Al Quran. Memang secara umum semua pendidikan berbasis pesantren di Indonesia memiliki program tahfidz Quran sebagai kurikulum utama dalam pendidikannya. Namun tidak semua sekolah menjadikan program tahfidz Quran ini sebagai beasiswa bagi peserta didiknya.
Memang kami tidak bisa memungkiri, karena ada beberapa sekolah atau pondok pesantren yang memang memfokuskan diri mereka pada hafalan Quran dan Kitab, maka tidak aneh mungkin bagi pesantren semacam itu jika siswa dan santrinya memiliki hafalan Quran, namun berbeda dengan pesantren yang berkonsep sekolah sambil mesantren, di sekolah jenis ini hafalan Quran akan dijadikan keunggulan yang bukan berbasis kurikulum. Artinya seperti ini, dalam pesantren modern kita sebutkan, kami menyajikan pendidikan 100% agama islam dan 100% pendidikan umum, artinya kurikulum yang berlaku di pesantren jenis ini atau kita ambil saja Al Masoem adalah kurikulum dibawah lembaga pendidikan nasional, Seperti pesantren tingkat SMP kami menggunakan kurikulum kurtilas dan SMA kurikulum merdeka yang disempurnakan dengan kurikulum Al Masoem. Di pesantren juga sama, jadi pendidikan tahfidz Quran secara tidak langsung tidak masuk ke dalam kurikulum pesantren, tapi lebih menjadi peminatan siswa.
Peminatan siswa ini juga dibagi menjadi 3 jenis kelas peminatan yaitu peminatan Tahfidz, Kitab kuning dan Tahsin meskipun tahsin bersifat wajib bukan peminatan. Maka dari itu tahfidz Quran di lembaga pendidikan seperti Al Masoem dijadikan sebuah beasiswa yang dimana mereka yang berhasil mengalahkan 1 juz akan mendapatkan beasiswa gratis SPP dan Gratis 10% tahunan (pesantren) begitu juga bagi calon peserta didik yang memiliki hafalan QUran akan mendapatkan beasiswa diskon 10% setiap hafalan yang mereka miliki. Ini juga berlaku kelipatan dan berlaku rangkap dengan beasiswa lainnya.
Dan berikut ini adalah daftar siswa SMP dan pesantren Al Ma’soem yang berhasil meraih prestasi belajar berupa hafalan Quran dari 1 hingga 5 juz pada jenjang SMP Al Masoem.
Beasiswa tahfidz Quran di Al Masoem sengaja dibuat untuk memotivasi siswa agar bisa meraih hafalan Quran yang banyak. Selain itu juga beasiswa tahfidz Quran juga adalah bentuk penghargaan bagi mereka yang mencintai Al Quran, karena untuk menghafal 1 juz saja itu akan sangat sulit jika tidak disiplin dalam menghafalkannya apalagi 30 juz. Namun siswa dan santri Al Masoem mampu menunjukan dirinya bahwa mereka bisa menjadi seorang hafidz Quran di usia remaja dan mampu untuk membuat bangga lembaga dan orang tuanya.
Selamat kepada para siswa dan santri Al Ma’soem yang berhasil mengalahkan ayat ayat Alquran, semoga mendapatkan keberkahan dari Dunia dan Akhirat kelak. Aamiin ..
Pena : Mohamad Ramdan