Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
فَغُلِبُوْا هُنَا لِكَ وَا نْقَلَبُوْا صٰغِرِ يْنَ
“Maka, mereka dikalahkan di tempat itu dan jadilah mereka orang-orang yang hina.” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 119)
Setelah kebohongan dan kepalsuannya tersingkap jadilah mereka orang orang yang hina dina
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Dalam ayat ini Allah menegaskan bahwa pesihir itu telah dikalahkan di tempat itu, dan jadilah mereka orang-orang yang hina dina. Artinya bila sebelum peristiwa itu, para pesihir merasa bangga percaya diri secara berlebihan, maka setelah kekalahan itu tersingkaplah kebohongan dan kepalsuan mereka, karena sihir mereka tidak mempunyai kekuatan sama sekali. Di samping itu, karena kekalahan tersebut, sirnalah sudah harapan mereka untuk mendapatkan harta benda, pangkat dan kekayaan yang tadinya telah dijanjikan Firaun kepada mereka.
Kekalahan para pesihir tersebut berarti kekalahan Firaun dan para pembesarnya. Pada mulanya mereka percaya bahwa para pesihir yang terpandai yang mereka kumpulkan dari berbagai tempat dalam wilayah kekuasaannya, dengan mudah dapat mengalahkan Nabi Musa. Karena itu ia mengobral janji, tetapi ternyata para pesihirnya itu mengalami kekalahan, dan Nabi Musa mendapat kemenangan, maka pudarlah harapan Firaun dan pemuka-pemukanya untuk dapat mempertahankan kebesaran dan kekuasaannya. Hilanglah kehebatan mereka di mata orang banyak, dan jadilah mereka orang-orang yang hina. Apalagi peristiwa tersebut terjadi pada salah satu hari raya mereka dan disaksikan orang banyak. Mengenai ini Allah berfirman dalam ayat lain:
قَا لَ مَوْعِدُكُمْ يَوْمُ الزِّيْنَةِ وَاَ نْ يُّحْشَرَ النَّا سُ ضُحًى
“Dia (Musa) berkata, (Perjanjian) waktu (untuk pertemuan kami dengan kamu itu) ialah pada hari raya dan hendaklah orang-orang dikumpulkan pada pagi hari (duha).” (QS. Ta-Ha 20: Ayat 59)…
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Ayat ini menerangkan bahwa sesuai dengan permintaan Firaun, Musa menentukan waktu pertemuan yang dimaksud untuk mengadu kemukjizatannya dengan sihir Firaun yaitu pada hari Syam an-Nasim yang biasanya diadakan pada akhir tahun. Mereka pada hari itu berkumpul semuanya dengan pakaian yang bagus dan hiasan yang indah, hampir tidak ada yang ketinggalan. Juga oleh Musa ditentukan waktu berkumpul yaitu pada waktu matahari sepenggalahan naik, waktu yang sudah agak terang oleh sinar matahari yang telah terbit, supaya segenap penonton dapat menyaksikan dan melihat pertandingan nanti itu dengan jelas.
Kalah dan menang itu biasa, tapi menang dengan cara terhormat dan kalah secara terhormat itu luar biasa dan jangan sampai kalah dengan rasa hina dina karena melakukan kebohongan dan kepalsuan.
Sampaikanlah kisah kisah untuk dijadikan ibrah (pelajaran)
فَا قْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُوْنَ
“Maka ceritakanlah kisah-kisah itu agar mereka berpikir.” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 176)
Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari kisah kisah para rassul.