Bahaya Sifat Takabur dan Sombong; Salahstunya Menolak Kebenaran

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
فَاِ لَّمْ  يَسْتَجِيْبُوْا  لَـكُمْ  فَا عْلَمُوْۤا  اَنَّمَاۤ  اُنْزِلَ  بِعِلْمِ  اللّٰهِ  وَاَ نْ  لَّاۤ  اِلٰهَ  اِلَّا  هُوَ  ۚ فَهَلْ  اَنْتُمْ  مُّسْلِمُوْنَ
“Maka jika mereka tidak memenuhi tantanganmu, maka (katakanlah), Ketahuilah, bahwa (Al-Qur’an) itu diturunkan dengan ilmu Allah, dan bahwa tidak ada Tuhan selain Dia, maka maukah kamu berserah diri (masuk Islam)?” (QS. Hud. 11: Ayat 14)
Jika mereka tidak dapat mendatangkan tandingan Al-Qur’an, maka ketahuilah bahwa Al-Qur’an itu benar-benar dari Allah SWT
Dalam tafsir ringkas Kementrian Agama RI; Setelah mereka ditantang untuk membuat semisal Al-Qur’an, kemudian Allah berfirman, maka jika mereka tidak memenuhi tantanganmu membuat semisal Al-Qur’an, padahal mereka adalah ahli bahasa dan sastrawan ulung, maka katakanlah kepada mereka, “Ketahuilah, bahwa Al-Qur’an itu diturunkan dengan ilmu Allah yang luas meliputi segala sesuatu, dan percayalah bahwa tidak ada tuhan yang wajib disembah selain Dia, sebab hanya Allah yang mengetahui segala sesuatu dengan ilmunya, tidak mempunyai tandingan, dan sekutu dalam kekuasaanNya.
Oleh karena itu, maka maukah kamu berserah diri masuk Islam dengan meyakini dan memercayai kekuasaan Allah, Tuhan semesta alam?” Sekalipun bukti-bukti kebenaran Al-Qur’an sudah jelas, namun orang-orang kafir tetap tidak memercayai dan mengakui kebenaran isi kandungan Al-Qur’an. Penyebab mereka ingkar adalah karena kesombongan mereka. Sifat takabur dan sombong mendorong seseorang mengingkari kebenaran walaupun bukti sudah jelas. (Lihat: Surah an-Naml/27: 14). Penyebab menolak kebenaran karena sifat takabur dan sombong, banyak kemudharatan dari sifat takabur dan sombong:
  1. Menolak kebenaran; Orang yang sombong sulit menerima nasihat, kritik, atau kebenaran, meski bukti sudah nyata. Ini dapat menghalangi hidayah dan pertumbuhan diri.
  2. Merendahkan orang lain; Kesombongan membuat seseorang memandang rendah orang lain, yang bisa merusak hubungan sosial dan menimbulkan konflik.
  3. Menjerumuskan pada dosa besar; Sifat ini sering disertai hasad, iri, dan kebencian, yang membuka pintu pada dosa-dosa lainnya.
  4. Dijauhkan dari rahmat Allah; Dalam hadis disebutkan bahwa orang yang dalam hatinya ada kesombongan seberat biji sawi tidak akan masuk surga (HR. Muslim).
  5. Menutup pintu ilmu dan perbaikan diri; Orang sombong merasa dirinya paling benar, sehingga sulit menerima ilmu atau berubah ke arah yang lebih baik.
  6. Membawa kesengsaraan batin; Kesombongan menciptakan ilusi kehebatan, tetapi pada dasarnya menumbuhkan ketakutan jatuh dan rendah diri yang tersembunyi.
  7. Mengundang kebinasaan; Banyak contoh dalam Al-Qur’an, seperti Fir’aun dan kaum ‘Ad, yang dibinasakan karena kesombongan mereka.
Doa supaya dijauhkan dari sifat sombong dan takabur ;
اللَّهُمَّ نَقِّ قَلْبِي مِنَ الْكِبْرِ وَاجْعَلْنِي عَبْدًا مُتَوَاضِعًا لَكَ وَلِخَلْقِكَ
Allāhumma naqqi qalbī minal-kibri waj‘alnī ‘abdan mutawāḍi‘an laka wa likhalqik.
Artinya: “Ya Allah, sucikan hatiku dari kesombongan, dan jadikan aku hamba yang rendah hati kepada-Mu dan kepada makhluk-Mu.”