SUMEDANG – Dalam dunia sepak bola, taktik yang tepat adalah separuh dari kemenangan. Keberhasilan Tim Sepak Bola Al Ma’soem membawa pulang dua trofi dari Maxim Kuala Lumpur Cup 2026 tidak lepas dari strategi matang yang diracik oleh Coach Chandra Febriansyah dan asisten pelatih Dendi Rukmana. Kemenangan ini mempertegas posisi Al Ma’soem sebagai sekolah pencetak atlet yang tidak hanya mengandalkan fisik, tetapi juga kecerdasan taktis.
Visi Jangka Panjang dan Evaluasi Coach Chandra mengungkapkan bahwa kunci sukses tahun ini adalah kemampuan tim untuk belajar dari kegagalan masa lalu. “Dua tahun sebelumnya kami hanya finish di peringkat kedua. Itu menjadi bahan evaluasi besar bagi kami,” ujarnya. Sejak lima bulan lalu, EFSA Jabar telah mengadopsi program latihan yang lebih spesifik, mencakup simulasi tekanan tinggi dan penguatan transisi permainan.
Kedisiplinan dalam menerapkan strategi ini terlihat jelas saat tim KU 14 menghadapi “Derbi Indonesia” melawan Blispi Pelajar Garuda di partai final. Dengan kemenangan tipis 1-0, kesabaran dan organisasi pertahanan menjadi kunci utama. Pelatih menekankan bahwa pendidikan karakter Al Ma’soem yang mengajarkan ketenangan di bawah tekanan sangat membantu pemain dalam menjaga fokus selama 90 menit pertandingan.
Manajemen Fisik di Cuaca Ekstrem Selain taktik di atas kertas, Coach Chandra juga harus memutar otak menghadapi cuaca panas di Malaysia. Strategi rotasi pemain dan manajemen energi menjadi faktor krusial. “Kondisi fisik anak-anak adalah prioritas. Kami memastikan nutrisi dan hidrasi mereka terjaga agar tetap siap tempur meskipun suhu sangat terik,” tambahnya.
Keberhasilan mengawinkan gelar juara ini membuktikan bahwa prestasi siswa Al Ma’soem didukung oleh manajemen kepelatihan yang profesional. Target berikutnya? Mempertahankan dominasi dan mencetak lebih banyak talenta muda untuk juara sepak bola internasional.

