PSAM shalat

Bagaimana Al Ma’soem Membentuk Karakter Siswa Agar Memiliki Akhlak Mulia?

Pembentukan akhlak mulia di SMA Al Ma’soem Bandung dilaksanakan melalui pendekatan sistemis yang memadukan tiga pilar utama: keteladanan (uswah hasanah), pembiasaan positif (habituasi), serta penegakan aturan yang humanis dan konsisten.

Langkah-langkah pembentukan karakter berakhlak mulia meliputi:

  1. Keteladanan Utama dari Guru dan Pengelola Sekolah: Seluruh pimpinan yayasan, guru, dan staf Al Ma’soem memberikan contoh nyata dalam menerapkan budaya senyum, salam, sapa, berpakaian rapi dan sopan, bertutur kata halus, serta hadir tepat waktu dalam beribadah.
  2. Pembiasaan Ibadah dan Perilaku Religius Harian: Siswa dibiasakan menjalankan rutinitas ibadah harian yang teratur, seperti shalat dhuha bersama, membaca Al-Qur’an (tadarus) sebelum jam pelajaran pertama dimulai, shalat dzuhur dan ashar berjamaah di masjid kampus, serta berdoa sebelum dan sesudah KBM.
  3. Penanaman Budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun): Siswa dididik untuk selalu memberi salam dan bersikap sopan kepada guru, sesama teman, orang tua, serta para tamu yang berkunjung ke lingkungan kampus Al Ma’soem.
  4. Penyampaian Ceramah Kerohanian dan Kultum Berkala: Kegiatan ceramah singkat (kultum) dan kajian keislaman rutin memberikan penyegaran rohani serta pemahaman mendalam mengenai pentingnya menerapkan akhlakul karimah dalam kehidupan bermasyarakat.

Pendekatan yang konsisten ini memastikan bahwa nilai-nilai akhlak mulia terinternalisasi secara alami dalam diri siswa, membentuk pribadi yang berakhlak luhur, santun, dan taat beragama.