Allah SWT Bejanji bahwasannya akan mempermudah dalam menghafal Alquran, Ini sebagaimana penegasannya Dalam Surat Al-Qamar ayat 22 :
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ
Yang Artinya :
“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Alquran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?”(Q.S. Al-Qamar Ayat 22). Menghafal Al-Quran Juga Salah satu amalan paling baik bagi umat Islam. Para penghafal Al-Quran akan mendapat kehormatan berupa Tajul Karomah, yaitu, mahkota kemuliaan di hari kiamat. Di zaman sekarang para penghafal Al Quran mulai sering diangkat dalam berbagai media, baik acara TV, YouTube, atau media lainnya. Apalagi jika masih berusia masih muda atau bahkan masih di umur 5-7 tahun tapi sudah mampu menghafalkan 30 Juz, hal ini akan menjadi motivasi bagi para penghafal lain agar tetap semangat dalam menjaga hafalannya.
Dalam menghafalkan Al Quran dari ayat demi ayat, halaman demi halaman, dan surat demi surat. Memang dan pasti akan ada ujian dalam proses menghafal atau menjaga hafalan. Karena semua ujian itu adalah rintangan yang menghubungkan antara para hafidz/hafidzah menuju dermaga kebahagiaan.
Dibawah ini merupakan 5 rahasia Agar Bisa Istiqomah Dalam Menghafal Al Quran.
- Luruskan Niat Terlebih Dahulu.
Dalam hal yang lain nya menjaga hafalan Al-Quran juga sangat dibutuhkan niat yang kuat dan juga tekad yang tak mudah tergoyahkan dengan berbagai pengaruh di luar sana yang mampu memudarkan hafalan kita secara perlahan-lahan.
- Atur Waktu Dengan Baik Antara Menghafal Dan Murojaah.
Waktu terbaik untuk menghafal al-qur’an adalah pada saat waktu subuh, dan dalam menghafal cukup minimal 3 atau 5 ayat sebelum subuh dan untuk murojaah bisa kita terapkan pada saat waktu sholat yaitu Dzuhur, Ashar, Magrib, isya dan juga waktu-waktu pada saat sholat sunah.
- Mengatur Target Harian.
Dengan kita membuat target berapa jumlah juz yang ingin dibaca setiap harinya, maka akan membuat kita senantiasa berusaha untuk memenuhi target-target juz setiap harinya. Misalnya saja jika kita satu hari tiga juz dengan tartil, dengan bilangan juz 1, juz 11, dan juz 21. Atau sehari lima juz dengan bilangan yang dibaca adalah 1, 7 , 13, 19, 25. Keesokan harinya adalah juz 2, 8, 14, 20, 26. Begitu pula seterusnya di hari berikutnya. Maka kita akan terbiasa dan insya allah kita akan terlatih untuk istiqomah dalam menghafal Al-Quran.
- Bisa Menahan Diri Dalam Mendekati Maksiat.
Bukan hanya bagi para penghafal Al Quran larangan untuk menjauhi maksiat, tapi untuk semua umat muslim. Akan tetapi maksiat adalah hal yang sangat harus dijauhi bagi para penghafal Alquran. Karena maksiat adalah senjata terjitu untuk memudarkan hafalan Alquran. Kita harus Belajar pelan-pelan untuk menjauhi maksiat mulai dari hal kecil seperti membicarakan keburukan orang atau Sampai hal yang cukup berbahaya seperti zina dan sebagainya.
- Berdoa kepada Allah SWT.
Secerdas apapun otak manusia, tanpa pertolongan Allah ia takkan mampu menghafal Alquran yang isi dan uslub-nya tak bisa ditandingi oleh penyair manapun. Maka kamu harus banyak berdoa agar senantiasa diberi kemudahan, kekuatan dhohir batin dalam menghafalkan Alquran. Hingga ada istilah yang mengatakan “usaha tanpa doa adalah sombong, dan doa tanpa usaha adalah bohong.”
Demikianlah 5 Rahasia Agar Bisa Istiqomah Dalam Menghafal Al-Quran, semoga kita semua bisa menjaga hafalan Quran dan senantiasa bisa istiqomah untuk belajar Al-Quran, serta semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Selain dari beberapa tips di atas, para pengelola pondok pesantren juga harus bisa memberikan metode khusus kepada para santrinya agar istiqomah dalam menghafal Al Quran. Salah satu pesantren modern terbaik di Bandung yang memiliki metode yang terbukti efektif dalam menjaga hafalan Quran para santrinya adalah Al Ma’soem Boarding School. Pengelola pesantren di Al Masoem sendiri menerapkan sistem reward yang mampu memotivasi santrinya agar bisa konsisten dalam menjaga hafalan Quran-nya. Salah satu reward yang diberikan adalah menggratiskan biaya DOP 100% dan juga dipromosikan melalui artikel dan media sosial sekolah.
Dengan terpampangnya para santri yang mampu menjaga hafalan Quran, maka hal tersebut tidak hanya bisa menjadi kebanggaan bagi orang tua dan wali santrinya namun juga bisa menjadi motivasi bagi santri lain agar mampu meraih kesuksesan yang serupa.

