Download (26)

Apa Saja Aspek Mendasar dari Program 10 Kokurikuler Tematik yang Diterapkan di SMP Al Ma’soem?

Pendidikan di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik di dalam kelas. Pada fase ini, siswa juga perlu mendapatkan pengalaman yang dapat membantu mereka mengembangkan kemampuan, karakter, kemandirian, serta keterampilan dalam menghadapi berbagai situasi. Karena itu, kegiatan pendidikan yang diberikan kepada siswa perlu memiliki ruang yang lebih luas daripada sekadar pembelajaran berdasarkan mata pelajaran.

Salah satu bentuk pengembangan tersebut diterapkan oleh Al Ma’soem Junior High School melalui Program 10 Kokurikuler. Dalam informasi program Tahun Ajaran 2027–2028, SMP Al Ma’soem mencantumkan 10 Kokurikuler sebagai salah satu program khusus sekolah, berdampingan dengan Kurikulum Holistik, Kelas Internasional, Program Tahfidz, Peminatan Olimpiade, serta Beasiswa Akademik dan Non Akademik. Program tersebut juga ditempatkan dalam konsep “Future Skills”, dengan tujuan membentuk generasi yang CAGEUR, BAGEUR, dan PINTER.

Lalu, apa saja aspek mendasar yang dapat dilihat dari Program 10 Kokurikuler Tematik tersebut?

1. Pengembangan kemampuan melalui pengalaman tematik

Aspek pertama yang mendasar adalah penggunaan tema sebagai bagian dari kegiatan kokurikuler. Berdasarkan materi SMP Al Ma’soem, kegiatan yang dicantumkan meliputi Math Day, Cooking Day, Expresion Day, Moeslim Day + Manasik Haji, Sains Day, Sport Day, Independence Day, Batik Day, English Day, Career Day, serta Bulan Bahasa & Sumpah Pemuda.

Daftar tersebut menunjukkan bahwa kegiatan kokurikuler tidak hanya berpusat pada satu bidang. Ada kegiatan yang berhubungan dengan matematika, sains, bahasa, olahraga, seni dan budaya, keagamaan, hingga pengenalan karier. Dengan pendekatan tematik, siswa mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi dengan suatu bidang melalui kegiatan yang dirancang secara khusus.

Dengan demikian, pembelajaran dapat memiliki bentuk pengalaman yang berbeda dari kegiatan belajar reguler. Siswa tidak hanya berhadapan dengan materi pelajaran, tetapi juga dengan tema kegiatan yang dapat memperkenalkan mereka pada berbagai pengalaman.

2. Menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari

Aspek berikutnya adalah keterhubungan antara pembelajaran dan aktivitas yang dekat dengan kehidupan siswa. Nama-nama kegiatan dalam Program 10 Kokurikuler menunjukkan adanya tema yang bersifat aplikatif.

Contohnya adalah Cooking Day yang secara langsung berkaitan dengan aktivitas memasak. Sementara itu, Sport Day berkaitan dengan aktivitas olahraga, Batik Day dengan pengenalan batik, dan Career Day dengan pengenalan dunia karier. Ada pula Math Day dan Sains Day yang membawa bidang akademik tertentu menjadi tema kegiatan khusus.

Pendekatan seperti ini membuat tema pembelajaran dapat ditemui dalam bentuk aktivitas yang lebih konkret. Siswa dapat memperoleh pengalaman yang berbeda sesuai dengan karakter setiap kegiatan.

3. Penguatan kemampuan akademik

Meskipun kokurikuler memiliki bentuk kegiatan yang lebih beragam, aspek akademik tetap menjadi bagian penting. Hal tersebut terlihat dari adanya Math Day dan Sains Day dalam daftar program.

Matematika dan sains merupakan bidang yang membutuhkan kemampuan berpikir, pengamatan, pemecahan masalah, dan pemahaman terhadap konsep. Dengan menjadikannya sebagai tema kegiatan, siswa memiliki ruang untuk berinteraksi dengan bidang tersebut dalam konteks kegiatan kokurikuler.

