Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

Pacaran adalah sebuah hubungan yang dilaksanakan dua orang (biasanya remaja) untuk mengikat 2 orang menjadi satu kesatuan dalam sebuah ikatan yang dinamakan pacar. Menurut wikipedia sendiri Pacaran dapat diartikan sebagai proses perkenalan antara dua individu yang biasanya berada dalam rangkaian tahap pencarian kecocokan untuk bereproduksi melalui perkawinan, atau hubungan seksual. Bahkan seperti dikutip dari radenfatah.sch.id pacaran berasal dari kata ‘pacar’ yang berarti teman lawan jenis yang tetap dan mempunyai hubungan berdasarkan cinta kasih atau bisa disebut kekasih. Sedangkan arti kata ‘berpacaran’ adalah bercintaan atau berkasih- kasihan.
Setiap orang menganggap pacaran merupakan sebuah hubungan yang umum, bahkan beberapa remaja menganggap ini adalah sebuah hal yang lumrah. Lantas bagaimana pandangan islam terhadap orang yang pacaran?
Islam melarang tegas dengan yang namanya pacaran, bahkan Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya ‘Tidak boleh antara laki-laki dan wanita berduaan kecuali disertai oleh muhrimnya, dan seorang wanita tidak boleh bepergian kecuali ditemani oleh mahramnya. ‘ (HR. Muslim). Artinya Islam mengharamkan yang namanya pacaran, karena pacaran itu adalah salah satu gerbang utama menuju perzinaan, sedangkan zina adalah hal yang paling dibenci oleh Allah SWT seperti firman Allah SWT dalam QS. Al-Isra’ Ayat 32
yang artinya : Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk. (QS. Al-Isra’ Ayat 32)
Uniknya remaja masa kini selalu berdalih bahwa pacaran yang mereka lakukan adalah pacaran islami, lantas apa itu pacaran islami? Pacaran islami menurut para remaja adalah menjalin sebuah hubungan berbeda jenis dengan tujuan untuk saling mengingatkan untuk kebaikan, misalkan mengingatkan untuk shalat, puasa, sedekah dan lain sebagainya. Uniknya makna pacaran islami ini tidak ada standar yang memang menjadi patokan utama, bahkan beberapa pasangan remaja dalam prakteknya memiliki batasan batasan tersendiri dalam pacaran islami ini. Jika memang ingin mengingatkan untuk berbuat kebaikan tidak harus menjadikan hubungan pacaran juga bisa, apa salahnya seorang teman untuk menegur atau memberitahu teman temannya untuk melaksanakan ibadah shalat? Bukankah sebaik baiknya manusia adalah manusia yang memberikan manfaat? Lantas apa manfaat dari pacaran itu sendiri selain bisa saling mencicipi dosa dari masing masing pasangan?
Islam tidak pernah mengajarkan umatnya untuk berpacaran, di islam adanya adalah ta’aruf, Ta’aruf berasal dari kata ta’arafa – yata’arafu, yang berarti saling mengenal sebelum menuju jenjang pernikahan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), taaruf adalah perkenalan. Bahkan ta’aruf sendiri memiliki cara untuk melaksanakan dan ketentuannya, seperti dikutip dari suara.com ada 7 tahapan dalam pelaksanaan ta’aruf diantaranya adalah :
yang dimana ta’aruf ini memang lebih memiliki standar yang jelas dan kepastian karena memang bukan hubungan yang sengaja diada adakan. Lantas bagaimana sekolah menyikapi siswa yang berpacaran di sekolah?
Al Masoem merupakan lembaga pendidikan berbasis agama islam, dari sini sudah jelas Al Masoem melarang siswa untuk berpacaran bahkan sanksinya tegas, diberikan teguran dan poin pelanggaran jika memang melakukan tindakan asusila akan dikeluarkan dari sekolah. Hal seperti ini tentu saja dibarengi dengan upaya pencegahan agar siswa tidak menjalin hubungan pacaran, seperti edukasi secara langsung kepada siswa setiap hari Senin pagi, Keputrian yang dilaksanakan setiap jumat sebagai sarana edukasi siswa perempuan untuk mampu menjadi wanita muslim, fasilitas juga kami perketat dengan menyediakan CCTV di semua ruangan termasuk di dalam kelas yang memang menyala selama 24 jam, guru yang selalu mengontrol gerak gerik siswa yang mencurigakan, menegur siswa yang berdua duaan dan berbeda jenis dan lain sebagainya.
Pacaran adalah gerbang utama dalam mendekati Zina, Zina adalah hal yang paling dibenci Allah SWT bahkan dalam hadits riwayat muslim Nabi Muhammad SAW bersabda “Ambillah dari diriku, ambillah dari diriku, sesungguhnya Allah telah memberi jalan keluar (hukuman) untuk mereka (pezina). Jejaka dan perawan yang berzina hukumannya dera seratus kali dan pengasingan selama satu tahun. Sedangkan duda dan janda hukumannya dera seratus kali dan rajam.” (HR Muslim)