Download (24)

Bagaimana Cara Siswa Menentukan Informasi yang Penting dalam Sebuah Tugas?

Ketika mendapatkan tugas sekolah, siswa sering berhadapan dengan banyak informasi sekaligus. Informasi tersebut bisa berasal dari buku pelajaran, catatan guru, internet, hasil diskusi, maupun sumber lain yang digunakan untuk menyelesaikan tugas. Banyaknya informasi sebenarnya dapat membantu proses belajar, tetapi juga dapat membuat siswa bingung jika belum mengetahui mana informasi yang benar-benar dibutuhkan.

Kemampuan menentukan informasi yang penting menjadi salah satu keterampilan yang berguna dalam kegiatan belajar. Siswa tidak harus memasukkan semua informasi yang ditemukan ke dalam tugas. Sebaliknya, mereka perlu memahami pertanyaan, menentukan kebutuhan tugas, kemudian memilih informasi yang paling berhubungan dengan pembahasan. Dengan cara tersebut, tugas dapat menjadi lebih terarah dan siswa tidak menghabiskan terlalu banyak waktu membaca hal-hal yang tidak berkaitan.

Memahami Pertanyaan Sebelum Mencari Informasi

Langkah pertama untuk menentukan informasi yang penting adalah memahami tugas yang diberikan. Siswa sebaiknya tidak langsung mencari banyak bahan sebelum mengetahui apa sebenarnya yang diminta. Sebuah tugas yang terlihat sederhana bisa memiliki beberapa bagian yang harus diperhatikan.

Misalnya, guru meminta siswa menjelaskan penyebab suatu peristiwa dan memberikan contohnya. Dalam situasi seperti ini, siswa membutuhkan informasi tentang penyebab dan contoh, bukan sekadar informasi umum mengenai peristiwa tersebut. Jika sejak awal siswa memahami kata-kata penting dalam instruksi, proses mencari bahan akan menjadi lebih terarah.

Pertanyaan dalam tugas dapat dijadikan sebagai semacam petunjuk. Siswa bisa memperhatikan kata seperti menjelaskan, membandingkan, menyebutkan, menganalisis, memberikan contoh, atau menjabarkan. Setiap kata tersebut menunjukkan jenis informasi yang perlu dicari dan bagaimana informasi tersebut nantinya digunakan.

Tidak Semua Informasi Harus Dimasukkan

Salah satu kesalahan yang cukup umum dalam mengerjakan tugas adalah menganggap semakin banyak informasi berarti semakin baik. Padahal, tugas yang terlalu penuh dengan informasi justru dapat membuat pembahasan kehilangan fokus. Informasi yang sebenarnya tidak berhubungan dengan pertanyaan dapat membuat pembaca kesulitan menemukan inti pembahasan.

Karena itu, siswa perlu belajar membedakan informasi utama dan informasi pendukung. Informasi utama adalah informasi yang secara langsung menjawab pertanyaan atau menjadi dasar pembahasan. Sementara itu, informasi pendukung dapat digunakan untuk memperjelas, memberikan contoh, atau memperkuat penjelasan.

Kemampuan ini bukan berarti siswa harus mengabaikan informasi tambahan. Informasi tambahan tetap dapat berguna jika memang membantu menjelaskan topik. Namun, siswa perlu mempertimbangkan hubungan setiap informasi dengan tujuan tugas sebelum memasukkannya.

Mengenali Kata Kunci dalam Tugas

Kata kunci dapat membantu siswa memahami informasi apa yang perlu dicari. Kata kunci biasanya berkaitan dengan topik utama, objek yang dibahas, waktu, tempat, proses, penyebab, atau tujuan tertentu.

Sebagai contoh, ketika siswa mendapatkan tugas mengenai manfaat energi terbarukan bagi kehidupan sehari-hari, beberapa kata penting yang dapat diperhatikan adalah energi terbarukan, manfaat, dan kehidupan sehari-hari. Kata-kata tersebut membantu mempersempit pencarian sehingga siswa tidak membaca semua informasi mengenai energi secara umum.

Kebiasaan mengenali kata kunci juga dapat menghemat waktu. Daripada membuka terlalu banyak sumber tanpa arah, siswa dapat mencari informasi yang lebih spesifik berdasarkan kebutuhan tugas. Semakin sering dilakukan, kemampuan ini dapat berkembang menjadi kebiasaan membaca dan mencari informasi secara lebih efektif.

Membedakan Informasi Utama dan Contoh

Dalam sebuah bacaan, informasi utama dan contoh sering muncul secara bersamaan. Siswa perlu memahami bahwa keduanya memiliki fungsi berbeda. Informasi utama biasanya menjelaskan gagasan pokok, sedangkan contoh membantu pembaca memahami gagasan tersebut secara lebih konkret.

Misalnya, sebuah bacaan menjelaskan bahwa kegiatan olahraga dapat mendukung kebugaran tubuh. Contoh aktivitas seperti berjalan kaki, berlari, berenang, atau bermain bola dapat memperjelas pernyataan tersebut. Jika tugas meminta siswa menjelaskan manfaat olahraga, gagasan tentang kebugaran menjadi bagian penting, sedangkan contoh aktivitas dapat digunakan sebagai pendukung.

Kemampuan membedakan keduanya membantu siswa menyusun tugas dengan lebih rapi. Mereka dapat menyampaikan inti informasi terlebih dahulu kemudian menambahkan contoh jika diperlukan. Pola seperti ini juga membuat penjelasan lebih mudah dipahami.

