Select Education Level
Please select an education level to begin registration.
Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh.
SUBHANALLAH WALHAMDULILLAH WALAILLAHAILLOH. WALLAHU AKBAR.
Semoga kita selalu sehat dalam lindungan Allah SWT.
Mari saling mendoakan ;
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
يٰبَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ اذْكُرُوْا نِعْمَتِيَ الَّتِيْۤ اَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَاَ نِّيْ فَضَّلْتُكُمْ عَلَى الْعٰلَمِيْنَ
“Wahai Bani Israil! Ingatlah nikmat-Ku yang telah Aku berikan kepadamu dan Aku telah melebihkan kamu dari semua umat yang lain di alam ini (pada masa itu).”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 122)
Allah SWT telah melebihkan Bani Israil dibandingkan umat yang lain. Ini ayat yang kedua yang menyebutkan Bani Israil dilebihkan dibandingkan umat yang lain.
Q.S Al Baqarah (2:40) yang artinya: Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang Telah Aku anugerahkan kepadamu, dan penuhilah janjimu kepada-Ku, niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu; dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut (tunduk). Di dalam ayat lain Q.S al-Baqarah (2:47) yang artinya:” Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang Telah Aku anugerahkan kepadamu dan (ingatlah pula) bahwasanya Aku telah melebihkan kamu atas segala umat.
Kelebihan yang di miliki bani Israil terbukti dengan banyaknya Nabi yang diutus Allah utuk mereka. Bani Israil Telah diberi rahmat oleh Allah dan dilebihkannya dari segala ummat ialah nenek moyang mereka yang berada di masa nabi Musa a.s. Hanya saja, kelebihan-kelebihan itu tidak digunakan untuk positif, tetapi untuk mengelabui orang lain.
Bani Israil yang saat ini sedang dimusuhi dunia, yang bersekutu dengan Amerika memang menguasai ilmu pengetahuan, tehnologi informasi, medis, serta ekonomi dan perdagangan.
Sejumlah penerima Nobel yang ada, kelompok masyarakat Yahudi yang mendominasi. Ini juga menjadi bukti, bahwa keterangan Al Qur’an itu benar. Wajar jika kaum ini sering disebut sebagai kelompok masyarakat genius.
Rahasia Bani Israil lebih pinter, mereka mempersiapkan generasi berikutnya sejak dalam masa kandungan,manusia dalam kandungan itu sudah bisa berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya sejak usia 120 hari, kaum Yahudi ketika seorang Ibu sedang hamil, mereka memiliki pemahaman bahwa anak yang dikandungnya harus sudah diberi pelajaran meski hanya lewat pendengaran. Dan, ternyata dunia medis membuktikannya, dan hadis Nabi Saw membenarkan bahwa janin berusia 120 hari bisa berinteraksi dengan lingkungan. Wajar, jika orang-orang Yahudi berusaha keras memberikan pelaharan kepada janinnya yang masih berusia beberapa bulan, walaupun bersifar monolog.
Di sisi lain, Sang ibu bangsa Yahudi yang sedang mengandung akan lebih sering bernyanyi dan bermain piano. Selain itu,si ibu dan suaminya juga akan banyak membeli buku matematika dan mereka menyelesaikan soal secara bersama. Si ibu akan terus mengerjakan soal-soal matematika hingga sampai waktu melahirkan. Inilah yang ditiru oleh sebagian orang modern, tetapi mereka memperdengarkan music klasik untuk janinnya, yang notabene ini bagian dari pola orang Bani Israil.
Di samping itu, si ibu suka memakan kacang badam dan kurma bersama susu. Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan kacang badam dan berbagai jenis kacang-kacangan. Dalam pandangan bangsa Yahudi, daging ikan sangat baik untuk perkembangan otak. Sementara kepala ikan mengandung bahan kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan pertumbuhan otak anak di dalam kandungan. Ada semacam ‘ritual’ dalam bangsa Yahudi bahwa ada kewajiban bagi ibu hamil untuk mengonsumsi pil minyak ikan.
Yahudi pantang merokok, apalgi ibu hamil sangat pantang untuk berada dalam lingkungan perokok.
Setidaknya itulah yang diungkapkan dalam makalah Prefesor Gregory Cochran dan Henry Harpending yang diterbitkan pada 2005. Cochran selalu penasaran mengapa bangsa Yahudi sangat pintar. Dia menyangsikan teori seleksi alam yang menyebabkan bangsa Yahudi menjadi pintar. Cochran menelusuri sejumlah jurnal ilmiah dan dia mengungkapkan teori baru kepada Harpending, profesor kehormatan di Universitas Utah, AS, yang sebelumnya sudah melakukan penelitian.
Islam yang berlandaskan al-Qur’an sebenarnya telah memberikan teori-teori men-desain anak cerdas, sesuai dengan ajaran Nabi Saw. Hanya saja, sebagian umat islam ternyata lebih suka dengan pola-pola modern yang tidak jauh dari apa yang dilakukan Yahudi. Satu hal yang harus contoh orang islam, yaitu pola makan, serta memilih makanan dan minuman. Islam memberikan cara agar makan dan minum yang baik dan halal. Yang dimaksud baik (tayiban) meliputi karbohidrat, gizi, vitamin, yang terkandung dalam makanan tersebut. Dan, Yahudi ternyata sangat selektif di dalam memilih makanan dan minuman buat janin yang ada dalam kandungan.
Itulah rahasia Yahudi lebih pinter, tapi kepinterannya bukan disyukuri dan menambah ketaatan.
Seharusnya manusia yang sudah diberi kelebihan, harusnya bersyukur.
Bersyukur kepada Allah SWT artinya adalah menjalankan ketaatan kepada Allah dengan cara menjalankan segala perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya.
رَبِّ اَوْزِعْنِيْۤ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْۤ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَا لِدَيَّ وَاَ نْ اَعْمَلَ صَا لِحًـا تَرْضٰٮهُ وَاَ دْخِلْنِيْ بِرَحْمَتِكَ فِيْ عِبَا دِكَ الصّٰلِحِيْنَ
Rabbi aw zi’niy an asykura ni’matakallatiy an’amta ‘alayya wa’alaa waalidayya wa an a’mala shaalihan tardhaahu wa adkhilniy birahmatika fiy ‘ibadikashshaalihiin.”
“Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.” (QS. An Naml 19)