IMG

Tips Orang Tua Menyikapi Anaknya Menjadi Korban Bully

Tindakan Bully merupakan suatu tindakan yang hampir selalu terjadi di semua sekolah di dunia ini. Tidak hanya kekerasan fisik, perilaku Bullying juga bisa berbentuk non fisik seperti ejekan secara lisan ataupun bernada ancaman. Lantas sebagai orang tua, apa yang bisa dilakukan ketika mengetahui anaknya menjadi korban bully? Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah memastikan seluruh kronologis atau kejadian yang sebenarnya terjadi karena bisa jadi sang anak terlalu mendramatisir apa yang dialaminya. Jika benar faktanya bahwa anak anda menjadi korban bully, anda harus bisa memberikan rasa aman secara psikologis dengan cara memberikan perhatian lebih tapi tidak berlebihan.

Selaku orang tua wajib untuk mencari tahu versi yang dikatakan oleh pihak sekolah dan sang anak mengetahuinya supaya anak merasa orang tuanya melakukan tindakan nyata dan tidak sekedar menasehati yang sifatnya normatif seperti mengatakan “sabar saja nak”. Pihak sekolah sendiri sebenarnya memiliki kewajiban hukum untuk melindungi anak yang bersekolah di tempatnya dan memiliki aturan tertulis yang tegas tentang berbagai bentuk kekerasan.

Orang tua bisa memulai membicarakan persoalan tersebut dengan staf sekolah untuk melakukan investigasi dan tindakan lanjut dan apakah penerapan punishment benar-benar dilakukan oleh pihak sekolah ataupun tidak. Adapun waktu yang beresiko tinggi terjadinya bully adalah waktu istirahat dan dalam perjalanan pulang sekolah sehingga pihak orang tua maupun sekolah harus memberikan pengawasan lebih saat jam tersebut. 

Orang tua bisa memberikan edukasi kepada anaknya bagaimana cara dalam membela diri tanpa harus membalas apa yang dialami anaknya. Jika kekerasan fisik yang terjadi, maka anak harus diajarkan untuk berlatih bela diri yang betujuan untuk sekedar “bertahan” atau “menghindari” serangan tanpa harus menyerang balik karena bisa jadi justru anak anda yang akan “dituduh” melakukan bullying. Selain itu kemampuan bela diri yang hanya sekedar “bertahan” tadi bisa menjadi cara efektif supaya gangguan dari orang lain berkurang. Tidak hanya itu, idealnya orang tua juga harus bisa mengajarkan anaknya menjadi sosok yang pemaaf dan juga mudah bergaul sehingga teman-teman di sekolahnya akan lebih menghargai anak anda tanpa harus merasa “segan”.

Jika bully yang terjadi bersifat verbal, seperti (contohnya) tinggi badan, sebaiknya orang tua bisa memberikan eduakasi mendalam mengenai tumbuh kembang remaja dan menjelaskan bahwa setiap orang memiliki bentuk ukuran yang berbeda-beda. Jika fisik ideal yang anak anda dambakan tidak terlalu realistis, jangan mengatakan bahwa ia juga akan menjadi tinggi suatu saat nanti, karena kita tidak pernah tau pasti setinggi apa anak kita nanti. Cara yang bisa dilakukan adalah memberikan role model ataupun tokoh-tokoh sykses seperti atlit ataupun public figure yang bertubuh pendek namun memiliki segudang prestasi. Yang paling penting dari semua itu adalah bantulah ia menghargai semua sifat-sifat baik yang dimilikinya dan ingiatkan dirinya sesering mungkin. 

Sebagai bagian dari peraturan anti-bully, pendidikan karakter di sekolah merupakan sebuah hal yang mutlak. sekolah yang baik harus memiliki konsep pendidikan karakter serta sistem dan rencana untuk menangani tindakan bully tersebut. Sekolah Al Masoem adalah salah satu sekolah yang suda menerapkan sistem anti-bully tersebut denga  menggunakan sistem poin. Besaran poin tersebut juga memiliki tingkatan yang mengatur seberapa parah tindakan bully yang dilakukan bahkan untuk beberapa kasus pelaku bully bisa otomatis dikeluarkan oleh pihak sekolah jika terbukti melakukan tindakan bully yang dianggap cukup parah. Sistem penerapan kedisiplinan anti bully yang diterapkan Al Masoem ini sudah diakui sangat efektif oleh banyak pihak baik orang tua maupun sekolah lain.