Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

Setiap siswa memiliki cara belajar yang berbeda. Ada yang lebih mudah memahami materi setelah membaca berulang kali,ada yang lebih cepat mengerti ketika melihat gambar atau diagram,dan ada pula yang baru benar-benar memahami pelajaran setelah mencoba mengerjakan soal. Perbedaan tersebut merupakan hal yang wajar karena proses memahami informasi tidak selalu berlangsung dengan cara yang sama pada setiap orang.
Selain dipengaruhi oleh karakter siswa,metode belajar juga dapat disesuaikan dengan jenis pelajaran yang sedang dipelajari. Cara memahami rumus matematika tentu tidak selalu sama dengan cara mempelajari sejarah,bahasa,biologi,atau materi yang membutuhkan praktik. Karena itu,siswa dapat mulai belajar mengenali metode mana yang paling membantu untuk kebutuhan tertentu.
Salah satu kebiasaan yang sering terjadi adalah menggunakan satu metode belajar untuk semua mata pelajaran. Misalnya,siswa selalu membaca buku dari awal sampai akhir setiap kali akan menghadapi ujian. Cara tersebut bisa membantu untuk materi tertentu,tetapi belum tentu menjadi pilihan paling sesuai ketika pelajaran membutuhkan latihan,pemecahan masalah,atau pemahaman konsep.
Mata pelajaran yang memiliki banyak istilah mungkin membutuhkan kegiatan membaca dan membuat rangkuman. Sementara itu,materi yang membutuhkan perhitungan akan lebih banyak terbantu melalui latihan soal. Ada pula materi yang lebih mudah dipahami jika siswa melihat ilustrasi,membuat diagram,atau melakukan praktik secara langsung.
Mengenali karakter materi menjadi langkah awal yang penting. Siswa tidak perlu langsung mencari metode belajar yang rumit. Cukup dengan melihat apa yang sebenarnya dituntut dari pelajaran tersebut: mengingat,menghitung,memahami hubungan antarkonsep,menulis,berbicara,atau mempraktikkan sesuatu.
Sebelum menentukan metode belajar,siswa dapat bertanya kepada dirinya sendiri mengenai tujuan dari kegiatan tersebut. Apakah ingin memahami konsep? Menghafalkan istilah? Mempersiapkan ujian? Menyelesaikan tugas? Atau berlatih menerapkan teori?
Tujuan yang berbeda dapat membutuhkan strategi yang berbeda pula. Jika siswa ingin mengingat istilah,membuat kartu belajar atau menguji diri sendiri mungkin dapat membantu. Jika ingin memahami konsep,siswa dapat mencoba menjelaskan kembali materi menggunakan kata-kata sendiri.
Beberapa pertanyaan sederhana yang dapat digunakan antara lain:
Pertanyaan tersebut membantu siswa menghindari kebiasaan belajar tanpa tujuan. Waktu yang digunakan untuk belajar pun dapat diarahkan pada bagian yang memang membutuhkan perhatian.
Beberapa pelajaran memiliki istilah,nama,tanggal,definisi,atau informasi lain yang memang perlu diingat. Untuk jenis materi seperti ini,siswa dapat menggunakan metode yang membuat proses mengingat menjadi lebih aktif.
Membaca berkali-kali terkadang membuat siswa merasa familiar dengan materi,tetapi rasa familiar belum tentu berarti benar-benar mampu mengingatnya tanpa melihat buku. Karena itu,siswa dapat mencoba menutup buku lalu menyebutkan kembali informasi yang baru dipelajari.
Cara lain adalah membuat pertanyaan dan jawaban sederhana. Misalnya,satu sisi catatan berisi pertanyaan,sedangkan sisi lainnya berisi jawaban. Siswa kemudian mencoba menjawab tanpa melihat jawabannya terlebih dahulu.
Pengulangan juga dapat dilakukan secara bertahap. Materi tidak harus dipelajari semuanya dalam satu malam. Mengulang sedikit demi sedikit pada beberapa kesempatan dapat membuat proses belajar terasa lebih teratur.
Materi yang berhubungan dengan angka,rumus,atau penyelesaian masalah membutuhkan pendekatan yang berbeda. Membaca penjelasan saja biasanya belum cukup karena siswa perlu mengetahui bagaimana sebuah konsep digunakan dalam soal.
Setelah memahami rumus atau contoh dasar,siswa dapat mencoba mengerjakan soal secara mandiri. Jika salah,jangan langsung menghapus jawaban dan menggantinya. Kesalahan justru dapat digunakan untuk mengetahui bagian mana yang belum dipahami.
Siswa juga dapat mengelompokkan soal berdasarkan tingkat kesulitan. Mulai dari soal sederhana untuk memahami konsep,kemudian beralih ke soal yang membutuhkan beberapa langkah penyelesaian. Dengan cara ini,siswa dapat mengetahui perkembangan kemampuannya secara bertahap.
Ada pelajaran yang tidak hanya meminta siswa menghafal informasi,tetapi memahami hubungan antara satu konsep dengan konsep lainnya. Dalam situasi seperti ini,membuat peta konsep atau diagram dapat membantu.
Misalnya,siswa dapat menempatkan satu konsep utama di tengah kemudian menghubungkannya dengan beberapa konsep pendukung. Hubungan sebab-akibat,urutan proses,atau perbedaan antara dua materi dapat digambarkan secara visual.
