Penjelasan “Manusia di Bumi adalah Diri yang Satu”

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

يٰۤـاَيُّهَا  النَّا سُ  اتَّقُوْا  رَبَّكُمُ  الَّذِيْ  خَلَقَكُمْ  مِّنْ  نَّفْسٍ  وَّا حِدَةٍ  وَّخَلَقَ  مِنْهَا  زَوْجَهَا  وَبَثَّ  مِنْهُمَا  رِجَا لًا  كَثِيْرًا  وَّنِسَآءً   ۚ وَا تَّقُوا  اللّٰهَ  الَّذِيْ  تَسَآءَلُوْنَ  بِهٖ  وَا لْاَ رْحَا مَ   ۗ اِنَّ  اللّٰهَ  كَا نَ  عَلَيْكُمْ  رَقِيْبًا

“Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 1)

Alhamdulillah Ali Imran sudah selesai berlanjut ke An Nisa. An Nisa adalah surah ke-3 dalam urutan mushaf Al-Qur’an yang terdiri dari 176 ayat.
Surat An Nisa tergolong surah Madaniyah, turun di kota Madinah.
An Nisa ayat 1 Allah SWT memerintahkan manusia untuk bertakwa kepada-Nya.

Dalam Tafsir Al Azhar, Buya Hamka menjelaskan, seruan Tuhan pada ayat 1 ,
“Hai sekalian manusia! Bertakwalah kamu kepada Tuhanmu, yang telah menjadikan kamu dari satu diri” ini, tertuju pada seluruh manusia, tidak pandang negeri atau benua, bangsa atau warna kulit.

Ayat tersebut berisi dua peringatan, yakni supaya bertakwa kepada Allah dan supaya mengerti bahwa manusia di bumi adalah diri yang satu.

“Pertama supaya takwa kepada Allah, kedua supaya mengerti, bahwa sekalian manusia ini, di bagian bumi yang manapun mereka berdiam, namun mereka adalah satu belaka.

Maksud dari diri yang satu dalam tafsir tersebut adalah Adam, di mana isterinya, Hawa, berasal dari tulang rusuknya. Ibnu Abi Syaibah dan Abd bin Humaid, Ibnu Jarir, Ibnul Mundzir dan Ibnu Abi Hatim menjelaskan, Mujahid memang menafsirkan demikian, bahwa diri yang satu adalah Adam.

Menurut Mujahid, tulang rusuk Adam yang digunakan untuk menciptakan Hawa adalah tulang rusuk kiri yang paling bawah.

Perihal penciptaan Hawa dari tulang rusuk Adam, Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan, penciptaan itu terjadi ketika Adam sedang tidur. Saat Adam terbangun, ia kaget setelah melihatnya, lalu keduanya saling jatuh cinta.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Muqatil, telah menceritakan kepada kami Waki’, dari Abu Hilal. dari Qatadah, dari Ibnu Abbas yang mengatakan:

“Wanita diciptakan dari laki-laki, maka keinginan wanita dijadikan terhadap laki-laki; dan laki-laki itu dijadikan dari tanah, maka keinginannya dijadikan terhadap tanah, maka pingitlah wanita-wanita kalian.”

Di dalam sebuah hadis sahih disebutkan:

«إِنَّ الْمَرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ، وَإِنَّ أَعْوَجَ شَيْءٍ فِي الضِّلَعِ أَعْلَاهُ، فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيمُهُ كَسَرْتَهُ، وَإِنِ اسْتَمْتَعْتَ بِهَا اسْتَمْتَعْتَ بِهَا وَفِيهَا عِوَجٌ»

Artinya: “Sesungguhnya wanita itu dijadikan dari tulang rusuk, dan sesungguhnya rusuk yang paling bengkok adalah bagian atasnya. Maka jika kamu bertindak untuk meluruskannya. niscaya kamu akan membuatnya patah. Tetapi jika kamu bersenang-senang dengannya, berarti kamu bersenang-senang dengannya, sedangkan padanya terdapat kebengkokan.”

Selanjutnya, Allah melanjutkan firman-Nya agar umat manusia bertakwa kepada Allah dan memelihara kekeluargaan. “Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan.”

Allah memerintahkan manusia agar mereka memelihara hubungan keluarga.

Jangan sampai seseorang memutus hubungan silaturahim antar keluarga.

Tidak ada perbedaan pendapat bahwa secara umum shilaturrahmi hukumnya wajib, dan memutuskannya merupakan dosa besar.

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ

Beribadahlah kepada Allâh dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat… [an-Nisâ’/4: 36]

وَآتِ ذَا الْقُرْبَىٰ حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا

Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. [al-Isrâ’/17: 26]

Shilaturrahmi termasuk perkara yang diperintahkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Perintah ini pun sudah diketahui oleh orang-orang memusuhi beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ibnu Abbâs Radhiyallahu anhu memberitakan bahwa Abu Sufyân pernah mengatakan kepada raja Heraklius tentang dakwah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , dia berkata:

يَأْمُرُنَا بِالصَّلاَةِ وَالصَّدَقَةِ وَالْعَفَافِ وَالصِّلَةِ

Muhammad memerintahkan kami shalat, shadaqah, menjaga kehormatan dan shilaturrahmi. [HR. al-Bukhâri, no. 5635]

لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعٌ

Tidak akan masuk sorga orang yang memutuskan (persaudaraan). [HR. al-Bukhâri dan Muslim, dari Jubair bin Muth’im]

Semoga Allâh Azza wa Jalla memberikan kekuatan untuk mengamalkannya, sesuai dengan keadaan kita