Program ini juga berjalan berdampingan dengan Peminatan Olimpiade yang tercantum sebagai salah satu program SMP Al Ma’soem. Artinya, materi sekolah menunjukkan adanya perhatian terhadap pengembangan kemampuan akademik sekaligus pengalaman di luar pembelajaran reguler.

4. Pengembangan kemampuan bahasa dan komunikasi

Bahasa juga menjadi bagian dari aspek mendasar Program 10 Kokurikuler. SMP Al Ma’soem mencantumkan English Day serta Bulan Bahasa & Sumpah Pemuda sebagai bagian dari kegiatan kokurikuler.

Kehadiran kegiatan bertema bahasa menunjukkan bahwa pengembangan kemampuan siswa tidak hanya diarahkan pada kemampuan akademik tertentu, tetapi juga pada aspek komunikasi dan kebahasaan.

English Day memberikan ruang bagi tema bahasa Inggris, sedangkan Bulan Bahasa & Sumpah Pemuda mengangkat tema bahasa sekaligus konteks kebangsaan. Keduanya memiliki karakter tema yang berbeda, tetapi sama-sama menempatkan bahasa sebagai bagian dari pengalaman pendidikan siswa.

5. Penguatan karakter dan nilai keagamaan

Program kokurikuler di SMP Al Ma’soem juga memiliki aspek karakter dan keagamaan. Salah satu kegiatan yang disebutkan adalah Moeslim Day + Manasik Haji. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari daftar 10 Kokurikuler Tematik yang ditawarkan sekolah.

Aspek keagamaan juga terlihat dalam program sekolah secara lebih luas. SMP Al Ma’soem memiliki Program Tahfidz minimal 3 juz, shalat wajib berjamaah, dan Dhuha bersama. Selain itu, sekolah mencantumkan penghargaan seperti Beasiswa Tahfidz, Santri of The Month, Muadzin, dan Khatam Qur’an.

Hal ini memperlihatkan bahwa pengembangan siswa dalam lingkungan SMP Al Ma’soem tidak hanya diarahkan pada kecakapan akademik. Pembentukan karakter dan nilai keagamaan juga menjadi bagian dari lingkungan pendidikan sekolah.

6. Pengenalan budaya dan kebangsaan

Aspek budaya dan kebangsaan juga tampak dalam program kokurikuler. Independence Day, Batik Day, serta Bulan Bahasa & Sumpah Pemuda merupakan beberapa kegiatan yang tercantum dalam materi sekolah.

Ketiga tema tersebut memiliki konteks yang berkaitan dengan identitas dan kehidupan masyarakat Indonesia. Independence Day berkaitan dengan peringatan kemerdekaan, Batik Day berkaitan dengan budaya batik, sedangkan Bulan Bahasa & Sumpah Pemuda berkaitan dengan bahasa dan momentum kebangsaan.

Melalui tema-tema tersebut, siswa mendapatkan pengalaman pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada ruang kelas, tetapi juga memperkenalkan konteks budaya dan kebangsaan.

7. Pengembangan kreativitas

Kreativitas menjadi aspek lain yang dapat dilihat dari keberagaman tema kegiatan. Expresion Day dan Cooking Day, misalnya, memberikan tema kegiatan yang berbeda dari Math Day atau Sains Day.

Keberagaman tersebut memberikan ruang bagi siswa untuk mengikuti kegiatan dengan karakter yang tidak sama. Ada kegiatan yang berkaitan dengan akademik, keterampilan, olahraga, bahasa, agama, budaya, maupun karier.

Dengan demikian, Program 10 Kokurikuler tidak diarahkan hanya pada satu jenis kemampuan. Siswa dapat memperoleh pengalaman dari berbagai tema yang tersedia dalam program sekolah.

8. Pengenalan olahraga dan aktivitas fisik

Sport Day menjadi salah satu bagian dari Program 10 Kokurikuler Tematik SMP Al Ma’soem. Kehadiran tema olahraga memperlihatkan bahwa aktivitas fisik juga menjadi bagian dari pengalaman pendidikan siswa.