Cara tersebut membuat siswa tidak hanya melihat materi sebagai kumpulan paragraf. Mereka mulai memahami bagaimana informasi saling berkaitan. Ketika harus menjelaskan kembali materi,siswa juga memiliki gambaran mengenai urutan dan hubungan antarbagian.
Pelajaran bahasa membutuhkan kemampuan yang cukup beragam,mulai dari memahami bacaan,menambah kosakata,menulis,hingga menyampaikan gagasan. Karena itu,metode belajarnya pun dapat dibuat lebih beragam.
Siswa dapat membaca teks kemudian mencoba menemukan gagasan utama. Untuk memperkaya kosakata,mereka dapat mencatat kata-kata yang belum dikenal dan mencari maknanya berdasarkan konteks atau sumber yang tepat.
Kemampuan menulis juga membutuhkan latihan. Siswa dapat mencoba membuat paragraf pendek,kemudian memeriksa apakah gagasannya sudah jelas dan apakah kalimatnya saling berhubungan. Sementara untuk kemampuan berbicara,membaca teks dengan suara keras atau melakukan latihan presentasi dapat menjadi kegiatan pendukung.
Beberapa materi akan lebih mudah dipahami ketika siswa melihat atau melakukan prosesnya secara langsung. Praktik dapat membantu menghubungkan penjelasan yang sebelumnya terasa abstrak dengan pengalaman nyata.
Dalam kegiatan praktik,siswa tidak hanya mengikuti langkah-langkah. Mereka juga dapat memperhatikan apa yang terjadi,mencatat hasil,dan membandingkannya dengan konsep yang sudah dipelajari.
Kegiatan seperti eksperimen,simulasi,proyek,atau latihan keterampilan juga dapat menjadi kesempatan untuk menemukan kesalahan secara langsung. Dari sana,siswa dapat memperbaiki cara kerja dan memahami materi dengan pengalaman yang lebih konkret.
Siswa tidak harus memilih satu metode dan menggunakannya secara eksklusif. Justru,menggabungkan beberapa cara belajar dapat membantu ketika materi memiliki beberapa karakter sekaligus.
Sebagai contoh,siswa dapat membaca penjelasan terlebih dahulu,kemudian membuat peta konsep,menjelaskan materi menggunakan kata-kata sendiri,dan terakhir mengerjakan beberapa soal. Setiap kegiatan memiliki fungsi yang berbeda.
Penggabungan metode juga membantu siswa mengetahui bagian mana yang sudah dikuasai. Jika mampu membaca tetapi kesulitan menjelaskan kembali,mungkin pemahaman konsep masih perlu diperkuat. Jika mampu menjelaskan tetapi kesulitan mengerjakan soal,mungkin siswa membutuhkan lebih banyak latihan penerapan.
Siswa sering melihat teman memiliki cara belajar tertentu yang terlihat berhasil. Hal tersebut dapat menjadi inspirasi,tetapi bukan berarti metode yang sama pasti cocok untuk dirinya.
Seorang teman mungkin senang membuat catatan sangat panjang,sedangkan siswa lain lebih mudah memahami materi melalui diagram. Ada siswa yang nyaman belajar bersama,sementara siswa lain membutuhkan suasana yang lebih tenang.
Karena itu,pengalaman teman dapat dijadikan referensi untuk mencoba hal baru,bukan sebagai aturan yang harus diikuti. Setelah mencoba,siswa dapat menilai sendiri apakah metode tersebut benar-benar membantu.
Menemukan metode belajar yang sesuai membutuhkan proses mencoba dan mengevaluasi. Setelah belajar,siswa dapat melihat hasilnya. Apakah materi lebih mudah diingat? Apakah mampu menjelaskan kembali? Apakah dapat mengerjakan soal tanpa bantuan? Apakah masih ada bagian yang membingungkan?
Jika sebuah metode tidak memberikan hasil yang diharapkan,siswa tidak perlu langsung menganggap dirinya tidak mampu. Bisa jadi metode yang digunakan memang belum sesuai dengan karakter materi.
Dengan membiasakan diri mengevaluasi cara belajar,siswa perlahan dapat memiliki strategi yang lebih personal. Mereka menjadi lebih sadar bahwa belajar bukan sekadar duduk di depan buku dalam waktu lama,melainkan memilih cara yang membuat proses memahami materi menjadi lebih terarah.
Kemampuan memilih metode belajar pada akhirnya dapat membantu siswa menjadi lebih mandiri. Mereka tidak selalu menunggu seseorang menentukan apa yang harus dilakukan ketika menghadapi materi yang sulit.
Di lingkungan sekolah,seperti di Al Ma’soem,siswa dapat menemukan berbagai kesempatan untuk mencoba cara belajar melalui pembelajaran di kelas,diskusi,praktik,proyek,kegiatan organisasi,maupun aktivitas lainnya. Setiap pengalaman dapat memberikan petunjuk mengenai cara memahami informasi yang paling sesuai untuk dirinya.
Proses tersebut tidak harus langsung menghasilkan metode yang sempurna. Siswa dapat mencoba,membandingkan,memperbaiki,kemudian mencoba kembali. Semakin sering dilakukan,semakin mudah bagi siswa menentukan strategi ketika menghadapi mata pelajaran atau tugas dengan karakter yang berbeda.