Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

10 siswa SMP Al Masoem mendapatkan beasiswa tahfidz Quran dan satu diantaranya berhasil menghafalkan 6 juz
Orang tua mana yang tidak bangga ketika anak anaknya berprestasi? Prestasi belajar, prestasi akademik dan prestasi non akademik memang merupakan hal yang patut diapresiasi karena memang merupakan hal yang sulit digapai apalagi bagi anak anak usia remaja yang secara umum masih ingin main main dalam berbagai macam hal dan masih banyak yang banyak drama karena memang masih bingung dengan minat dan bakatnya sendiri.
Anak usia remaja ini juga merupakan anak yang dimana sudah mulai menganggap mereka mengerti dan tidak ingin diberitahu oleh orang yang lebih tua. Maka dari itu anak anak Al Masoem yang berhasil meraih beasiswa tahfidz ini merupakan contoh anak anak unggulan di Usia Remaja. Bagaimana tidak, karena mereka mampu menunjukan diri bahwa anak usia remaja tidak identik dengan anak yang mulai belajar “nakal”, mulai mencoba hal hal yang baru (baik secara positif dan kebanyakan hal yang negatif). Justru anak anak ini merupakan anak anak yang pantas mendapatkan beasiswa karena mereka dapat mengatur waktu dengan baik dan mampu berprestasi.
Prestasi sendiri dibagi menjadi beberapa jenis diantaranya adalah prestasi akademik dan non akademik. Dimana prestasi akademik merupakan prestasi belajar yang didapatkan siswa karena hasil belajar di sekolah sedangkan non akademis rata rata dari ekstrakurikuler dan juga hasil usaha dari sebuah hal yang diluar kelas lainnya dan salah satunya adalah tahfidz Quran.
Tahfidz Quran sendiri di setiap sekolah memiliki target yang berbeda beda dari ada yang memang mengharuskan menghafal 30 juz dalam kurun waktu 3 tahun ada juga beberapa sekolah yang mengambil hanya beberapa juz saja. Seperti Al Masoem target siswa SMP adalah lulus minimal hafal 3 juz, namun tahukah anda beberapa siswa SMP Al Masoem bahkan sudah melewati target sekolah dan satu diantaranya berhasil menghafal 6 juz yaitu juz 30, 29, 28, 27, 26 dan juz 1.
Ketika ditanya apa yang bisa membuat siswa tersebut berhasil meraih 6 juz dalam kurun waktu 2 tahun saja, siswa tersebut menjawab “Dukungan dari orang tua dan tekun mengikuti murojaah setiap hari merupakan kunci sukses menghafal Quran”

Bagi yang tidak tahu murojaah adalah kegiatan mengulang ulang hafalan yang ada sehingga seorang hafidz quran tidak hanya tahu tapi hafal dan tidak akan pernah lupa akan hafalannya. Karena kegagalan seorang hafidz quran adalah ketika dia tidak murojaah Al Quran. Karena menghafal itu jauh lebih mudah daripada mempertahankan.
Maka dari itu di SMP Al Masoem sendiri kami menggunakan metode Ummi sebagai metode utama dalam mengajar Al Quran kepada siswa, kami juga menggunakan metode murajaah setiap hari ketika anak anak tahfidz setor ke pembimbing dan penguji, khusus hari jumat adalah murajaah semua hafalan yang mereka miliki yang dimana pada hari Jum’at itu juga semua siswa diuji kelayakan dan kelulusannya selama seminggu terakhir. Metode ini memang cukup efektif mengajarkan siswa usia remaja untuk menghafal Quran, efeknya adalah siswa bisa menghafal lebih dari target yang diusahakan pihak yayasan.
Selain itu juga siswa yang memiliki hafalan diiming imingi dengan beasiswa tahfidz quran dimana khusus siswa mereka berhak mendapatkan gratis SPP selama 1 bulan persatu juz hafalan mereka dan bagi santri Al Ma’soem mereka berhak mendapatkan gratis SPP dan juga gratis persentase tahunan siswa di pesantren atau setiap 1 juz mereka berhak mendapatkan gratis 10% dana tahunan santri. Dan uniknya ini berlaku rangkap baik itu dengan hafalan Quran lainnya dan juga dengan prestasi akademik. Adapun prestasi akademik yang memang bisa mendapatkan beasiswa adalah sebagai berikut :
Dan berikut 10 siswa SMP Al Masoem mendapatkan beasiswa tahfidz Quran dan satu diantaranya berhasil menghafalkan 6 juz