Hal ini sejalan dengan informasi sekolah yang juga menyediakan berbagai sarana olahraga sebagai bagian dari fasilitas pendidikan. Materi SMP Al Ma’soem mencantumkan sarana olahraga dan lapang panahan, selain fasilitas lain seperti masjid, dome, ruang konselor, ruang multimedia, studio mini dan podcast, reading corner, serta laboratorium.

9. Pengenalan dunia karier

Salah satu tema yang menarik dalam program ini adalah Career Day. Tema tersebut memberikan ruang bagi siswa untuk mengenal aspek karier sejak jenjang SMP.

Jika dikaitkan dengan konsep “Future Skills” yang menjadi bagian dari identitas program SMP Al Ma’soem, Career Day dapat dipahami sebagai salah satu bentuk kegiatan yang memperkenalkan siswa pada tema masa depan. Namun, materi yang tersedia tidak merinci bentuk pelaksanaan Career Day atau jenis profesi yang diperkenalkan. Karena itu, pembahasan mengenai teknis kegiatan tersebut tidak dapat diperluas di luar informasi yang tercantum dalam sumber.

10. Membentuk generasi CAGEUR, BAGEUR, dan PINTER

Aspek terakhir yang menjadi dasar lingkungan pendidikan SMP Al Ma’soem adalah arah pembentukan karakter siswa. Materi sekolah mencantumkan tiga karakter utama, yaitu CAGEUR: Takwa, Disiplin dan Tangguh; BAGEUR: Akhlak, Jujur dan Manfaat; serta PINTER: Cerdas, Adaptif dan Mandiri.

Ketiga konsep tersebut memberikan gambaran mengenai karakter yang ingin dibentuk melalui lingkungan pendidikan SMP Al Ma’soem. Program 10 Kokurikuler menjadi salah satu program khusus sekolah dalam kerangka tersebut.

Dengan berbagai tema yang tersedia, siswa memperoleh kesempatan untuk mengalami kegiatan akademik, bahasa, agama, olahraga, budaya, kreativitas, hingga pengenalan karier. Sementara itu, konsep CAGEUR, BAGEUR, dan PINTER menjadi bagian dari arah pembentukan generasi yang ditampilkan dalam materi sekolah.

Program 10 Kokurikuler sebagai bagian dari pendidikan yang holistik

Secara keseluruhan, Program 10 Kokurikuler Tematik SMP Al Ma’soem memiliki sejumlah aspek mendasar, yaitu pengembangan pengalaman tematik, penguatan akademik, bahasa dan komunikasi, karakter serta keagamaan, budaya dan kebangsaan, kreativitas, aktivitas fisik, serta pengenalan karier.

Program tersebut tidak berdiri sendiri. Dalam materi Tahun Ajaran 2027–2028, SMP Al Ma’soem juga mencantumkan Kurikulum Holistik, Kelas Internasional, Program Tahfidz, Peminatan Olimpiade, serta Beasiswa Akademik dan Non Akademik.

Dengan demikian, 10 Kokurikuler dapat dilihat sebagai salah satu bagian dari pendekatan pendidikan SMP Al Ma’soem yang berusaha memberikan pengalaman belajar dengan berbagai tema. Melalui Math Day, Cooking Day, Expresion Day, Moeslim Day + Manasik Haji, Sains Day, Sport Day, Independence Day, Batik Day, English Day, Career Day, serta Bulan Bahasa & Sumpah Pemuda, siswa diperkenalkan pada beragam bidang dan pengalaman.

Pada akhirnya, keberadaan Program 10 Kokurikuler menjadi salah satu ciri yang tercantum dalam program SMP Al Ma’soem untuk Tahun Ajaran 2027–2028. Program tersebut berjalan dalam kerangka “Future Skills” dan berdampingan dengan berbagai program pendidikan lainnya, dengan arah pembentukan generasi yang takwa, disiplin, tangguh, berakhlak, jujur, bermanfaat, cerdas, adaptif, dan mandiri.