Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَلَـقَدْ اَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ فِيْ شِيَعِ الْاَ وَّلِيْنَ
“Dan sungguh, Kami telah mengutus (beberapa rasul) sebelum engkau (Muhammad) kepada umat-umat terdahulu.” (QS. Al-Hijr 15: Ayat 10).
Allah menghibur Nabi Muhammad SAW bahwa penolakan, hinaan, dan perlawanan dari orang kafir juga pernah dialami para rasul sebelumnya, sehingga beliau harus tetap sabar dan teguh dalam berdakwah
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI menjelaskan bahwa dengan ayat ini Allah SWT menghibur hati Nabi Muhammad saw yang sedang bersedih hati dan mengalami penderitaan akibat olok-olok, cercaan, dan kezaliman orang-orang musyrik Mekah. Beliau merasa sedih atas kebodohan kaumnya yang tidak mau memahami Al-Qur’an, bahkan menuduh dirinya orang gila.
Allah SWT menerangkan bahwa apa yang sedang dialami Nabi Muhammad itu telah dialami pula oleh para rasul sebelumnya yang diutus kepada umat-umat yang dahulu. Hampir semua umat itu memperolok-olokkan para rasul bahkan di antara mereka ada yang mengadakan rencana jahat untuk membunuhnya. Mereka mengingkari seruan rasul dan tetap melaksanakan adat kebiasaan dan kepercayaan warisan nenek moyang mereka. Hampir semua rasul diutus kepada kaumnya sendirian, tanpa teman dan pembantu yang menolongnya kecuali pembantu dan penolong dari para pengikut yang diperoleh setelah banyak berdakwah.
Pada umumnya, para rasul itu orang miskin, tanpa pembesar atau penguasa yang menyokongnya, dan tanpa harta benda yang cukup untuk membiayai dakwahnya, tetapi semua rasul adalah orang-orang yang amanah, tabah, dan sabar melaksanakan tugas-tugas yang dipikulkan kepada mereka.
Dengan ayat ini, seakan-akan Allah swt menegaskan kepada Nabi Muhammad agar tidak berputus asa disebabkan oleh sikap dan tindakan orang-orang kafir itu, karena semua rasul mengalami cobaan dan tantangan seperti itu. Sikap orang kafir yang demikian itu adalah karena akhlak mereka telah rusak, dan nafsu telah mengalahkan semua kebenaran yang mungkin bisa masuk ke dalam hati mereka. Oleh karena itu, mereka tidak dapat menerima kebenaran ayat-ayat Al-Qur’an yang disampaikan kepada mereka.
Beberapa tadabur yang dapat diambil Al-Hijr ayat 10:
1. Perjuangan menegakkan kebenaran pasti ada ujiannya
Para rasul terdahulu juga dihina, ditolak, bahkan dimusuhi. Ini mengajarkan bahwa jalan dakwah dan kebenaran tidak selalu mudah.
2. Jangan putus asa ketika kebaikan ditolak
Nabi Muhammad SAW saja mengalami penolakan dari kaumnya. Maka seorang muslim tidak boleh berhenti berbuat baik hanya karena dicemooh manusia.
3. Kesabaran adalah bekal utama dalam dakwah
Ayat ini mengajarkan bahwa kesabaran, keteguhan, dan istiqamah lebih penting daripada mencari pujian manusia.
4. Kebenaran tidak diukur dari banyaknya pengikut
Banyak rasul pada awalnya berdakwah dalam keadaan sendirian dan lemah secara duniawi, tetapi mereka tetap berada di atas kebenaran.
5. Hati yang rusak sulit menerima nasihat
Penolakan terhadap wahyu sering bukan karena kurangnya bukti, tetapi karena kesombongan, hawa nafsu, dan fanatisme terhadap tradisi lama.
6. Allah selalu bersama para pejuang kebenaran
Ayat ini adalah bentuk hiburan dan penguatan dari Allah kepada Rasul-Nya, sekaligus penghibur bagi setiap orang beriman yang sedang diuji dalam mempertahankan iman dan kebenaran
Sejak zaman para nabi, rasul, dan orang-orang saleh menghadapi ujian, penolakan, bahkan hinaan dalam mempertahankan iman. Namun Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya yang tetap istiqamah. Setiap ujian yang dihadapi dengan sabar akan bernilai ibadah, menguatkan hati, serta meninggikan derajat di sisi Allah SWT. Maka tetaplah teguh di atas kebenaran, perbanyak doa, sabar, dan tawakal, karena pertolongan Allah selalu dekat bagi orang-orang yang beriman.
Doa memohon kesabaran, keteguhan hati, dan kekuatan dalam menghadapi penolakan ketika berada di jalan kebenaran:
رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
“Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami, teguhkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.” (QS. Al-Baqarah: 250)