Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

Memilih sekolah untuk anak bukan hanya tentang melihat kurikulum dan fasilitas yang tersedia. Orang tua juga perlu memperhatikan bagaimana sekolah memberikan pengalaman belajar yang lebih luas kepada siswa, termasuk melalui kegiatan di luar kelas dan pembelajaran yang melibatkan praktik secara langsung. Dalam program pendidikan Al Ma’soem untuk Tahun Ajaran 2027–2028, pengalaman belajar tersebut terlihat melalui berbagai kegiatan yang ditawarkan pada jenjang SMP maupun SMA.
Pada jenjang SMP, salah satu kegiatan yang tercantum dalam program sekolah adalah kunjungan ilmiah. Sementara itu, pada jenjang SMA, pembelajaran olahraga memiliki karakteristik tersendiri karena disebutkan secara khusus bahwa pelajaran olahraga langsung praktik. Kedua program tersebut menjadi bagian dari pendekatan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pembelajaran akademik, tetapi juga pada pengalaman dan keterampilan siswa.
SMP Al Ma’soem untuk Tahun Ajaran 2027–2028 menawarkan konsep Full Day & Boarding School dengan kurikulum holistik. Program yang tersedia mencakup kelas internasional, program tahfidz, 10 kegiatan kokurikuler, peminatan olimpiade, serta beasiswa akademik dan nonakademik.
Dalam materi sekolah tersebut, kegiatan tambahan yang dapat dilakukan siswa mencakup wisata dan kunjungan ilmiah. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk aktivitas yang melengkapi pembelajaran siswa di luar kegiatan rutin di kelas. Brosur juga menyebutkan bahwa sekolah tidak memiliki jam kosong dan memberikan ruang bagi kegiatan tambahan yang bersifat sukarela, termasuk wisata dan kunjungan ilmiah.
Bagi siswa SMP, kegiatan seperti kunjungan ilmiah dapat menjadi bagian dari pengalaman belajar yang lebih beragam. Siswa tidak hanya berhadapan dengan materi pembelajaran dalam bentuk teori, tetapi juga mendapatkan kesempatan mengikuti kegiatan yang berkaitan dengan wawasan dan pengalaman di luar kelas. Dengan demikian, aktivitas sekolah dapat memiliki variasi antara pembelajaran akademik, kegiatan kokurikuler, ekstrakurikuler, serta kegiatan tambahan.
Hal ini juga sejalan dengan konsep Future Skills yang ditampilkan dalam materi SMP Al Ma’soem. Sekolah menekankan pembentukan generasi dengan karakter CAGEUR, BAGEUR, dan PINTER. CAGEUR dikaitkan dengan sikap takwa, disiplin, dan tangguh; BAGEUR dengan akhlak, kejujuran, dan kebermanfaatan; sedangkan PINTER dengan kecerdasan, kemampuan beradaptasi, dan kemandirian.
Dengan kerangka tersebut, kunjungan ilmiah dapat dipahami sebagai salah satu bagian dari lingkungan belajar yang lebih luas. Namun, penting untuk dicatat bahwa brosur tidak menjelaskan secara rinci destinasi, frekuensi, mata pelajaran yang terlibat, maupun teknis pelaksanaan setiap kunjungan ilmiah. Karena itu, informasi tersebut perlu dikonfirmasi langsung kepada pihak sekolah apabila orang tua ingin mengetahui detail programnya.
Selain kunjungan ilmiah, SMP Al Ma’soem mencantumkan sejumlah kegiatan kokurikuler. Di antaranya terdapat Math Day, Cooking Day, Expression Day, Muslim Day dan Manasik Haji, Sains Day, Sport Day, Independence Day, Batik Day, English Day, Career Day, serta kegiatan Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda.
Ragam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas siswa tidak hanya diarahkan pada pembelajaran akademik konvensional. Ada kegiatan yang berkaitan dengan matematika dan sains, bahasa, olahraga, budaya, keterampilan, keagamaan, hingga pengenalan karier.
Sekolah juga menyediakan berbagai fasilitas yang mendukung kegiatan siswa, antara lain ruang multimedia, ruang seminar, studio mini dan podcast, reading corner, sarana olahraga, serta laboratorium komputer, biologi, fisika, kimia, dan bahasa.
Ketersediaan fasilitas tersebut menjadi bagian penting ketika orang tua mempertimbangkan lingkungan belajar. Khususnya untuk kegiatan yang bersifat praktik atau membutuhkan sarana tertentu, fasilitas sekolah dapat menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.
Beranjak ke jenjang SMA, Al Ma’soem menawarkan Full Day & Boarding School untuk Tahun Ajaran 2027–2028. Program sekolah mencakup Kurikulum Merdeka, kelas internasional, Program Sukses PTN, kelas interaktif, native teacher, serta beasiswa akademik dan nonakademik.
Salah satu hal yang secara khusus disebutkan dalam brosur SMA adalah bahwa pelajaran olahraga langsung praktik.
Pernyataan tersebut penting untuk diketahui karena memberikan gambaran bahwa pembelajaran olahraga di SMA tidak hanya ditempatkan sebagai materi yang dipelajari secara teoritis. Ada unsur praktik yang menjadi bagian dari pelajaran olahraga sesuai dengan program sekolah.
