Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

Memilih sekolah untuk jenjang pendidikan berikutnya tidak hanya berkaitan dengan program pembelajaran, fasilitas, dan kegiatan siswa, tetapi juga perlu mempertimbangkan rincian biaya pendidikan. Bagi orang tua yang sedang mencari informasi mengenai SMA Al Ma’soem Tahun Ajaran 2027–2028, salah satu hal yang penting dipahami adalah perbedaan antara biaya sekolah reguler dan biaya tambahan untuk program boarding.
SMA Al Ma’soem hadir dengan pilihan Full Day & Boarding School, sehingga calon siswa dapat memilih pola pendidikan sesuai dengan kebutuhan dan rencana pendidikan masing-masing. Program yang ditawarkan mencakup Kurikulum Merdeka, kelas internasional, program sukses PTN, kelas interaktif, native teacher, serta beasiswa akademik dan nonakademik.
Lantas, apakah rincian biaya sekolah reguler dan boarding berlaku sama untuk seluruh siswa? Jawabannya adalah tidak sepenuhnya sama. Rincian biaya pada bagian sekolah reguler ditujukan sebagai biaya pendidikan siswa reguler, sedangkan siswa yang mengikuti program boarding memiliki biaya tambahan khusus boarding. Dengan demikian, orang tua perlu melihat komponen biaya berdasarkan pilihan program pendidikan yang diambil oleh siswa.
Berdasarkan informasi biaya pendidikan Tahun Ajaran 2027–2028, siswa sekolah reguler memiliki komponen biaya yang terdiri dari registrasi, KPAM, kelengkapan siswa, Dana Pengembangan Pendidikan (DPP), dan biaya bulanan.
Biaya registrasi sekolah reguler tercantum sebesar Rp750.000. Setelah itu, terdapat beberapa komponen biaya yang besarannya dapat berbeda berdasarkan gelombang pendaftaran. Pada Gelombang 1 dengan keringanan DPP 20 persen, KPAM tercantum sebesar Rp200.000, kelengkapan siswa Rp1.300.000, DPP Rp16.400.000, dan biaya bulanan Rp1.600.000. Total biaya pendidikan pada gelombang tersebut tercantum sebesar Rp19.500.000.
Untuk gelombang berikutnya, total biaya pendidikan juga mengalami perubahan sesuai dengan keringanan DPP yang diberikan. Gelombang 2 memberikan keringanan DPP 15 persen dengan total biaya pendidikan Rp20.525.000. Gelombang 3 memberikan keringanan 10 persen dengan total Rp21.550.000, sedangkan Gelombang 4 memberikan keringanan 5 persen dengan total Rp22.575.000. Pada Extra Gelombang dengan keringanan 0 persen, total biaya pendidikan tercantum Rp23.600.000.
Artinya, rincian biaya sekolah reguler tidak hanya bergantung pada status siswa sebagai siswa reguler, tetapi juga berkaitan dengan waktu atau gelombang pendaftaran. Semakin awal melakukan pendaftaran sesuai jadwal yang ditentukan, calon siswa dapat memperoleh keringanan DPP sesuai ketentuan yang tercantum dalam brosur.
Bagi siswa yang memilih program boarding, terdapat komponen biaya tambahan yang memang diperuntukkan bagi kebutuhan program boarding. Jadi, biaya boarding bukan berarti seluruh siswa reguler otomatis dikenakan biaya tersebut.
Dalam informasi SMA Al Ma’soem, biaya tambahan untuk boarding terdiri atas registration sebesar Rp150.000, Ta’aruf Rp150.000, Mushaf Al Qur’an Rp80.000, Dana Fasilitas Tahunan (DAFT) Rp6.000.000, Dana Pengembangan Pendidikan (DPP) Rp3.235.000, serta biaya bulanan Rp1.935.000. Total biaya pendidikan yang tercantum pada bagian biaya tambahan untuk boarding adalah Rp11.400.000.
Dengan demikian, orang tua perlu membedakan antara tabel Biaya Sekolah Reguler dan tabel Biaya Tambahan untuk Boarding. Keduanya memiliki fungsi yang berbeda. Biaya sekolah reguler menjelaskan komponen pendidikan bagi siswa reguler, sedangkan biaya tambahan boarding berkaitan dengan kebutuhan siswa yang mengikuti fasilitas dan kehidupan boarding.
Program boarding memberikan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berlangsung selama kegiatan sekolah, tetapi juga mencakup kehidupan di lingkungan pesantren. Dalam materi SMA Al Ma’soem, pembelajaran pesantren mencakup Al Quran Tajwid, Tahfidz, Kitab Kuning, Fiqih Ibadah, Aqidah Akhlaq, dan Bahasa Arab.