Beberapa Pertanyaan yang Bisa Digunakan Siswa

Agar tidak memasukkan informasi secara sembarangan, siswa dapat mengajukan beberapa pertanyaan sederhana kepada dirinya sendiri ketika membaca sumber:

  • Apakah informasi ini berhubungan langsung dengan tugas?
  • Apakah informasi ini membantu menjawab pertanyaan?
  • Apakah informasi ini merupakan gagasan utama atau hanya tambahan?
  • Apakah informasi ini perlu dijelaskan lebih lanjut?
  • Apakah informasi yang sama sudah ditemukan sebelumnya?
  • Apakah informasi ini berasal dari sumber yang sesuai dengan kebutuhan tugas?

Pertanyaan tersebut tidak harus ditulis dalam setiap tugas. Siswa cukup menggunakannya sebagai panduan ketika sedang memilih bahan. Dengan latihan yang konsisten, proses memilih informasi dapat menjadi lebih cepat dan tidak terasa terlalu rumit.

Menghindari Kebiasaan Menyalin Semua yang Ditemukan

Saat mencari informasi, terutama melalui internet, siswa dapat menemukan banyak tulisan yang terlihat menarik. Namun, menarik belum tentu berarti relevan dengan tugas. Jika semua informasi langsung disalin, tugas dapat menjadi panjang tanpa memiliki pembahasan yang jelas.

Siswa sebaiknya membaca dan memahami informasi terlebih dahulu sebelum menentukan bagian yang akan digunakan. Setelah memahami isinya, informasi tersebut dapat ditulis kembali menggunakan bahasa sendiri sesuai kebutuhan tugas. Cara ini juga membantu siswa benar-benar memahami materi, bukan hanya memindahkan tulisan dari satu sumber ke tugas.

Kebiasaan tersebut penting karena tujuan mengerjakan tugas bukan sekadar menghasilkan halaman yang penuh tulisan. Tugas merupakan bagian dari proses belajar. Ketika siswa memilih informasi, memahami maknanya, lalu menggunakannya untuk menjawab pertanyaan, proses belajar menjadi lebih aktif.

Informasi Penting Bisa Berbeda untuk Setiap Tugas

Satu hal yang perlu dipahami adalah tidak ada daftar informasi penting yang berlaku untuk semua tugas. Informasi yang dianggap penting bergantung pada pertanyaan dan tujuan pembelajaran. Bahan yang sangat berguna untuk satu tugas belum tentu diperlukan dalam tugas lainnya.

Contohnya, informasi mengenai proses terjadinya hujan mungkin penting ketika siswa membuat tugas tentang siklus air. Namun, jika tugas membahas cara menghemat air di rumah, informasi yang lebih dibutuhkan adalah contoh perilaku hemat air dan alasan mengapa tindakan tersebut penting.

Karena itu, siswa tidak hanya perlu memiliki kemampuan mencari informasi, tetapi juga kemampuan menentukan relevansinya. Kemampuan tersebut membuat kegiatan belajar menjadi lebih fleksibel karena siswa belajar menyesuaikan sumber dengan kebutuhan.

Peran Guru dalam Membantu Siswa Memilih Informasi

Guru juga memiliki peran dalam membentuk kemampuan siswa memilih informasi. Melalui tugas dan kegiatan pembelajaran, guru dapat memberikan pertanyaan yang mendorong siswa untuk menjelaskan alasan ketika memilih suatu informasi. Siswa tidak hanya diminta mencari jawaban, tetapi juga diarahkan untuk memahami mengapa jawaban tersebut relevan.

Dalam kegiatan diskusi atau presentasi, misalnya, guru dapat meminta siswa menjelaskan sumber yang digunakan dan hubungan sumber tersebut dengan topik. Cara seperti ini memberikan pengalaman kepada siswa untuk mempertanggungjawabkan informasi yang mereka pilih.

Lingkungan belajar yang memberikan ruang bagi siswa untuk bertanya dan berdiskusi juga dapat membantu proses tersebut. Siswa dapat belajar bahwa mencari informasi bukan perlombaan untuk mendapatkan bahan sebanyak-banyaknya, melainkan proses menemukan informasi yang sesuai dengan kebutuhan.

Menentukan Informasi Penting sebagai Keterampilan Belajar

Kemampuan menentukan informasi yang penting sebenarnya digunakan dalam banyak kegiatan sekolah. Ketika membaca buku, siswa perlu menemukan bagian yang berkaitan dengan materi. Ketika membuat rangkuman, siswa harus memilih gagasan utama. Ketika mengerjakan proyek, siswa perlu menentukan data yang relevan. Bahkan ketika berdiskusi, siswa harus mampu membedakan informasi utama dari pembahasan tambahan.

Semakin sering dilatih, kemampuan ini dapat membantu siswa belajar dengan lebih terarah. Mereka tidak lagi merasa harus membaca atau mengumpulkan semua informasi yang tersedia. Sebaliknya, siswa mulai terbiasa bertanya mengenai kebutuhan tugas, memahami tujuan pencarian, memilih bahan yang relevan, dan menyusun informasi berdasarkan prioritas.

Keterampilan tersebut juga membuat proses belajar menjadi lebih bermakna. Siswa bukan hanya belajar tentang isi sebuah materi, tetapi sekaligus belajar bagaimana mengelola informasi yang mereka temukan. Dalam lingkungan pendidikan yang semakin dipenuhi berbagai sumber pengetahuan, kemampuan memilih informasi secara tepat menjadi bagian penting dari kebiasaan belajar siswa sehari-hari.