Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

Memasuki sekolah dasar menjadi salah satu tahap penting dalam perjalanan pendidikan anak karena pada jenjang ini anak mulai menghadapi lingkungan belajar yang lebih terstruktur, mengenal tanggung jawab yang lebih besar, serta beradaptasi dengan rutinitas dan tuntutan pembelajaran yang berbeda dari masa sebelumnya sehingga persiapan sebelum masuk SD perlu dilakukan secara bertahap.
Bagi orang tua, persiapan tersebut terkadang tidak hanya berkaitan dengan membeli perlengkapan sekolah atau memilih seragam, tetapi juga memastikan anak mempunyai kesiapan untuk mengikuti proses penerimaan siswa baru karena beberapa sekolah memiliki tahapan seleksi yang perlu dilalui sebelum anak resmi menjadi peserta didik.
SD Al Ma’soem mencantumkan beberapa tahapan dalam informasi pendaftarannya, yaitu tes masuk, psikotes, tes potensi akademik, tes baca huruf Hijaiyah, dan wawancara. Adanya beberapa tahapan tersebut membuat orang tua perlu memahami bahwa persiapan anak sebaiknya dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan tidak memberikan tekanan berlebihan.
Persiapan masuk sekolah dasar bukan berarti orang tua harus membuat anak belajar materi sekolah secara intensif sejak jauh-jauh hari, karena kesiapan anak sebenarnya mencakup banyak aspek mulai dari kemampuan mengikuti instruksi, berkomunikasi, mengenali dirinya sendiri, berinteraksi dengan orang lain, hingga memiliki kemandirian dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
Anak yang akan masuk SD biasanya mulai berhadapan dengan jadwal yang lebih teratur dan aktivitas belajar yang membutuhkan konsentrasi, sehingga kebiasaan sederhana seperti duduk mengikuti kegiatan, menyelesaikan tugas ringan, mendengarkan arahan, menunggu giliran, dan membereskan barang sendiri dapat menjadi latihan yang bermanfaat sebelum memasuki lingkungan sekolah.
Persiapan yang dilakukan secara bertahap juga dapat membuat anak lebih percaya diri ketika menghadapi lingkungan baru karena mereka sudah terbiasa melakukan aktivitas secara mandiri dan memahami bahwa sekolah merupakan tempat untuk belajar sekaligus bermain, berteman, dan mencoba berbagai hal baru.
Berdasarkan informasi pada brosur tahun ajaran 2027–2028, terdapat beberapa tahapan yang perlu diperhatikan calon siswa dalam proses penerimaan di SD Al Ma’soem.
Tahapan yang tercantum meliputi:
Masing-masing tahapan mempunyai bentuk kegiatan yang berbeda sehingga persiapan anak tidak perlu hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga dapat diarahkan pada kemampuan dasar, komunikasi, kepercayaan diri, dan kesiapan anak mengikuti proses yang diberikan.
Tes potensi akademik dapat membuat sebagian orang tua berpikir bahwa anak harus menguasai banyak materi sebelum mengikuti seleksi, padahal untuk anak usia sekolah dasar persiapan sebaiknya dilakukan melalui kegiatan sederhana yang sesuai dengan usia dan kemampuan anak.
Orang tua dapat membiasakan anak melakukan aktivitas yang berkaitan dengan angka, bentuk, warna, pola, pengelompokan benda, pengenalan huruf, atau permainan yang membutuhkan kemampuan berpikir dan pemecahan masalah sehingga anak terbiasa menggunakan kemampuan logikanya tanpa merasa sedang mengikuti kegiatan belajar yang berat.
Beberapa aktivitas sederhana yang dapat dilakukan di rumah antara lain:
Kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari sehingga anak mendapatkan stimulasi tanpa harus merasa bahwa seluruh aktivitas menjelang masuk sekolah merupakan latihan tes.
Psikotes menjadi salah satu tahapan yang tercantum dalam proses penerimaan siswa baru SD Al Ma’soem, sehingga orang tua mungkin bertanya-tanya mengenai apa yang harus dipersiapkan anak sebelum mengikutinya.
Hal yang lebih penting untuk dilakukan orang tua adalah memastikan anak berada dalam kondisi nyaman dan siap mengikuti kegiatan karena memberikan tekanan agar anak harus mendapatkan hasil tertentu justru dapat membuat mereka merasa takut sebelum memulai proses seleksi.
Orang tua dapat menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sesuatu yang perlu ditakuti dan anak cukup menjawab atau melakukan instruksi sesuai kemampuan mereka, sementara orang tua dapat membantu dengan menjaga pola tidur, memberikan waktu istirahat yang cukup, serta menghindari suasana belajar yang terlalu menekan menjelang hari pelaksanaan.
Selain tahapan yang berkaitan dengan kemampuan umum dan akademik, informasi pendaftaran SD Al Ma’soem juga mencantumkan Tes Baca Huruf Hijaiyah sebagai salah satu bagian dari proses penerimaan siswa.
Bagi orang tua, hal tersebut dapat menjadi pengingat untuk memperkenalkan huruf Hijaiyah kepada anak sejak dini melalui proses pembelajaran yang sesuai dengan usia, misalnya dengan mengenalkan bentuk huruf secara bertahap, membiasakan anak mendengarkan pelafalan, kemudian memberikan kesempatan kepada anak untuk mencoba membaca tanpa memberikan tekanan.