Untuk mendukung kegiatan tersebut, SMA Al Ma’soem menyediakan sarana olahraga sebagai salah satu fasilitas sekolah. Selain itu, terdapat pula fasilitas lain seperti lapang panahan, dome, ruang multimedia, studio mini dan podcast, reading corner, serta laboratorium komputer, biologi, fisika, kimia, dan bahasa.
Dengan adanya sarana olahraga dan pembelajaran yang disebut langsung praktik, siswa memiliki lingkungan yang mendukung kegiatan pembelajaran fisik di sekolah. Namun, brosur yang tersedia tidak merinci jenis olahraga yang diajarkan, jadwal praktik, bentuk penilaian, maupun cabang olahraga tertentu yang menjadi fokus pembelajaran. Informasi tersebut dapat ditanyakan lebih lanjut kepada sekolah.
Selain pelajaran olahraga, siswa SMA Al Ma’soem juga memiliki pilihan kegiatan ekstrakurikuler yang variatif dan diwajibkan memilih minimal satu ekstrakurikuler.
Program tersebut menunjukkan bahwa aktivitas siswa dapat berlangsung melalui berbagai bentuk kegiatan, baik dalam pembelajaran maupun kegiatan pengembangan diri. Sekolah juga mencantumkan kegiatan wisata dan kunjungan ilmiah sebagai kegiatan tambahan yang bersifat sukarela.
Di sisi lain, pendidikan SMA Al Ma’soem juga memiliki unsur pembinaan karakter melalui konsep CAGEUR, BAGEUR, dan PINTER. Konsep tersebut menekankan ketakwaan, disiplin, ketangguhan, akhlak, kejujuran, manfaat bagi orang lain, kecerdasan, kemampuan beradaptasi, dan kemandirian.
Karena itu, ketika melihat program olahraga di SMA, orang tua tidak hanya dapat memperhatikan keberadaan sarana olahraga, tetapi juga bagaimana aktivitas siswa secara keseluruhan ditempatkan dalam lingkungan pendidikan yang lebih luas.
Bagi keluarga yang mempertimbangkan program internasional, Al Ma’soem juga menyediakan kelas internasional pada jenjang SMP dan SMA. Pada jenjang Lower Secondary, program menggunakan Cambridge Curriculum untuk tiga mata pelajaran, yaitu Mathematics, Science, dan English.
Program kelas internasional tersebut juga menggunakan pembelajaran bilingual dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, integrated curriculum yang mencakup Intensive English Course atau IEC dan standar Cambridge, native English teacher, serta tambahan waktu pembelajaran Bahasa Inggris. Program ini juga mencantumkan field trip dan annual overseas study tour.
Pada jenjang Upper Secondary, program internasional memiliki karakteristik serupa, yaitu pembelajaran dengan standar internasional yang berfokus pada kemampuan Bahasa Inggris, prestasi akademik, dan nilai moral. Fasilitasnya antara lain smart TV, multimedia, komputer di kelas, integrated e-learning network, serta native English teacher.
Hal tersebut memberikan pilihan bagi orang tua yang ingin mempertimbangkan jalur pendidikan internasional di tingkat SMP maupun SMA.
Dari informasi yang tercantum dalam brosur, terdapat beberapa hal yang dapat menjadi perhatian orang tua ketika mempertimbangkan pendidikan di Al Ma’soem.
Pertama, jenis pengalaman belajar. Pada SMP terdapat kunjungan ilmiah dan beragam kokurikuler, sedangkan pada SMA pelajaran olahraga disebut berlangsung langsung melalui praktik. Kedua, fasilitas pendukung, termasuk laboratorium, sarana olahraga, ruang multimedia, dan fasilitas lainnya. Ketiga, pilihan program, karena tersedia kelas reguler, kelas internasional, serta pilihan Full Day dan Boarding School sesuai jenjang dan program yang ditawarkan.
Untuk SMP, materi pendaftaran mencantumkan psikotes, tes potensi akademik, tes baca Al-Qur’an, tes Bahasa Inggris, dan wawancara. Sementara itu, pada SMA juga tercantum psikotes, tes potensi akademik, tes baca Al-Qur’an, tes Bahasa Inggris, dan wawancara sebagai bagian dari tes masuk.
Dengan demikian, kunjungan ilmiah di SMP dan pembelajaran olahraga di SMA merupakan dua contoh bagaimana aktivitas pendidikan dapat hadir dalam bentuk yang lebih beragam. Kunjungan ilmiah memberikan ruang bagi kegiatan belajar di luar kelas, sedangkan pembelajaran olahraga di SMA secara eksplisit menempatkan praktik sebagai bagian dari pelajaran.
Pada akhirnya, pemilihan sekolah tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan karakter belajar setiap siswa. Orang tua dapat menggunakan informasi dalam brosur sebagai gambaran awal, kemudian mengonfirmasi detail program kepada sekolah, khususnya mengenai jadwal kunjungan ilmiah, bentuk kegiatan, jenis olahraga yang dipraktikkan, serta pelaksanaan kegiatan akademik dan nonakademik lainnya.