Wisuda SMA Al Masoem 2021-2022

Al Masoem, Pesantren Modern Pendidik Santri Qurrota A’yun

Setiap pondok pesantren modern memiliki target target tertentu terhadap santrinya, dari target hafalan Al Quran (tahfidz), target untuk mencapai prestasi, target untuk menggapai beasiswa dan ada beberapa pesantren yang menargetkan santrinya untuk mencapai sebuah hal yang sangat fantastis yaitu sifat yang qurrota a’yun. Lantas apa itu qurrota a’yun?

Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhu berkata: Qurrota a’yun memiliki arti yaitu adalah keturunan yang mengerjakan ketaatan, sehingga dengan ketaatannya itu membahagiakan orang tuanya di dunia dan akhirat. Secara bahasa qurrota a’yun adalah penyejuk hati artinya orang orang yang berakhlakul karimah dan dapat menyejukan hati orang tuanya. Menyejukan hati disini memiliki makna yaitu membuat orang tua tenang, tidak bimbang, mampu memberikan hal yang positif bagi orang tua seperti prestasi, pencapaian dan hal yang dapat membanggakan, keberadaannya tidak membuat orang tua merasa risih dalam artian bahwa anak yang memiliki sifat qurrota a’yun keberadaannya dapat membaur orang tua merasa bangga memiliki anak seperti anak itu.

Dalam agama islam ada sebuah do’a  agar memiliki Keturunan yang Menjadi qurrota a’yun seperti doa berikut : 

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

“Robbana hab lana min azwajina wa dzurriyatina qurrota a’yun, waj’alna lil muttaqina imama”

Artinya: Wahai Rabb kami, karuniakanlah pada kami dan keturunan kami serta istri-istri kami penyejuk mata kami. Jadikanlah pula kami sebagai imam bagi orang-orang yang bertakwa (QS. Al Furqon 74)

Adapun konsep qurrota a’yun yang dapat dilaksanakan anak kepada orang tuanya seperti : 

1.Senantiasa menyayangi orang tuanya.

Salah Satu contoh anak yang memiliki sifat qurrota a’yun adalah mereka senantiasa berfikir pada saat melakukan aktifitas apapun. Sehingga anak tersebut tidak akan mengecewakan orang tuanya. Berfikir sebelum bertindak juga merupakan sebuah hal yang memang penting dimiliki setiap orang, karena biasanya orang yang tidak pernah bisa berfikir sebelum bertindak cenderung lebih sering mendapatkan penyesalan dibandingkan dengan keuntungan.

2. Mentaati orang tuanya.

Contoh anak yang memiliki sifat qurrota a’yun senantiasa menuruti apapun perintah orang tuanya. Yakinlah bahwa orang tua yang baik selalu menginginkan yang terbaik buat anak-anaknya. Perintah orang tua yang ditaati juga yang bersifat baik, tapi percayalah orang tua tidak akan menyesatkan anak anaknya dengan perintah yang akan merugikan anaknya. Karena pada dasarnya setiap orang tua memiliki harapan yang tinggi terhadap anak anaknya.

3. Senantiasa menjaga amanah orang tuanya.

Sifat anak yang qurrota a’yun adalah mereka mampu menjaga amanah orang tuanya. Adapun amanah yang bisa dilaksanakan oleh anak terhadap orang tuanya selama di sekolah dan di pesantren modern adalah seperti : 

  • Belajar dengan baik
  • Mentaati segala Tata-Tertib yang ada di sekolah
  • Mampu meraih prestasi belajar.

4.Senantiasa Menyenangkan Orang Tua.

Sifat selanjutnya yaitu adalah senantiasa memberikan informasi yang baik bukan yang malah membuat orang tuanya sedih atau kecewa. Kadang anak itu selalu mengeluh karena hal sepele, tapi hal sepele itu kadang yang dianggap besar oleh orang tua. Maka penting bagi anak untuk bisa menyenangkan orang tua dengan hal hal yang sederhana, seperti tidak memberikan informasi yang kurang enak didengar orang tua ataupun hal hal lainnya yang dikiranya bisa ditelan mentah mentah oleh diri sendiri lebih baik telan saja. Jangan buat orang tua khawatir karena hal sepele. 

5. Senantiasa mendoakan orang tuanya.

Anak yang qurrota a’yun adalah anak yang senantiasa mendoakan orang tuanya baik kesehatan, keselamatan, rezeki dan keberkahannya. 

Qurrota a’yun ini bukan bawaan lahir, karena dapat diciptakan dan dibuat oleh orang tua dan lingkungan sekitar serta sifat qurotta a’yun bisa diciptakan melalui kebiasaan di pondok pesantren baik itu pesantren biasa ataupun pesantren modern  atau bahkan di sebuah boarding school yang memang kental dengan nuansa islami dan pendidikan karakter yang tinggi. Karena pada dasarnya qurrota a’yun merupakan sebuah pembiasaan diri menjadi pribadi yang baik. Pondok pesantren merupakan lembaga yang dapat mengembangkan sifat qurrota a’yun, karena pada dasarnya pondok pesantren tidak hanya mengajarkan ilmu umum tapi juga ilmu agama. Ilmu pendidikan agama ini yang dapat meningkatkan sifat qurrota a’yun. Karena dengan ilmu agama santri tidak hanya dituntut untuk bisa belajar tentang arti santri tapi juga tentang bagaimana cara menjadi santri sejati.

Santri sejati bukan mereka yang bisa lulus di pondok pesantren tapi mereka yang benar benar mendapatkan bekal setelah berkecimpung di dunia pendidikan pesantren selama 3 tahun hingga lebih, sehingga mereka mampu menyalurkan dan mengembangkan ilmunya kepada orang lain. Sifat qurrota a’yun ini yang menjadi salah satu sifat yang biasanya didapatkan oleh santri, tapi kita juga tidak bisa memungkiri jika sifat qurrota a’yun ini bisa didapatkan di sekolah formal. Yaitu sekolah formal berbasis agama islam seperti Al Ma’soem.