Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

Di masa serba modern seperti sekarang ini, penggunaan gadget sudah berlaku di semua lini kehidupan. Bahkan dalam dunia pendidikan pun, semua jenjang pendidikan sudah menggunakan gadget. Apalagi ketika berada di situasi pandemi covid 19 seperti ini.
Namun setiap institusi tentunya memiliki peraturan yang berbeda. Salah satunya adalah sekolah yang sekaligus bertindak sebagai pondok pesantren. Sudah menjadi hal umum ketika berada di sekolah asrama, penggunaan gadget sangatlah di larang. Tentu saja hal ini setelah melalui berbagai macam diskusi antara semua pihak. Salah satunya adalah Al Masoem Boarding School, yang juga menerapkan aturan serupa. Lantas bagaimana ketentuan penggunaan gadget di lingkungan Al Masoem Boarding School ini ?
Ketentuan Penggunaan Gadget Di Al Masoem Boarding School
Sedikit disinggung di atas bahwa Al Masoem Boarding School telah melarang siswa dan santri untuk membawa bahkan menggunakan gadget ketika di sekolah. Aturan ini sudah tertera dengan jelas di peraturan sekolah atau pun asrama. Bahkan aturan ini sudah disampaikan kepada orang tua dan siswa ketika masa – masa penerimaan siswa baru.
Ada banyak alasan mengapa Al Masoem Boarding School melarang siswa dan santri untuk membawa dan menggunakan gadget di lingkungan asrama. Pertama, sudah menjadi rahasia umum jika motto dari al maseom adalah “sekolah untuk sekolah“. Artinya anak – anak yang masuk ke sekolah al masoem adalah anak yang fokus untuk belajar, bukan bermain gadget.
Kedua, ada banyak hal negatif yang ditimbulkan bagi anak ketika sudah bermain gadget. Mulai dari lupa waktu karena keasyikan bermain gadget, mulai dari smartphone hingga laptop. Padahal kegiatan di sekolah asrama bisa dibilang sangat padat, dari pagi hari hingga malam harinya. Jika sudah kecanduan dengan gadget maka bisa dipastikan kegiatan di asrama akan menjadi buyar.
Selain itu, di Al Maseom Boarding School juga terdapat kelas tambahan berupa kelas tahfidz, di mana kelas khusus untuk para santri penghafal Quran. Bisa dibayangkan ketika siswa dan santri sudah bermain gadget, hafalan Al Quran di kepala bisa hilang dengan mudah. Hal ini dikarenakan penggunaan gadget yang bisa merusak konsentrasi dengan mudahnya.
Kemudian, aturan tentang larangan membawa gadget pun didasari karena untuk menghilangkan adanya kecemburuan antara satu anak dengan anak yang lain, yang bisa memancing tindakan kriminal. Tentunya tidak semua anak terlahir dengan kondisi ekonomi yang cukup. Ketika terdapat seorang anak yang membawa smartphone atau laptop, atau gadget lainnya, secara tidak sengaja hal ini bisa memancing rasa iri dan rasa ingin memiliki gadget tersebut, terutama bagi anak yang memang tidak memiliki akses tersebut. Dengan adanya larangan ini, diharapkan anak akan terbiasa hidup rukun dan saling mengayomi, dengan atau tidak adanya gadget.
Lantas bagaimana cara anak berkomunikasi dengan orang tua ? Tentu saja bisa, namun terdapat aturan lain mengenai hal tersebut. Pertama, frekuensi anak menghubungi orang tua hanya dibatasi sebanyak satu kali dalam sebulan. Hal ini bisa digunakan anak untuk mengobrol dengan orang tua dan mengobati kerinduannya. Selain itu, frekuensi yang tidak sering akan membuat anak terbiasa hidup mandiri meski pun tengah jauh dari orang tua.
Aturan lainnya adalah anak tersebut sudah mendapatkan izin dari wali santri. Kemudian, smartphone yang digunakan bukanlah smartphone modern seperti saat ini, namun hanyalah handphone biasa yang hanya bisa digunakan untuk telepon dan sms, tidak boleh memiliki fitur kamera dan bluetooth, serta tidak ada akses internet di dalamnya. Meski terdengar cukup kejam, namun semuanya demi kebaikan anak yang sedang bersekolah.
Hukuman Bagi Siswa Al Masoem Yang Melanggar Peraturan
Kadang – kadang tidak sedikit santri atau siswa yang tetap nekad untuk membawa gadget ke lingkungan asrama. Apa bila hal tersebut diketahui oleh wali kelas atau wali santri, maka gadget dalam bentuk apa pun akan disita dengan paksa. Jika hal tersebut masih diulang dan ketahuan lagi, gadget akan langsung dihibahkan ke musadaatul ummah bandung. Selain itu, hal ini akan berpengaruh terhadap akumulasi point siswa atau santri yang bisa berupa potongan m
asa sekolah atau pun masa menyantri.
Namun terdapat pengecualian dalam penggunaan gadget di lingkungan al masoem boarding school. Siswa atau santri boleh membawa dan menggunakan gadget untuk sebuah kepentingan saja, misalnya ketika akan mengikuti sebuah lomba dan diharuskan untuk memakai gadget, misalnya smartphone. Akan tetapi, penggunaan gadget ini hanya berlaku dari masa persiapan lomba hingga lomba selesai dilaksanakan. Setelah kegiatan selesai, gadget akan ditarik lagi oleh pihak yayasan.
Selain gadget, terdapat barang – barang lain yang dilarang keras untuk di bawa ke dalam lingkungan asrama, mulai dari benda tajam, barang – barang yang merusak moral siswa dan santri seperti rokok, minuman beralkohol, berbagai jenis kartu untuk main seperti kartu remi dan kartu domino, hingga barang yang mengandung konten pornografi. Selain itu, siswa dan santri juga dilarang untuk membawa barang yang bisa menyebabkan kebakaran dan tindakan pencurian seperti perhiasan, rice cooker, alat pemanas, hingga soldier.
Jika diperhatikan secara keseluruhan, dari segi penggunaan gadget saja sudah sangat ketat. Namun pada dasarnya, setiap aturan dibuat demi kemaslahatan bersama dan demi kenyamanan semua pihak. Ketika terdapat hal yang tidak bermanfaat di lingkungan sekolah dan asrama, maka akan segera dilarang. Dengan begitu, lingkungan Al Maseom Boarding School akan selalu terjaga.