Pembelajaran yang dilakukan secara rutin dalam waktu singkat biasanya lebih mudah diterima anak dibandingkan memberikan latihan panjang dalam satu waktu, sehingga orang tua dapat memasukkan kegiatan mengenal huruf Hijaiyah ke dalam rutinitas sehari-hari dengan suasana yang santai.
Wawancara merupakan tahapan lain yang tercantum dalam informasi penerimaan SD Al Ma’soem. Tahapan seperti ini dapat menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana anak berkomunikasi dan merespons pertanyaan sederhana dalam suasana yang lebih langsung.
Karena itu, anak tidak perlu diajarkan untuk menghafalkan jawaban tertentu karena yang lebih penting adalah membiasakan mereka berkomunikasi dengan orang lain, memperkenalkan diri, menjawab pertanyaan sederhana, menyampaikan keinginan, serta berbicara dengan sopan.
Orang tua dapat melakukan latihan ringan melalui percakapan sehari-hari, misalnya bertanya tentang kegiatan favorit anak, teman yang mereka sukai, permainan yang sering dilakukan, alasan memilih suatu benda, atau kegiatan apa yang ingin dilakukan ketika berada di sekolah, sehingga anak terbiasa mengungkapkan pikirannya dengan kata-kata sendiri.
Selain mempersiapkan anak menghadapi tes, kemampuan mandiri juga penting untuk diperhatikan karena lingkungan sekolah membuat anak perlu melakukan berbagai aktivitas tanpa selalu mendapatkan bantuan langsung dari orang tua.
Beberapa kebiasaan sederhana yang dapat dilatih sebelum masuk SD antara lain:
Latihan tersebut tidak perlu dilakukan sekaligus karena anak membutuhkan waktu untuk membangun kebiasaan, sehingga orang tua dapat memberikan tanggung jawab kecil secara bertahap sesuai kemampuan mereka.
Perubahan dari rutinitas di rumah menuju kegiatan sekolah dapat terasa cukup besar bagi sebagian anak sehingga orang tua dapat mulai membangun pola harian yang lebih teratur sebelum tahun ajaran dimulai.
Kebiasaan tidur dan bangun pada waktu yang konsisten, sarapan sebelum beraktivitas, menyiapkan perlengkapan pada malam sebelumnya, menyediakan waktu untuk membaca atau bermain, serta membatasi aktivitas yang membuat anak tidur terlalu larut dapat membantu anak beradaptasi dengan rutinitas baru.
Hal yang perlu diingat adalah tujuan dari pembiasaan tersebut bukan membuat anak merasa seperti sedang berada di sekolah sejak di rumah, tetapi membantu mereka memahami bahwa aktivitas sehari-hari mempunyai urutan dan tanggung jawab yang perlu dilakukan.
Perasaan gugup ketika bertemu lingkungan baru merupakan hal yang dapat terjadi pada anak, terutama ketika mereka belum mengetahui seperti apa suasana sekolah dan orang-orang yang akan ditemuinya sehingga orang tua dapat membantu dengan memberikan gambaran sederhana mengenai proses yang akan dijalani.
Hindari memberikan gambaran bahwa tes merupakan sesuatu yang menentukan apakah anak “pintar” atau “tidak pintar” karena kalimat seperti itu dapat membuat anak merasa takut melakukan kesalahan, sedangkan tujuan persiapan sebaiknya membantu anak merasa lebih nyaman dan percaya diri.
Orang tua juga dapat mengajak anak berbicara mengenai sekolah secara positif, mengenalkan bahwa mereka akan bertemu guru dan teman baru, serta memberikan kesempatan kepada anak untuk menyampaikan perasaan atau kekhawatiran yang mungkin muncul sebelum mengikuti proses penerimaan.
Orang tua mempunyai peran penting dalam mempersiapkan anak memasuki sekolah dasar karena dukungan dari keluarga dapat membuat proses transisi terasa lebih nyaman, terutama ketika anak masih membutuhkan bantuan untuk memahami perubahan rutinitas dan lingkungan.
Pendampingan dapat dilakukan melalui kegiatan sederhana seperti membaca bersama, bermain permainan edukatif, mengajarkan kemandirian, mengenalkan huruf dan angka, membiasakan komunikasi, serta memberikan waktu bagi anak untuk melakukan aktivitas fisik dan bermain.
Yang tidak kalah penting, orang tua perlu mengenali kemampuan masing-masing anak karena perkembangan setiap anak tidak selalu sama sehingga membandingkan anak dengan saudara, teman, atau anak lain justru dapat menimbulkan tekanan yang tidak diperlukan.
Menghadapi proses masuk sekolah dasar memang membutuhkan persiapan, tetapi persiapan tersebut sebaiknya tetap seimbang agar anak tidak kehilangan kesempatan untuk bermain dan menikmati masa kanak-kanaknya.
Tahapan penerimaan SD Al Ma’soem yang mencakup tes masuk, psikotes, tes potensi akademik, tes baca huruf Hijaiyah, dan wawancara menunjukkan bahwa kesiapan calon siswa dapat dilihat dari beberapa aspek, bukan hanya kemampuan menjawab soal akademik.
Karena itu, orang tua dapat mempersiapkan anak dengan pendekatan yang menyenangkan melalui kombinasi aktivitas belajar ringan, permainan, pembiasaan mandiri, komunikasi, kegiatan keagamaan, dan rutinitas yang teratur sehingga anak tidak hanya siap menghadapi proses penerimaan, tetapi juga lebih siap menjalani pengalaman baru sebagai siswa sekolah dasar.