SUMEDANG – Sorot mata penuh kebanggaan terpancar dari wajah dua atlet muda kebanggaan Al Ma’soem, Andhika Abimanyu Prahatmaja dan Faiz Ziyad Fauzan. Kembali ke tanah air membawa medali emas bukan sekadar kebanggaan pribadi, melainkan kado indah bagi seluruh sivitas akademika. Keberhasilan mereka di ajang Maxim Kuala Lumpur Cup 2026 menjadi bukti nyata betapa kuatnya potensi prestasi siswa Al Ma’soem saat dipertemukan dengan kerja keras dan bimbingan yang tepat.
Bagi Andhika (KU 14) dan Faiz (KU 16), turnamen yang berlangsung di Malaysia pada awal Mei 2026 ini bukan hanya tentang memenangkan pertandingan, tetapi tentang perjalanan mendewasakan diri sebagai atlet. Tim Sepak Bola Al Ma’soem yang tergabung dalam EFSA Jabar telah menunjukkan kelasnya sebagai salah satu akademi sepak bola yang diperhitungkan di level Asia.
Melawan Batas di Lapangan Hijau
Bermain di level internasional tentu memberikan tekanan yang berbeda dibandingkan kompetisi lokal. Andhika Abimanyu, yang menjadi andalan di Kelompok Usia 14, menceritakan bagaimana atmosfer pertandingan di KL Cup 2026 sempat membuatnya terpukau namun tetap waspada.
“Sangat senang sekali bisa bertemu dengan tim-tim hebat dari berbagai negara. Kita bisa melihat bagaimana cara bermain anak-anak dari Singapura, Thailand, atau Malaysia. Lawan di sana bukan tim sembarangan, mereka punya teknik yang sangat bagus,” ungkap Andhika. Baginya, setiap menit yang dilewati di lapangan The New Camp Bandar Utama adalah pelajaran berharga yang tidak bisa didapatkan hanya di sesi latihan biasa.
Senada dengan Andhika, Faiz Ziyad Fauzan yang berjuang di kategori KU 16 merasa bahwa tantangan terbesar adalah menjaga konsistensi permainan di tengah tekanan lawan yang agresif. “Pertandingan di sana sangat seru dan menantang. Terpenting, kami merasa sangat terbantu oleh bimbingan tim pelatih. Terima kasih Coach Chandra yang sudah memberikan pengalaman yang sangat berharga dan luar biasa sekali bagi karier sepak bola kami,” ujar Faiz dengan nada penuh syukur.
Kedisiplinan: Kunci Penakluk Raksasa Asia
Banyak pihak bertanya, apa rahasia di balik kemenangan EFSA Jabar tahun ini? Sebagai sekolah pencetak atlet, Al Ma’soem selalu menekankan bahwa bakat tanpa disiplin akan sia-sia. Faiz Ziyad menekankan bahwa trofi yang mereka bawa pulang adalah produk dari kepatuhan terhadap instruksi pelatih dan program latihan yang disiplin.
“Bekal utama kami adalah program latihan dari Coach Chandra selama lima bulan terakhir. Kami percaya pada prosesnya, dan alhamdulillah program tersebut membuahkan hasil yang sangat memuaskan di lapangan. Kedisiplinan adalah kunci kemenangan kami,” tegas Faiz. Hal ini mencerminkan kuatnya pendidikan karakter Al Ma’soem yang selalu diajarkan kepada setiap santri dan siswa: bahwa keberhasilan adalah pertemuan antara kesiapan dan kesempatan.
Membangun Mentalitas Juara Sejak Dini
Berita olahraga sekolah ini menjadi angin segar bagi program pembinaan olahraga di Jawa Barat. Keberhasilan dua pemain muda ini membuktikan bahwa Tim Sepak Bola Al Ma’soem mampu bersaing dengan akademi-akademi sepak bola ternama dari Vietnam, India, hingga Australia. Pengalaman menghadapi gaya bermain yang berbeda-beda dari berbagai negara Asia telah memperkaya wawasan taktis para pemain.
Andhika menambahkan bahwa mentalitas untuk tidak menyerah meski cuaca di Malaysia sangat terik adalah hasil dari latihan fisik yang berat selama di Sumedang. “Kami dilatih untuk siap dalam kondisi apa pun. Saat di lapangan, kami hanya berpikir bagaimana memberikan yang terbaik untuk tim dan sekolah,” tambahnya.
Harapan dan Target Masa Depan
Kemenangan di Maxim Kuala Lumpur Cup bukanlah garis finish bagi mereka, melainkan titik awal untuk jenjang yang lebih tinggi. Saat ditanya mengenai target selanjutnya, baik Andhika maupun Faiz menunjukkan semangat yang tak kunjung padam. Mereka ingin terus membawa nama harum sekolah di kancah nasional maupun internasional.
“Target kami bisa kembali membawa juara untuk EFSA Jabar dimanapun dan kapanpun turnamennya berlangsung,” kata Faiz dengan optimis. Semangat juang inilah yang menjadikan Al Ma’soem tetap berdiri tegak sebagai sekolah pencetak atlet yang berprestasi dan berakhlakul karimah.
Keberhasilan mengawinkan gelar juara KU 14 dan KU 16 ini akan terus dikenang sebagai salah satu prestasi siswa Al Ma’soem yang paling fenomenal di tahun 2026. Perjalanan Andhika dan Faiz adalah inspirasi bagi ribuan siswa lainnya untuk terus bermimpi besar dan bekerja keras demi menggapai cita-cita.

