TK Al Masoem

Cara Mendorong Anak Belajar Mandiri

Di saat tekanan akademik meningkat, seorang anak (dalam hal ini remaja) akan membutuhkan bantuan serta bimbingan untuk menyelesaikan studinya dengan benar dan tepat waktu, dan hasil ujian akan jadi lebih penting. Seiring dengan berjalannya pubertas, ia akan menghadapi banyak hal dan akan menjadi mudah teralihkan, terutama oleh lawan jenisnya. Lantas bagaimana agar orang tua bisa mendorong anak belajar mandiri?

Pada usia remaja awal (13 tahun), anak-anak diharapkan untuk belajar secara mandiri dan ini memang perlu didukung. Beberapa studi menunjukkan bahwa masih banyak remaja yang kurang siap menghadapi Pendidikan tingkat lanjut karena belum pernah merencanakan jadwal belajarnya sendiri, atau bekerja secara mandiri. Diperlukan beberapa tahun untuk mengasah proses ini, jadi ada baiknya dimulai dari sekarang. Tidak hanya itu, virus COVID 19 membuat anak harus mampu beradaptasi saat melakukan pembelajaran secara daring.

Orang tua bisa mulai bertanya kepada anaknya mengenai tugas / PR yang dia miliki, kapan perlu diselesaikan, dan cari tahu apakah ia harus merevisi ulang untuk ujian. Orang tua juga bisa membantu anaknya dalam membuat perencanaan. Banyak anak usia 13 tahun belum bisa mengatur dan akan kewalahan terhadap jumlah pekerjaan yang diperlukan untuk menyelesaikan sebuah tugas ataupun remedial ujian. Terdapat beberapa tips bagi orang tua agar anak terbiasa belajar secara mandiri:

  • Pastikan ruang belajarnya bebas gangguan, dan pastikan telepon genggam / smartphone dimatikan. Untuk kasus menyalakan komputer, di era pandemic COVID 19 ini memang sulit untuk lepas dari komputer karena hal tersebut sangat berhubungan dengan strategi pembelajaran daring. Maka untuk kasus pemakaian komputer, orang tua sebaiknya tegas namun tetap bijak dalam membuat aturan pemakaian komputer untuk belajar dan untuk hiburan.
  • Orang tua bisa mencoba menguji atau memeriksa pekerjaan anaknya apakah sudah betul atau belum. Namun sebaiknya jangan kecewa jika anak menolaknya dan jangan memaksanya. Orang tua sebenarnya bisa mengetahui pelajaran apa saja yang anak kurang pemahaman serta  “tertinggal” dilihat dari nilai rapotnya. Hal tersebut juga akan terungkap saat pertemuan orang tua dan guru
  • Orang tua juga bisa mengingatkan anaknya seminggu sebelum waktu pengumpulan PR di setiap mata pelajarannya dan anda bisa menawarkan bantuan jika memang anda menguasai mata pelajaran tersebut. Ada baiknya mengusulkan ia untuk segera menulis ide-idenya agar anda bisa memeriksa dan memberi usulan, daripada menyuruhnya menulis sesuatu apa yang anda minta karena ini akan menghilangkan sisi kemandirian sang anak.