Dunia olahraga sekolah menengah di Jawa Barat kembali menyaksikan kekuatan besar dari kontingen Al Ma’soem. Dalam gelaran bergengsi Kejuaraan Bulutangkis Bandung Challenge 5 yang berlangsung pada 13-15 Februari 2026, para atlet muda dari SMP Al Ma’soem tidak hanya sekadar berpartisipasi, melainkan menunjukkan dominasi yang hampir mutlak. Rentetan kemenangan ini menjadi bukti sahih betapa seriusnya lembaga ini dalam menggarap potensi non-akademik siswa, menjadikannya sebuah prestasi kolektif yang sulit ditandingi oleh sekolah lain dalam ajang yang sama. Kemenangan ini sekaligus menegaskan posisi Al Ma’soem sebagai “kawah candradimuka” bagi atlet-atlet pelajar berbakat.
Panggung utama keberhasilan ini terletak pada kategori Tunggal Putra, di mana hampir seluruh podium teratas diisi oleh perwakilan Al Ma’soem. Nama-nama seperti Risdika Fitra Dianoval (8D), Raafid Vardana Sunarman (8H), Rully Faiz Atmajaya (9D), Razin Kamil Benny (8C), dan Rais Ikhwan Satria (8G) secara gemilang berhasil menyabet gelar Juara 1 di sub-kategori masing-masing. Tidak hanya itu, posisi Juara 2 pun tetap diamankan oleh delegasi sekolah melalui aksi Luqman Maulana Abdul Akbar (8A) dan M. Mugrom Arripin (8E). Dominasi ini menunjukkan kedalaman skuad bulutangkis Al Ma’soem yang merata di setiap tingkatan kelas, mulai dari kelas 8 hingga kelas 9.
Keberhasilan di sektor putra juga diikuti dengan performa gemilang di sektor putri dan ganda. Khansa Nisrina Akmalia (9E) berhasil menunjukkan kelasnya dengan meraih Juara 1 Challenge Tunggal Putri, membuktikan bahwa pembinaan atlet di Al Ma’soem dilakukan secara inklusif dan berkualitas bagi seluruh siswa. Sementara itu, pada kategori Ganda Putra, kerja sama tim yang solid ditunjukkan oleh pasangan Raafid Vardana & Nakula Ararya (7G), Gibran Galuh (8C) & Mustofa Ahmad (8H), serta duet Risdika Fitra (8D) & Abdie Jabar Alzam (8H) yang semuanya berhasil mengamankan posisi Juara 2. Keberhasilan di kategori ganda ini sangat krusial, karena menunjukkan bahwa siswa tidak hanya hebat secara individu, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi dan koordinasi yang sangat baik di lapangan.
Mengapa pembinaan olahraga di Al Ma’soem begitu sukses? Jawabannya terletak pada komitmen sekolah dalam menyediakan fasilitas olahraga yang standar internasional serta pelatih-pelatih profesional yang berdedikasi. Di sini, setiap siswa yang memiliki minat pada bulutangkis diberikan ruang untuk berkembang melalui klub olahraga sekolah yang rutin mengadakan latihan fisik maupun teknik. Namun, sekolah juga menekankan bahwa setiap atlet harus tetap menjaga keseimbangan dengan performa akademik mereka di kelas. Konsep “Scholar-Athlete” atau atlet terpelajar benar-benar diimplementasikan, sehingga prestasi di lapangan hijau bulutangkis berjalan selaras dengan nilai-nilai disiplin di ruang kelas.
Kompetisi Bandung Challenge 5 ini barulah awal dari perjalanan panjang para atlet muda ini. Dengan mentalitas juara yang telah terbentuk, mereka kini dipersiapkan untuk menghadapi ajang yang lebih tinggi seperti O2SN atau kejuaraan tingkat provinsi dan nasional lainnya. Kemenangan massal ini mengirimkan pesan kuat kepada publik bahwa pendidikan di Al Ma’soem adalah pendidikan yang utuh—pendidikan yang menghargai setiap tetes keringat di lapangan olahraga sama besarnya dengan setiap coretan tinta di lembar ujian. Keberhasilan ini adalah kemenangan bagi seluruh civitas akademika yang telah memberikan dukungan moral maupun fasilitas, membuktikan bahwa dengan kerja keras, supremasi di bidang olahraga bukanlah hal yang mustahil untuk diraih.

