Ingin Mendapatkan Pertolongan Allah? Maka Tolonglah Orang-Orang Beriman

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
وَيٰقَوْمِ  مَنْ  يَّـنْصُرُنِيْ  مِنَ  اللّٰهِ  اِنْ  طَرَد۟تُّهُمْ  ۗ اَفَلَا  تَذَكَّرُوْنَ
“Dan wahai kaumku! Siapakah yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku mengusir mereka? Tidakkah kamu mengambil pelajaran?” (QS. Hud 11: Ayat 30).
Menjaga orang beriman dan tidak menzaliminya adalah kunci mendapatkan perlindungan Allah.
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Dalam ayat ini, Allah menjelaskan tentang ketegasan Nabi Nuh yang berseru kepada kaumnya yang menginginkan agar Nabi Nuh mengusir para pengikutnya yang beriman, “Wahai kaumku, tidak ada seorang pun yang dapat menolak siksaan Allah, jika aku mengusir mereka yang telah beriman dan mengikuti seruanku, karena hal itu termasuk suatu kezaliman yang berat sekali, yang pasti akan dibalas dengan azab yang berat pula. Apakah kamu tidak sadar dan mengambil pelajaran? Mereka itu mempunyai Tuhan yang pasti akan menolongnya, dan yang mengusir mereka pasti akan binasa.” Permintaan pengusiran para pengikut yang telah beriman tidak hanya diterima atau dialami oleh Nabi Nuh, tetapi juga oleh nabi-nabi lain, tidak terkecuali Nabi Muhammad SAW.
Nabi Nuh membela kaumnya yang beriman dari kalangan lemah (dhuafa) dan menunjukkan bahwa bukan haknya untuk mengusir mereka hanya karena status sosial mereka rendah. Ia menegaskan bahwa Allah lebih mengetahui isi hati manusia dan bahwa ia hanyalah seorang pemberi peringatan, bukan hakim atas nasib orang.
  • Kaum Nabi Nuh yang kafir meminta agar Nabi Nuh mengusir orang-orang miskin yang beriman kepadanya.
  • Nabi Nuh menolak permintaan tersebut karena yang berhak menilai seseorang adalah Allah, bukan manusia.
  • Ia mengingatkan bahwa kalau ia mengusir mereka hanya demi menyenangkan orang-orang kaya, maka ia akan kehilangan perlindungan dari Allah.
Salah satu cara agar kita mendapatkan pertolongan Allah adalah dengan menolong orang-orang beriman, sebagaimana ditegaskan dalam Surah Hud ayat 30. Selain itu, ada banyak amal dan sikap yang dapat menjadi sebab datangnya pertolongan Allah.
1. Bertakwa kepada Allah
“Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS. At-Talaq: 2–3)
Takwa adalah kunci utama pertolongan dan kemudahan dari Allah, termasuk dalam menghadapi kesulitan.
2. Bersabar
“Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153)
Sabar dalam menjalani ujian hidup maupun dalam ketaatan merupakan sebab turunnya pertolongan Allah.
3. Tawakkal (Berserah Diri kepada Allah)
Dalil: “Barang siapa bertawakkal kepada Allah, maka cukuplah Allah (menolong)nya.” (QS. At-Talaq: 3)
Tawakkal bukan berarti pasif, tetapi memasrahkan hasil kepada Allah setelah berikhtiar.
4. Berdoa dan Memohon Pertolongan kepada-Nya
“Dan Tuhanmu berfirman: ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.’” (QS. Ghafir: 60)
Doa adalah senjata utama orang beriman. Allah akan menolong hamba-Nya yang senantiasa berdoa dengan ikhlas.
5. Menolong Agama Allah
“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad: 7)
Menolong agama Allah bisa berupa berdakwah, menegakkan kebenaran, dan membela kaum tertindas.
6. Menjaga Shalat
“Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’.” (QS. Al-Baqarah: 45)
Shalat adalah bentuk komunikasi langsung dengan Allah, dan menjadi sarana penting meraih pertolongan-Nya.
7. Beristighfar dan Bertaubat
Dalil: “Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu…’” (QS. Nuh: 10–12)
Istighfar membuka pintu-pintu rahmat dan pertolongan dari Allah.
Doa Memohon Perlindungan dan Pertolongan Allah
حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ
Ḥasbunallâhu wa ni‘mal-wakîil.
“Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.” (QS. Ali Imran: 173)