Select Education Level
Please select an education level to begin registration.
Ketika memilih sekolah dasar, orang tua tidak hanya mencari sekolah dengan jadwal belajar yang panjang. Mereka juga ingin mengetahui bagaimana waktu anak digunakan, apa yang dipelajari, dan nilai apa yang dibangun selama berada di sekolah.
Model full day school menjadi salah satu pilihan pendidikan yang menarik karena memberikan waktu belajar lebih panjang. Namun, panjangnya waktu di sekolah bukan satu-satunya ukuran. Yang lebih penting adalah bagaimana seluruh waktu tersebut digunakan untuk mendukung perkembangan anak.
SD Al Ma’soem menerapkan konsep pembelajaran Full Day dengan menggabungkan kurikulum DIKNAS 100% dan kurikulum Al Ma’soem. Pendekatan tersebut dilengkapi dengan tambahan mata pelajaran yang berkaitan dengan peningkatan IMTAK dan IPTEK, seperti Bahasa Arab, Program Tahfidz, Bahasa Inggris, serta pengenalan dan praktik komputer.
Lalu, apakah model kombinasi tersebut lebih ideal?
Kurikulum memberikan arah dalam proses pendidikan. Dengan adanya kurikulum, pembelajaran memiliki struktur dan tujuan yang jelas.
Kurikulum DIKNAS 100% menjadi bagian penting dalam sistem pendidikan sekolah. Di sisi lain, sekolah memiliki program tambahan yang menjadi ciri khas pendidikan.
Kombinasi tersebut memungkinkan anak memperoleh pembelajaran akademik sekaligus pengalaman tambahan yang mendukung pengembangan potensi.
Pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kecerdasan akademik.
Anak juga perlu belajar mengenai keimanan, ketakwaan, akhlak, kedisiplinan, dan kebiasaan positif.
Pendekatan IMTAK memberikan ruang untuk nilai-nilai tersebut.
Dalam kehidupan sehari-hari di sekolah, karakter tidak hanya dibangun melalui teori. Kebiasaan mengikuti aturan, bertanggung jawab, menghormati orang lain, dan menjalankan kegiatan secara disiplin dapat menjadi bagian dari proses pembentukan karakter.
Di sisi lain, anak juga perlu mengenal ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pengenalan dan praktik komputer memberikan pengalaman teknologi.
Anak dapat belajar menggunakan komputer secara bertahap sesuai dengan pembelajaran yang diberikan.
Dengan demikian, pendidikan tidak hanya membentuk anak yang memiliki karakter, tetapi juga mempersiapkan mereka untuk beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kemampuan bahasa menjadi bagian lain yang dapat memperkaya pengalaman anak.
Bahasa Arab menjadi salah satu tambahan pembelajaran, sementara Bahasa Inggris dikembangkan melalui program yang tersedia.
English Club juga menjadi salah satu ekstrakurikuler yang dapat menjadi ruang bagi anak untuk mengembangkan kemampuan bahasa secara lebih luas.
Program bahasa dapat memberikan pengalaman komunikasi dan memperkenalkan anak pada bentuk bahasa yang berbeda.
Konsep full day perlu dilihat dari bagaimana sekolah mengatur aktivitas anak.
Jika seluruh waktu digunakan hanya untuk pembelajaran akademik, anak berpotensi merasa jenuh.
Karena itu, variasi kegiatan menjadi penting.
Kegiatan akademik dapat berjalan berdampingan dengan olahraga, ekstrakurikuler, literasi, pengembangan minat dan bakat, serta kegiatan lain yang sesuai.
Dengan begitu, waktu yang lebih panjang di sekolah dapat digunakan secara lebih produktif.
Konsep pendidikan SD Al Ma’soem menekankan pembentukan generasi CAGEUR, BAGEUR, PINTER.
CAGEUR dikaitkan dengan takwa, disiplin, dan ketangguhan.
BAGEUR berkaitan dengan akhlak, kejujuran, dan manfaat.
Sementara PINTER berkaitan dengan kecerdasan, kemampuan beradaptasi, dan kemandirian.
Konsep tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari kecerdasan akademik.
Anak diharapkan berkembang secara lebih menyeluruh.
Pengembangan kemampuan literasi dan numerasi juga menjadi bagian dari misi sekolah.
Literasi membantu anak memahami informasi, membaca, dan mengembangkan kemampuan berpikir.
Numerasi membantu anak menggunakan kemampuan matematika dalam kehidupan dan pembelajaran.
Keduanya menjadi dasar penting untuk pendidikan anak.
Karena itu, tambahan program tidak seharusnya menggantikan pembelajaran utama, tetapi dapat menjadi penguatan.
Full day school juga dapat memberikan kesempatan kepada anak untuk mengikuti ekstrakurikuler.
Pilihan yang tersedia cukup beragam, mulai dari Tahfidz, English Club, Math Club, Sains Club, Futsal, Taekwondo, Catur, Hockey, Basket, Panahan, Robotik, Bola Volly, hingga Paduan Suara.
Keragaman tersebut memungkinkan anak memilih kegiatan berdasarkan minat dan potensinya.
Bagi orang tua, keberadaan berbagai pilihan menjadi hal yang penting karena setiap anak memiliki karakter berbeda.
Pada akhirnya, tidak ada satu model yang dapat disebut ideal untuk semua anak.
Yang penting adalah keseimbangan.
Kurikulum akademik memberikan dasar pengetahuan. Pendidikan karakter memberikan nilai. Teknologi memberikan keterampilan. Bahasa memberikan kemampuan komunikasi. Ekstrakurikuler memberikan ruang eksplorasi.
Ketika semuanya disusun secara seimbang, anak dapat memperoleh pengalaman pendidikan yang lebih lengkap.
Model full day school yang menggabungkan kurikulum DIKNAS 100% dengan kurikulum sekolah serta tambahan IMTAK dan IPTEK menawarkan pendekatan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada akademik.
Bahasa Arab, Tahfidz, Bahasa Inggris, dan praktik komputer menjadi bagian dari program tambahan yang mendukung pengembangan minat, bakat, dan potensi peserta didik.
Sementara itu, konsep CAGEUR, BAGEUR, PINTER memberikan arah pembentukan karakter yang mencakup ketakwaan, kedisiplinan, akhlak, kejujuran, kecerdasan, adaptasi, dan kemandirian.
Bagi orang tua, pertanyaan terpenting bukan hanya “berapa lama anak berada di sekolah?”, tetapi “apa yang anak dapatkan selama berada di sekolah?”
Jika waktu belajar digunakan secara seimbang untuk akademik, karakter, teknologi, literasi, olahraga, dan pengembangan minat bakat, full day school dapat menjadi lingkungan pendidikan yang lebih menyeluruh.