Diseminasi upacara Al Masoem (20)

Tips Mendidik Anak Usia Remaja

Mendidik anak usia remaja menjadi hal yang gampang gampang susah, karena pada fase ini perubahan sifat anak menuju dewasa sedang dalam masa masanya. Perubahan ini terkadang membuat anak menjadi labil, masih bingung akan menjadi apa? Seperti apa dan akan bagaimana? Semua hal tersebut membuat pola pikir anak usia remaja menjadi sedikit menjengkelkan. Disini peranan orang tua dan kesabaran orang tua sangat penting dalam mendidik anak.

Selain orang tua, peranan guru dan staff pengajar di sekolah juga sangat penting dalam mendidik anak usia remaja. Karena jika sampai seorang guru tidak bisa menjaga kesabaran maka proses belajar mengajar tidak akan berjalan secara efektif. Yang akhirnya semua pelajaran yang dilakukan guru akan berakhir dengan sia sia. Maka dari itu kesabaran guru dalam mendidik anak usia remaja juga sangat penting.

Bagi anda orang tua dan guru yang ingin mendidik anak usia remaja, mungkin tips berikut bisa membantu anda untuk mendidik anak remaja, seperti : 

1. Dengarkan semua keluh kesahnya

Ada pepatah yang mengatakan, berbicara itu jauh lebih mudah daripada mendengarkan. Karena hanya orang bijaksana yang bisa mendengarkan dengan baik. Begitu juga dengan mendidik anak remaja, dalam fase perubahan sifat dan hormon ini anak usia remaja sedang dalam masa masanya membutuhkan seseorang pendengar yang bisa mengerti apa yang mereka rasakan. 

Sebagai orang tua dan guru yang bijaksana sudah selayaknya untuk bisa memahami dan mencoba mendengarkan apa yang mereka keluh kesahkan. Menjadi pendengar yang baik juga dapat meminimalisir anak menjadi anak yang memberontak meminimalisir juga anak melakukan tindak kenakalan remaja dan juga orang tua serta guru jika bisa menjadi pendengar yang baik pasti akan dijadikan tempat bagi anak remaja sebagai tempat curhat.

Baca juga : Peran Penting Guru Bimbingan Dan Konseling (BK) dalam Pembelajaran di Sekolah

2. Rutin berkomunikasi dan memberikan motivasi kepada anak

Baik orang tua dan guru harus bisa memberikan saran, meskipun tidak semua anak remaja menginginkan saran anda tapi sebagai orang yang lebih dewasa sudah selayaknya anda bisa memberi sedikit masukan positif bagi anak usia labil.

Rutin melaksanakan komunikasi dengan anak juga penting apalagi setelah berkomunikasi anda mampu untuk memberikan motivasi kepada anak usia labil. Dengan memberikan motivasi juga dapat mendorong perkembangan anak dan mengeksplorasi kemampuannya.

Perlu diingat juga jangan memberikan kekangan kepada anak usia remaja, biarkan mereka mengambil resiko dan mengikuti kata hatinya sendiri. Sudah selayaknya bagi anda sebagai orang tua dan guru membantu ketika mereka jatuh dan dorong kembali semangatnya agar bisa kembali berlari dari keterpurukannya.

3. Hormati Privasi mereka

Setiap orang memiliki privasinya masing masing baik anda, orang tua, guru bahkan anak usia remaja. Kadang orang tua selalu mengikuti atau menganggap urusan anak adalah urusannya juga sehingga kadang privasi anak terganggu dengan attitude orang tua sendiri. Karena memang dimata orang tua anak tetaplah anak namun seiring berjalannya waktu mereka akan menginjak masa atau usia remaja dan hal seperti ini tidak akan berlaku lagi ketika mereka dalam fase ini.

Ada beberapa privasi anak yang sudah selayaknya tidak orang tua ganggu seperti kamar, smartphone atau handphone genggam anak dan juga berbagai macam hal yang memang selalu anak gunakan secara pribadi. 

Sebagai orang tua bijaksana sudah selayaknya untuk bisa saling menghargai privasi setiap orang termasuk itu adalah privasi anak.

IMG_6432_ed (Large)

4. Memberikan edukasi tentang pergaulan baik dari hal positif sehingga hal yang negatifnya

Usia remaja merupakan usia yang rentan karena rasa penasaran dan sifat labil dan masa pubertas menjadi faktor utama kenapa banyak anak usia remaja kadang terjerumus kedalam pergaulan yang kurang baik bahkan pergaulan bebas. Maka dari itu memberikan edukasi kepada anak tentang pentingnya menjaga diri terutama anak perempuan dan juga bagaimana menghormati perempuan bagi remaja laki laki itu sangat penting dilakukan baik oleh orang tua dan juga guru.

Jika diperlukan informasi tentang edukasi seks, bahaya rokok, bahayanya narkoba, alkohol dan lain sebagainya juga boleh anda ajarkan kepada anak anak remaja anda, tentu saja anda menyampaikan dengan komunikasi yang enak sehingga anak bisa mendengarkan dengan baik.

Cara ini juga dapat mendidik anak remaja untuk membangun pondasi yang kuat dalam menjaga pergaulannya. 

Baca juga : Pendidikan Keputrian di Sekolah, Pendidikan Pembentukan Karakter Siswi yang Muslimah

5. Berikan contoh yang baik

Terkadang orang tua itu makhluk yang sangat egois, menyuruh anak nya tidak merokok sebari dia sedang menghisap rokok, atau menyuruh anak untuk tidak begadang sedangkan dia selalu tidur malam karena takut ketinggalan liga inggris. Memang sekilat itu merupakan hal yang wajar tapi bagi anak usia remaja itu merupakan tindakan yang keterlaluan.

Sudah selayaknya orang tua memberikan contoh yang baik kepada anak anaknya, setidaknya jadikan anda sosok yang berwibawa dan bisa menjadi panutan bagi anak anaknya, ini penting karena dengan percontohan ini anak akan mengikuti apa yang orang tuanya selalu lakukan di rumah.

Anak remaja ini fase dimana mereka sedang mencari jati dirinya sendiri, ketika orang rumah berlaku tidak baik maka bisa jadi anak juga akan berlaku hal yang sama. Begitu juga sebaliknya. 

6. Beri dukungan dan cara mengelola stress

Anak usia remaja rentan terkena stress terutama jika orang tua dan guru dan orang di lingkungannya tidak bisa mengerti apa yang mereka inginkan. Ada juga beberapa faktor lainnya seperti teman, pacar dan lain sebagainya.

Maka dari itu sebisa mungkin orang tua untuk meminimalisir anaknya untuk pacaran diusia remaja, jika sudah terlanjur jangan dikekang, tapi berikan sedikit motivasi agar anak tetap percaya pada anda sebagai orang tua atau guru. Pacaran diusia remaja juga dapat menjadi pengaruh negatif bagi anak dan itu bisa menjadi salah satu penyebab stress anak usia remaja.

Baca juga : Pentingnya Adab Sebelum Ilmu Bagi Siswa/i dan Santri Boarding School

Untuk meminimalisir terjadinya depresi pada anak remaja, orang tua harus bisa membekalinya dengan berbagai cara untuk menghilangkan stress pada anak. Seperti tidak memarahi anak ketika anak sedang banyak masalah, coba dekati anak dengarkan apa yang mereka rasakan dan dukung dia secara moral agar kembali semangat. 

Cukup dengarkan pun kadang anak akan merasa bahagia, apalagi jika orang tua tidak menghakimi dan mencari kesalahan anak. Yang paling penting cari solusi terbaik untuk memecahkan masalah yang anak remaja hadapi.