Selain pembelajaran tersebut, fasilitas pesantren juga disediakan untuk mendukung kebutuhan siswa selama mengikuti program boarding. Fasilitas yang tercantum antara lain pondok putra dan putri yang terpisah, kamar dengan kapasitas 4–6 orang dan kamar mandi di dalam, laundry dan catering, aula dan ruang tunggu, security 24 jam, CCTV, internet, sistem informasi santri berbasis Android, minimarket, serta fasilitas olahraga.
Karena adanya fasilitas dan kegiatan khusus tersebut, siswa boarding memiliki komponen biaya yang berbeda dengan siswa reguler. Oleh sebab itu, calon orang tua siswa sebaiknya tidak menganggap bahwa seluruh rincian biaya boarding berlaku untuk siswa yang hanya mengikuti sekolah reguler.
Jawabannya juga perlu dilihat dari komponen biayanya. Untuk sekolah reguler, biaya DPP dapat berbeda berdasarkan gelombang pendaftaran. Informasi pendaftaran SMA Al Ma’soem mencantumkan Gelombang 1 mulai 1 Agustus 2026 dengan keringanan DPP 20 persen, Gelombang 2 pada Oktober 2026 dengan keringanan 15 persen, Gelombang 3 pada Januari 2027 dengan keringanan 10 persen, dan Gelombang 4 pada April 2027 dengan keringanan 5 persen.
Dengan kata lain, tidak semua calon siswa mendapatkan nominal DPP yang sama apabila mendaftar pada gelombang yang berbeda. Perbedaan tersebut merupakan bagian dari ketentuan pendaftaran yang tercantum dalam materi penerimaan siswa baru.
Sementara itu, dalam informasi biaya yang diberikan, biaya bulanan disebut flat sampai lulus. Brosur juga mencantumkan bahwa biaya belum termasuk seragam dan buku paket serta tidak ada biaya tambahan di perjalanan.
Sebelum melakukan pendaftaran, orang tua sebaiknya terlebih dahulu menentukan apakah anak akan mengikuti program reguler atau boarding. Hal ini penting karena pilihan program akan berkaitan dengan komponen biaya pendidikan yang perlu dipersiapkan.
Jika memilih sekolah reguler, orang tua dapat mengacu pada tabel Biaya Sekolah Reguler. Komponen yang tercantum di dalamnya meliputi registrasi, KPAM, kelengkapan siswa, DPP, dan biaya bulanan.
Sementara itu, jika memilih boarding, orang tua perlu memperhatikan biaya tambahan boarding karena terdapat kebutuhan khusus yang berkaitan dengan kehidupan siswa di lingkungan pesantren. Program boarding menyediakan fasilitas dan pembelajaran pesantren yang tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik sekolah.
Selain aspek biaya, program SMA Al Ma’soem juga mencantumkan program Tahfidz dan ibadah, dengan program Tahfidz minimal 3 juz, shalat wajib berjamaah, serta Dhuha bersama. Terdapat pula berbagai fasilitas sekolah seperti masjid, dome, ruang konselor, ruang seminar, ruang multimedia, minimarket, lapang panahan, Wi-Fi, CCTV, studio mini dan podcast, reading corner, sarana olahraga, laboratorium, serta klinik.
Jadi, rincian biaya sekolah reguler dan boarding tidak berlaku dengan cara yang sama untuk seluruh siswa. Biaya sekolah reguler merupakan rincian biaya bagi siswa yang mengikuti program reguler, sedangkan siswa yang memilih program boarding memiliki biaya tambahan khusus boarding.
Untuk SMA Al Ma’soem Tahun Ajaran 2027–2028, biaya sekolah reguler memiliki total yang berbeda sesuai gelombang pendaftaran, mulai dari Rp19.500.000 pada Gelombang 1 hingga Rp23.600.000 pada Extra Gelombang. Sementara itu, pada bagian biaya tambahan boarding tercantum total Rp11.400.000 dengan sejumlah komponen khusus seperti Ta’aruf, Mushaf Al Qur’an, DAFT, DPP, dan biaya bulanan.
Karena itu, orang tua sebaiknya membaca rincian biaya sesuai program yang dipilih. Informasi dalam brosur juga menyebutkan bahwa biaya belum termasuk seragam dan buku paket, sementara biaya bulanan dinyatakan flat sampai lulus.
Dengan memahami perbedaan tersebut sejak awal, calon orang tua siswa dapat mempersiapkan kebutuhan pendidikan secara lebih terencana sekaligus memilih program yang sesuai dengan kebutuhan anak, baik sekolah reguler maupun boarding school.