Pembelajaran Pesantren

Aturan Umum Pesantren Putri yang Harus Dipatuhi

Terdapat aturan umum pesantren putri yang harus dipatuhi oleh seluruh warga di dalamnya. Aturan tersebut dibuat untuk kebaikan bersama, sehingga anak-anak bisa tumbuh dan beradaptasi dengan baik untuk kehidupan sosialnya di masa yang akan datang. Santri yang mampu bergaul dan menyesuaikan diri tentu akan merasakan dampak baik dari kehidupan di pesantren.

Sekilas tentang Pondok Pesantren Putri Al Masoem

Al Masoem termasuk salah satu pondok pesantren yang direkomendasikan untuk dijadikan lokasi menuntut ilmu buah hati Anda. Di dalam pesantren, anak-anak akan dibiasakan untuk menjadi pribadi yang lebih mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki tata laku yang baik. Hal ini sejalan dengan visi misi di Al Masoem : pinter, cageur, bageur.

Pinter yang dimaksud adalah para murid atau santri merupakan sebuah aset bangsa di masa depan, sehingga harus memiliki wawasan yang luas dan dijadikan sebagai pribadi yang pintar. Bageur artinya sekolah memberikan aturan yang baik untuk menejadikan pra santri sebagai pribadi muslimah dan berakhlak mulia.

Sedangkan Cageur, dimaksudkan agar para siswa dan santri bisa sehat secara jasmani dan rohani. Tak mengherankan, aturan umum pesantren putri dibuat dan harus dipatuhi demi terciptanya sebuah kebiasaan baik untuk para santri dan seluruh elemen yang berada di dalam pesantren.

 Aturan dan Tata Tertib Santri di Asrama Putri

Terdapat beberapa aturan dasar yang jadi sebuah patokan wajib untuk semua penghuni asrama putri di Al Masoem.

  1. Ketentuan Penggunaan Smartphone

Para santri tidak diperkenankan membawa ponsel jenis smartphone  karena menjunjung salah satu motto Sekolah untuk Sekolah. Ketika para santri diberikan izin untuk mengakses internet dan hal lainnya, dikhawatirkan justru akan mengganggu pembelajaran.

Di Al Masoem, segala fasilitas untuk pembelajaran sudah disediakan, sehingga tak ada alasan lain untuk para siswa membawa ponsel sendiri, kecuali untuk komunikasi dengan orang tua. Hal itu pun sudah dirangkum dan dijadwalkan sebagai rutinitas kunjungan untuk para wali murid.

Meski terkesan ketat, sebenarnya aturan umum pesantren putri memperbolehkan membawa ponsel dengan catatan bahwa HP tersebut tidak memiliki kamera, blutut, serta tak bisa mengakses internet. Tujuannya agar para santri tetap bisa menghubungi orang tua dan terasa dekat silaturahimnya, khususnya bagi santri yang berasal dari kota yang jauh, yang tak memungkinkan para wali untuk berkunjung menengoknya setiap bulan.

  1. Ketentuan Penggunaan Laptop

Selain dilarang menggunakan ponsel, santri putri juga tidak diperbolehkan menggunakan laptop. Penggunaannya akan dibatasi, kecuali untuk keperluan yang sangat penting. Pembatasan ini bertujuan untuk mencegah adanya kecemburuan sosial antara para santri. Dukungan fasilitas lab komputer dapat dimanfaatkan santri jika memang harus menggunakan internet.

Aturan umum pesantren putri ini tak dibedakan dengan aturan umum di asarama putra. Dengan demikian, seluruh santri bisa menggunakan segala fasilitas agar tidak kudet dan tertinggal info kekinian. Maka, pelarangan penggunaan laptop pun bukan sebuah masalah besar untuk para santri di pondok pesantren Al Masoem.

  1. Pemberian Reward dan Punishment

Dalam setiap kegiatan, AL Maseom memberikan hadiah untuk setiap prestasi, juga hukuman untuk setiap pelanggaran. Jika santri dapat memberikan prestasi terbaiknya, Al Masoem tak akan segan memberikan beasiswa untuk bebas SPP selama satu tahun bersekolah. Sebaliknya, jika pelanggaran dilakukan, maka sistem poin akan diberikan kepada santri.

Santri dengan akumulasi poin 250 sudah berada dalam kartu merah, sehingga akan dikembalikan kepada orang tua masing-masing. Keluar dari pesantren artinya keluar pula dari sekolah di Al Masoem. Maka, para santri harus memperhatikan poin pelanggaran masing-masing agar tidak dikeluarkan dari sekolah dan asrama.

Ketentuan Barang yang Tidak Boleh Dibawa

Ketentuan dan aturan umum pesantren putri Al Maseom yang tidak boleh dibawa lainnya adalah benda tajam, barang yang bersifat pornografi, hingga barang-barang yang membahayakan. Kartu remi dan domino termasuk dalam barang yang tidak diperkenankan untuk dibawa ke asrama dan sekolah.

Budaya yang Diajarkan dalam Pondok Pesantren Putri

Al Masoem merupakan tipe pesantren khalafiyah yang sudah modern. Sehingga, dalam penerapan hukum dan aturan di dalamnya juga disesuaikan dengan kondisi kebutuhan dan perkembangan zaman. Meski berada di wilayah yang padat penduduk, Al Masoem masih mempertahankan budaya pesantren yang lekat dengan keislaman.

Salah satu ciri khas dalam asrama dan menjadi aturan umum pesantren putri juga pesantren putra, yakni menerapkan kepemimpinan dengan membentuk aneka organisasi di alamnya. Umumnya, kepemimpinan pesantren yang mandiri tidak akan terpengaruh dan dipengaruhi oleh pihak lain yang tidak berkepentingan.

Ciri khas lainnya yakni adanya pengajaran beberapa pelajaran kepesantrenan seperti ilmu agama islam, ilmu pengetahuan umum, pelajaran hafalan Al Quran, hingga kitab kuning. Komponen tersebut menjadi salah satu penopang dan budaya yang akan menjadi penanda pembelajaran yang berbeda dari sekolah umum yang lainnya.

Pembelajaran leadership juga akan dicontohkan dan dibimbing oleh para ustazah di asrama dan sekolah. Dengan support dari para guru, diharapkan para santri bisa memaksimalkan potensinya untuk mencari ilmu sebanyak-banyaknya dengan beragam progam yang diadakan oleh pesantren.

Secara umum, pola kepemimpinan yang digunakan dalam Al Masoem adalah sistem kolektif demokratis. Sehingga, semua pihak yang mendapatkan wewenang harus bisa menjaga amanah sesuai dengan tanggung jawab yang harus diemban masing-masing.

Al Masoem merupakan salah satu sekolah berasrama yang memiliki visi misi baik untuk para santri. Beragam aturan umum pesantren putri dan pesantren putra dibuat untuk memberikan ilmu dan kebiasaan yang akan bermanfaat untuk para santrinya. Dengan mengamalkan segala rutinitas, diharapkan juga memberikan dampak baik untuk kehidupan para santri setelah lulus dari sekolah keren satu ini.